Netizen di Indonesia tentu kenal dengan AV8 Gempita 8×8, inilah keluarga ranpur (panser) berpenggerak delapan roda yang menjadi kebanggaan Angkatan Bersenjata Malaysia. Dan ada kabar terbaru terkait debut AV8 Gempita, dimana pada ajang Defence Services Asia (DSA) 2022 pada akhir Maret lalu, telah diperlihatkan varia terbaru dari Gempita, yakni armoured mortar carrier (AMC) – alias varian pembawa mortir. (more…)
Bersamaan dengan ‘donasi’ baterai sistem hanud S-300 dari Slovakia ke Ukraina, turut terangkat nama Zuzana 2000 8×8 155/45 mm self propelled howitzer (SPH). Sumber dari beberapa media internasional menyebut, bahwa tengah ada negosiasi yang intens antara Pemerintah Ukraina dan Slovakia untuk pembelian 16 unit Zuzana. (more…)
Mencomot desain BTR-80 yang legendaris, BTR-3 juga lumayan kondang dipasar ranpur lapis baja amfibi roda ban berpenggerak 8×8. Bila BTR-80 adalah produksi Rusia, maka BTR-3 adalah buatan rivalnya, yakni Ukraina. Mulai digunakan sejak tahun 2000, debut BTR-3 masif dioperasikan di laga konflik Donbass, Myanmar hingga Nagorno-Karabakh. (more…)
Nama International Armored Group (IAG) kurang familiar dalam jagad vendor alutsista di Indonesia, namun setidaknya ada produk dari manufaktur asal Uni Emirat Arab (UEA) ini yang digunakan oleh institusi di Tanah Air, yaitu IAG Jaws 4×4 yang digunakan oleh Unit Anti Teror Mabes Polri. Lain dari itu, IAG rupanya juga punya produk berupa ranpur roda ban berpenggerak 8×8, yang masuk kualfikasi Infantry Fighting Vehicle (IFV). (more…)
Ada kabar baru dari ranpur amfibi yang konon dulu pernah dilirik Korps Marinir, yaitu VPK-7829 Bumerang produksi VPK company. Bukan tentang upgrade persenjataan, kali ini diwartakan Bumerang punya aksesoris baru pada lapisan proteksinya. Menjadikan ranpur beroda ban berpenggarak 8×8 ini tampil dengan bodi ‘gemuk.’ (more…)
Pemerintah Thailand rupanya berniat betul untuk memberdayakan industri pertahanan di dalam negerinya, alih-alih menerima tawaran pengadaan ranpur amfibi dari luar negeri, Kementerian Pertahanan Negeri Gajah Putih itu justru memilih ranpur APC amfibi produksi perusahaan dalam negeri untuk kebutuhan Korps Marinir. (more…)
Nama Belarusia lumayan kondang dalam jagad alutsista di Indonesia, terlebih negara sekutu Rusia ini menjadi lokasi upgrade dan perbaikan berat (overhaul) untuk jet tempur Sukhoi Su-27/Su-30 Skadron Udara 11 TNI AU. Dan belum lama berselang, ada kabar bahwa Belarusia telah memperkenalkan ranpur baru rancangan dalam negeri yang diberi label BTR Volat V2. (more…)
Jarak antara Indonesia dan Nigeria jelas terpaut sangat jauh, namun, untuk urusan alutsista rupanya ada sedikit kesamaan ‘pilihan,’ yaitu sama-sama mengoperasikan ranpur amfibi BTR-4 buatan Ukraina. (more…)
Meski sampai saat ini belum juga menuai pesanan, hadirnya prototipe ranpur lapis baja APC (armored personnel carrier) dengan kemampuan amfibi produksi PT Pindad, yakni Anoa 2 6×6 Amphibious, sempat membuat warganet di Indonesia bangga. (more…)
Ketimbang negara-negara tajir di Timur Tengah, Uni Emirat Arab (UEA) terbilang yang getol dalam mengembangkan industri alutsistanya, meski banyak uang, rupanya UEA tak ingin terus-terusan bernasib sebagai negara konsumen saja. Di segmen ranpur lapis baja, UEA telah merilis prototipe Infantry Fighting Vehicle (IFV) berpenggerak 8×8 yang diberi label Al Wahash (Wild Falcon). (more…)