
Sebuah rekaman video yang beredar luas telah memberikan visualisasi paling jelas mengenai helikopter serang berat terbaru Cina yang dikenal sebagai Changhe Z-21. Kemunculan dokumentasi berkualitas tinggi ini secara dramatis menggeser status Z-21 dari yang sebelumnya hanya berupa rumor dan penampakan prototipe jarak jauh yang kabur, menjadi sebuah analisis visual yang sangat detail mengenai bentuk airframe, sensor, stasiun persenjataan, hingga fitur pertahanan diri. (more…)

Meskipun prosedur pendaratan darurat (precautionary landing) akibat kendala teknis merupakan hal yang lumrah dalam dunia penerbangan militer, sebuah insiden unik baru saja menimpa armada udara Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) yang ditempatkan di Korea Selatan. (more…)

India dikenal punya geografi menantang, yang salah satunya dicirikan dari wilayah pegunungan tinggi di Himalaya, yang juga dikenal sebagai kawasan rawan konflik karena berbatasan dengan Cina. Beberapa pangkalan militer India di Himalaya diketahui dibangun di atas ketinggian lebih dari 4.000 meter di atas permukaan laut (mpdl). Sebut saja Daulet Beg Oldi yang dikenal sebagai bandara militer tertinggi di dunia (4.411 mpdl). (more…)

Ada kabar baik bagi para penerbangan helikopter serang AH-64E Apache Guardian, pasalnya Elbit Systems of America (Elbit America) baru saja meluncurkan Next Generation Helmet Mounted Display (HMD) system yang diberi label X-Sight. (more…)

Dengan program akuisisi alutsista bernilai jumbo, maka banyak hal positif yang didapat dari industri pertahanan dalam negeri India. Masih dalam terminologi alih teknologi dan offset, Tata Boeing Aerospace Limited (TBAL), perusahaah joint venture India – Amerika Serikat, mewartakam telah mengirimkan komponen fuselage (badan helikopter) pertama AH-64E Apache pesanan Angkatan Darat India. (more…)

Merespon dinamika pertempuran masa kini, Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) diwartakan melengkapi kemampuan baru pada helikopter serang AH-64E Apache. Kemampuan baru yang dimaksud bukan pada aspek persenjataan, melainkan bekal perangkat proteksi untuk menghalau serangan rudal hanud MANPADS dengan pemandu infrared.
(more…)

Di MEF (Minimum Essential Force) Tahap I, pengadaan alutsista di lini helikopter tempur punya perhatian tersendiri, dibuktikan dengan langkah TNI untuk ‘out of the box’ dengan membeli helikopter berkualifikasi full kombatan Mi-35P Hind dan berlanjut ke order pengadaan AH-64E Apache Guardian. Seperti diketahui, porsi kekuatan helikopter pemukul Puspenerbad sejak lama hanya bertempu pada heli transpor multirole yang dipersenjatai secara terbatas, seperti NBO-105, Bell 205 A1, NBell 412, dan Mil Mi-17 V5. (more…)

Hubungan Indonesia dan Amerika Serikat nampak kian mesra, setelah Indonesia dipercaya senat AS untuk membeli rudal anti tank FGM-148 Javelin, Indonesia pun mendapat restu senat AS untuk membeli delapan unit helikopter tempur super canggih, AH-64E Apache Guardian Block III. Lepas dari kontroversi yang mungkin timbul, yang jelas ini menjadi lompatan yang revolusioner bagi kavaleri udara TNI AD, setelah sebelumnya sudah memiliki heli tempur besutan Rusia, Mil Mi-35P Hind. Dari segi gengsi, pamor Indonesia terdongrak, sebab hanya segelintir negara di luar AS yang diizinkan membeli Apache, seperti Israel, Inggris, Belanda, Yunani, Mesir, Jepang, dan Singapura. (more…)

Bila di darat dikenal jenis ranpur IFV (Infantry Fighting Vehicle), yakni wahana transport personel yang dipersenjatai dengan kanon kaliber menengah, sehingga cukup efektif untuk menyerang sasaran secara langsung, di lingkup TNI AD bisa dicontohkan dengan hadirnya Marder 1A3. Nah, dalam wujud yang lain, kavaleri udara TNI AD juga punya The “Flying IFV.” Punya kehandalan dan kegarangan setara Marder, tapi IFV yang satu ini wujudnya adalah helikopter. (more…)