Tag: Balitbang Kemhan

Akhir 2019, Drone MALE Rajawali 720 Lakukan Final Flight Test

Sejak diperkenalkan ke publik pada Indo Defence 2016, berlanjut tampil dalam “drone carnaval” pada 20 Juli 2017, sosok Rajawali 720 namanya langsung bergaung di tengah masyarakat. Dengan kemampuan terbang selama 24 jam, bahkan kabarnya bisa ditingkatkan sampai 30 jam, kategori Rajawali 720 masuk kualifikasi MALE (Medium Altitude Long Endurance). Lantas yang jadi pertanyaan? Kapan drone hasil pengembangan Balitbang Kemhan dan produksi PT Bhinneka Dwi Persada ini mulai digunakan untuk satuan TNI. (more…)

Dilengkapi ACMI, Kini Latihan Tempur Penerbang Sukhoi Su-27/Su-30 TNI AU Bakal Lebih Efektif dan Efisien

Bila selama ini latihan duel udara menggunakan ACMI (Air Combat Maneuvering Instrumentation) hanya dinikmati oleh penerbang tempur yang mengawaki pesawat besutan Amerika Serikat dan NATO, kini ada kabar baik untuk para penerbang jet tempur Sukhoi Su-27/Su30 TNI AU. Mengikuti koleganya para penerbang F-16 Fighting Falcon di Skadrin Udara 3 dan Skadron Udara 16, para penerbang dari Skadron Udara 11 saat ini mendapatkan perkuatan berupa perangkat ACMI pod. Sosok yang bentuknya mirip rudal udara ke udara dan berada di bawah sayap ini adalah alat yang dapat merekam data-data pergerakan pesawat selama latihan penerbangan. (more…)

PT Pindad Persiapkan Produksi Massal Roket R-Han 122B untuk Korps Marinir

Setelah melewati beberapa kali uji coba sejak tahun 2014, akhirnya ada titik terang bahwa roket balistik R-Han 122B tengah disiapkan untuk proses produksi secara massal. Kesiapan produksi tersebut diungkapkan PT Pindad, dimana R-Han 122B akan dibuat untuk memasok kebutuhan Artileri Medan Korps Marinir, khususnya sebagai senjata utama pada alutsista MLRS (Multiple Launch Rocket System) RM70 Grad, RM70 Vampire dan Norinco Type 90B. (more…)

Tak Ingin Ketinggalan, Balitbang Kemhan dan LAPI ITB Garap Radar Pasif Mobile

Berita tentang rencana pengadaan radar pasif untuk pengamanan di Pulau Natuna rupanya membawa angin segar pada dunia litbang alutsista di Tanah Air. Era penggunaan radar pasif jelas memberi efek deteren, pasalnya sistem radar pasif mampu mendeteksi sasaran secara senyap, karena tidak memancarkan sinyal radar, mampu juga mendeteksi emisi di daratan dan lautan, handal terhadap jammer, bekerja secara rahasia, mudah diintegrasikan, serta dapat diintegrasikan dengan sensor radar pertahanan udara aktif yang sudah ada. (more…)

TNI AL Kembangkan Gun Fire Locator, Alat Pendeteksi Arah dan Jarak Tembakan

Beberapa waktu lalu Indomiliter.com pernah mengulas Sapta Pangrungu, yakni fire finder alias pelacak lokasi datangnya tembakan artileri lewat teknologi rambatan suara. Ditangan Dislitbangad dan Laboratorim Sistem Kendali & Komputer Institut Teknologi Bandung (ITB), Sapta Pangrungu dipasang pada platform rantis intai buggy Komodo KIT 250AT. Dan hampir serupa dengan Sapta Pangrungu, TNI AL lewat Dislitbangal juga merilis apa yang disebut Gun Fire Locator. (more…)

Peluncur Roket 70mm dengan Sistem Mekatronik

Teknologi peluncur roket, khususnya pada segmen MLRS (Multiple Launcher Rocket System) pelan-pelan telah dikuasasi, meski masih dalam koridor prototipe, peluncur roket FFAR (Folding Fin Aerial Rocket ) 2,75 Inchi kaliber 7 0mm towed (tarik) dan peluncur roket balistik R-Han 122B versi self propelled dengan platform truk telah dirilis ke hadapan publik. Namun, peluncur roket dengan teknologi mekanika elektronik (mekatronik) terbilang masih langka dalam penelitian litbang pertahanan. (more…)

Di Tahun 2020, Pengembangan Prototipe Rudal Petir Masuk Babak Akhir, Inilah yang Bakal Disempurnakan

Bila tiada aral melintang, pada tahun 2020 pengembangan prototipe rudal jelajah Petir yang digarap PT Sari Bahari dan Balitbang Kementerian Pertahanan akan memasuki babak akhir. Hal tersebut ditandai dengan rencana desain dan pengembangan prototipe rudal Petir generasi keempat. Dibandingkan prototipe Petir generasi ketiga yang tengah diuji coba, maka Petir generasi keempat akan dibuat dengan beragam penyempurnaan yang signifikan. (more…)