Tag: ALKI

Bukan Lewat Selat Malaka atau Selat Sunda, Kapal Selam Nuklir Cina Mungkin Pilih Lintasi Selat Lombok

Meski belum banyak penampakan kapal selam AL Cina di Samudera Hindia, namun, cepat atau lambat, munculnya armada kapal selam Sang Naga tinggal menunggu waktu saja. Indikasi tersebut sudah terlihat, semisal dari pembangunan pangkalan angkatan laut Cina di Gwadar, Pakistan dan aktvitas Lanal AL Cina di Djibouti, Afrika Timur. Bahkan, seperti memagari Samudera Hidia, Cina pun tengah membangun basis militer dari Pulau Feydhoo Finolhu di Maladewa yang disewa oleh Cina senilai US$4 miliar. (more…)

KRI Spica 934 Lakukan Misi Hidrogafi-Oseanografi di Area Lintas Laut Strategis Nasional

Kondang namanya sebagai kapal perang yang mampu mendeteksi keberadaan CVR (Cokpit Voice Recorder) Boeing 737 Max 8 Lion Air JT-610 di Perairan Tanjung Pakis, Karawang, KRI Spica 934 dikabarkan bakal melakukan misi survei hidro-oseanografi di area lintas laut strategis nasional yang menghubungkan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I dan ALKI II, yaitu di sebelah timur laut Pulau Bawean. (more…)

Setelah Setahun Tak Beroperasi, Radar AR 325 Commander di Satrad 224 Kini Telah Berfungsi Normal

Satuan Radar (Satrad) 224 di Kecamatan Kwandang, Gorontalo Utara punya peranan vital, utamanya memantau ruang udara di Selat Makassar yang juga menjadi Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) dan langsung bersinggungan dengan  wilayah batas laut Filipina bagian selatan. Namun sudah setahun belakangan satrad ini tidak dapat beroperasi, lantaran radar yang digunakan mengalami kerusakan. Dan baru pada 16 Februari 2020, radar dari jenis AR 325 Commander akhirnya dapat beroperasi kembali. (more…)

Mutakhirkan Data ALKI I Area Selat Karimata, KRI Spica 934 Jalankan Misi Hidro-Oseanografi Selama 60 Hari

KRI Spica 934, kapal riset dan survei bawah air canggih yang berhasil menemukan lokasi black box CVR (Cockpit Voice Recorder) dari puing pesawat Boeing 737 MAX 8 Lion Air JT-610 di Perairan Karawang, saat ini diwartakan tengah mempersiapkan misi baru untuk  melaksanakan survei  hidro-oseanografi di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I area Selat Karimata. (more…)

Pangkohanudnas: ALKI III Jadi Wilayah ‘Favorit’ Pelanggaran Wilayah Udara Nasional

Keberadaan ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia) tak hanya menjadi magnet bagi lalu lalangnya kapal selam asing, lebih dari itu ALKI faktanya juga menjadi rute favorit bagi pelanggaran wilayah udara nasional atau yang populer disebut “black flight.” Dan diantara tiga ALKI, ALKI III yang menghubungkan wilayah Pasifik Selatan (Laut Filpina) dan Samudera Hindia adalah yang paling kerap menerima aksi pelanggaran udara. (more…)

Misi Anti Kapal Selam, TNI AL Waspadai “Shadow Zone”

Teknologi sonar (Sound Navigation And Ranging) sampai saat ini masih yang paling diandalkan dalam misi peperangan bawah air, khususnya dalam mengendus keberadaan dan posisi kapal selam lawan. Namun, apa yang terjadi bila ada suatu zona di bawah laut yang aman atau bebas dari suhu dan salinitas. Maka yang muncul adalah shadow zone, wilayah di bawah permukaan laut yang tidak dapat dideteksi oleh sonar pencari. Di shadow zone inilah acap kali kapal selam lawan atau kapal selam asing dapat ‘ngetem’ sembari melakulan misi pengintaian. (more…)

Pantau Pergerakan Kapal Selam Asing, TNI AL Berniat Adopsi “SOSUS” di ALKI

Dengan formasi kekuatan lima kapal selam Type 209, kekuatan tempur bawah laut Indonesia masih jauh dari kata ideal. Sebagai respon atas keterbatasan menghadapi potensi peperangan bawah air, TNI AL punya sejumlah senjata AKS (Anti Kapal Selam). Bekal torpedo SUT, roket AKS, dan bom laut (depth charge) sudah tersedia sejak lama di frigat/korvet dan KCT (Kapal Cepat Torpedo), dan tak lama lagi dari aspek udara bakal hadir helikoper AKS AS-565Mbe Panther untuk Puspenerbal. Meski begitu, tantangan terbesar adalah bagaimana cara memantau pergerakan kapal selam asing, dengan teritori laut yang sedemikian luas, mustahil dilakukan ronda kapal patroli dan pesawat pengintai secara efektif. (more…)

IMSS, Radar Pengawas Garis Pantai Selat Malaka

small coastal surv

Rasanya bakalan sulit bila armada patroli TNI AL, Bea Cukai, dan Polisi Air jika harus senantiasa mengawasi kawasan perairan pantai secara terus-menerus. Selain biaya operasional yang besar untuk meronda laut, pengawasan pantai kerap menimbulkan gesekan kepentingan. Nah, agar pengawasan wilayah pantai lebih efekif, efisien dan bisa dilakukan 24 jam, maka solusinya adalah dengan mengadopsi teknologi radar pantai.

(more…)

AR 325 Commander: Radar Kohanudnas Pemantau Ruang Udara ALKI II

radar3

Wilayah Ambalat adalah salah satu hotspot di perbatasan yang kerap menimbulkan tensi tinggi antara Indonesia dan Malaysia. Selain potensi gesekan di perairan, adanya gesekan yang menyangkut ruang udara juga potensial terjadi, sebut saja TNI AU beberapa kali pernah menyiapkan flight jet pemburu F-16 Fighting Falcon dan Sukhoi Su-27/Su-30 di Lanud Tarakan sebagai pangkalan aju bagi jet tempur TNI AU untuk menjangkau area Ambalat. (more…)