Seputar DSEI 2019Klik di Atas

Tag: alutisista

TNI AL Resmi Pensiunkan Frigat KRI Slamet Riyadi 352 dan Korvet Latih KRI Ki Hajar Dewantara 364

Setelah pada kamis, 15 Agustus lalu dilangsungkan Upacara Penurunan Ular-ular Perang sebagai penanda purna tugasnya KRI Teluk Ratai 509 Dan KRI Teluk Bone 511, maka selang sehari kemudian, tepatnya pada 16 Agustus 2019 di Dermaga Ujung, Surabaya, TNI AL kembali secara resmi memensiunkan lima kapal perang lainnya, dimana diantaranya adalah frigat KRI Slamet Riyadi 352 dan korvet KRI Ki Hajar Dewantara 364. Sementara tiga kapal perang lainnya yang ikut purna tugas adalah KRI Teluk Penyu 513, KRI Nusa Utara 584 dan KRI Sambu 902. (more…)

Terjadi Pendangkalan di Dermaga PT PAL, Peluncuran Kapal Selam KRI Alugoro 405 Alami Penundaan

Pendangkalan menjadi momok tersendiri dalam pengelolaan jasa dermaga, maklum pendangkalan menjadikan pergerakan kapal, terutama kapal dengan tonase besar menjadi terhambat. Peningkatan sedimentasi perairan karena faktor alam dan dampak industri mengharuskan upaya pengerukan perlu dilakukan secara periodik. Dan ternyata soal pendangkalan pada area pelabuhan ini langsung berdampak pada lalu lintas kapal selam.

(more…)

Floating Decoy System: Kecoh Serangan Rudal Anti Kapal dengan Teknologi Reflektor

Bagi sebuah kapal perang, mengetahui keberadaan lawan dan kemampuan memberikan reaksi atas serangan yang diarahkan adalah kunci utama dalam setiap misi tempur. Semisal dalam peran anti serangan udara yang dikumandangkan oleh komandan, maka selain awak mempersiapkan alutsista hanud (pertahanan udara), dari Pusat Informasi Tempur (PIT) juga dilakukan upaya penangkalan datangnya serangan rudal anti kapal yang dilepaskan pesawat tempur lawan. (more…)

Rusia Beberkan Bukti Baru Atas Serangan Rudal Jelajah AS dan Sekutu ke Suriah

Plat dari sisa rudal Storm Shadow yang memperlihatkan lubang akibat proyektil kanon hanud.

Lepas dari permasalahan yang dituduhkan, serangan rudal jelajah Amerika Serikat, Perancis dan Inggis ke beberapa pusat penelitian senjata kimia di Suriah pada 14 April 2018 mempunya perspektif lain. Dampak serangan AS dan sekutunya tentu terkait langsung dengan citra Rusia, khususnya pada alutsista hanud (pertahanan udara) Suriah yang memang dipasok oleh Rusia. Bagi Washington, klaim keberhasilan serangan rudal adalah citra untuk menaikan pamor keunggulan teknologi canggih pada rudal jelajah. Sementara Moskow juga tak tinggal diam atas klaim sepihak AS dan sekutunya. (more…)

Gulfstream G550 CAEW: Stasiun Radar Terbang Conformal Perisai Ruang Udara Singapura

P_20160217_113351

Dengan teritori yang begitu terbatas, bagi Singapura tak ada pilihan selain menerapkan strategi defensif aktif dalam menggelar sistem pertahanan udara. Setiap ancaman harus sebisa mungkin dinetralisir sebelum menjangkau ruang udara Negeri Pulau tersebut. Strategi pertahanan yang boleh dibilang mirip dengan Israel, yang ‘kebetulan’ juga berstatus sebagai mitra erat industri militer Singapura. (more…)

Menyambangi Basis Fasilitas Produksi Gripen di Linköping

Gripen+E+production

Saab AB, manufaktur peralatan militer dari Swedia pernah menyebut bahwa sanggup mengirim pesanan perdana jet Gripen C/D ke Indonesia dalam tempo satu tahun setelah kontrak pembelian ditandatangan. Boleh dibilang pernyataan Saab terbilang berani, sebab jarang ada order jet tempur berstatus ‘baru’ yang bisa dirampungkan dalam kurun waktu satu tahun. (more…)

Medium Girder Bridge: Jembatan Taktis Andalan Zeni Tempur TNI AD

IMAG1469

Dalam gelaran operasi militer, laju gerak ranpur dan rantis kerap membutuhkan dukungan dari satuan zeni. Semisal jembatan di suatu wilayah telah rusak atau hancur oleh gempuran lawan, atau bisa juga memang ada medan berat yang merintang, seperti sungai dan ceruk yang dalam, maka solusinya adalah keberadaan jembatan darurat atau kerap disebut jembatan taktis militer. (more…)

Imbas Konflik Laut Cina Selatan, Pacu Modernisasi Kekuatan Laut di Asia Tenggara

0,,16259037_303,00

Saat pemerintah Tiongkok terus memberi tekanan kepada dua negara tetangganya, yakni Jepang dan Filipina, Panglima TNI Jenderal Moeldoko telah mengambil sikap yang belum pernah diperlihatkan sebelumnya terhadap masalah ini. “Laut Cina Selatan telah menjadi titik utama persengketaan maritim di Asia. Dua pengklaim-nya adalah Cina dan Taiwan, sementara empat negara lain – Brunei, Malaysia, Filipina dan Vietnam – semuanya merupakan anggota ASEAN. Ini merupakan inti dari posisi Indonesia juga,” tulis Moeldoko dalam Wall Street Journal Asia (24/4/2014). (more…)