Sukhoi Su-37 Terminator – Jet Tempur Fly by Wire yang Terlupakan, Redup Sebelum Diproduksi

Nama “Terminator” rupanya bukan hanya disematkan pada kendaraan tempur (ranpur) lapis baja (BMPT Terminator), di Rusia, nama Terminator juga melengkapi kehadiran jet tempur yang ‘terlupakan,’ yakni Sukhoi Su-37 Terminator. Dibanding varian Su-27/Su-30 series, nama Su-37 Terminator jelas jarang disebut, namun, faktanya Su-37 Terminator pernah hadir dengan terbang perdana pada 2 April 1997 dan resmi diperkenalkan pada 25 Oktober 1997.

Baca juga: Rusia Rayakan 45 Tahun Sukhoi Su-27 Series, Raih Ekspor 700 Unit Su-27/Su-30 Sejak Tahun 2000

Dalam kelurga Sukhoi, Su-37 dijuluki NATO sebagai Flanker-F. Su-37 Terminator dirancang oleh Sukhoi Design Bureau sebagai technology demonstrator. Salah satu perannya adalah meningkatkan kontrol pilot Su-27M (kemudian berganti nama menjadi Su-35). Su-37 dibuat dari basis Su-27M (T10M-11) kesebelas oleh Komsomolsk-on-Amur Aircraft Production Association sebelum dipasang thrust-vectoring nozzles.

Terlepas dari penambahan nozzle thrust-vectoring, Su-37 secara desain tidak jauh berbeda dari Su-27M yang dilengkapi canard. Sebaliknya, para insinyur berfokus pada avionik pesawat. Tidak seperti Su-27M sebelumnya, Su-37 memiliki sistem kontrol penerbangan fly-by-wire digital yang secara langsung terhubung dengan sistem kontrol thrust-vectoring.

Sistem kontrol senjata pada Su-37 Terminator juga telah ditingkatkan, karena mencakup radar pulse-Doppler phased-array N011M Bars yang menyediakan kemampuan deteksi sasaran udara-ke-udara dan udara-ke-darat secara simultan. Radar itu mampu melacak 20 target udara dan mengarahkan rudal ke delapan di antaranya secara bersamaan. Sebagai perbandingan, garis dasar Su-27M N011 hanya bisa melacak 15 target udara dan melibatkan enam dari mereka secara bersamaan.

Sepanjang program uji terbang, Su-37 menunjukkan kemampuan manuver supernya di udara, seperti melakukan manuver seperti jungkir balik 360 derajat. Apesnya, sebuah Su-37 jatuh pada Desember 2002 karena kegagalan struktural.

Dibanding generasi Su-27, maka Su-37 Terminator mengalami modifikasi besar pada tatak letak kokpit. Selain layar head-up, Su-37 memiliki empat multi-function colour liquid crystal display Sextant Avionique yang diatur dalam konfigurasi “T”. Sistem ini memiliki perlindungan lampu latar yang lebih baik daripada layar tabung sinar katoda monokrom Su-27M.

Dengan thrust-vectoring, Su-37 Terminator mampu menampilkan supermaneuverability, yang memungkinkan pilot untuk mengembangkan manuver dan taktik tempur baru, yang meningkatkan efektivitasnya dalam pertempuran udara. Di antara manuver baru adalah Super Cobra, yang merupakan variasi dari Pugachev’s Cobra dan didemonstrasikan selama Farnborough Airshow pada September 1996.

Super Cobra berevolusi menjadi kulbit (jungkir balik), di mana Su-37 melakukan putaran 360 derajat dengan radius putar yang sangat ketat. Menurut pilot uji Anatoly Kvochur, vektor dorong akan memberikan pesawat keuntungan yang cukup besar dalam pertempuran udara jarak dekat. Meskipun begitu, para kritikus mempertanyakan manfaat praktis dari manuver semacam itu.

Su-37 Terminator pernah didemonstrasikan di Paris Air Show 1997. Meskipun hanya mampu tampil pada hari terakhir pertunjukan, penyelenggara mengakui Su-37 sebagai pesawat yang menonjol di acara tersebut. Pesawat kemudian berpartisipasi dalam pertunjukan udara MAKS di Moskow, Pameran Pertahanan Internasional di Dubai, dan pertunjukan udara FIDAE di Santiago, Chili.

Dengan berakhirnya masa pakai mesin, pesawat kemudian mengganti AL-37FU dengan mesin AL-31F produksi standar yang tidak memiliki nozel bergerak.

Program uji terbang berakhir pada 19 Desember 2002, ketika bagian ekor horizontal pesawat putus selama manuver high-g, yang menyebabkan kecelakaan di Shatura, dekat Moskow. Kegagalan struktural disebabkan beban yang berlebih selama enam tahun pengujian. Sang pilot Yuri Vashuk dapat terlontar dengan selamat dalam insiden tersebut.

Baca juga: Jet Tempur Eksprimen Sukhoi Su-47 Tampil Statis dan Terkesan ‘Sakral’

Su-37 Terminator sempat masuk ke dalam tender pengadaan pesawat tempur di Brasil dan Korea Selatan, tetapi gagal mendapatkan pelanggan asing. Secara resmi, Su-37 tidak pernah masuk fase produksi, meskipun ada laporan pada tahun 1998 yang mengklaim bahwa Sukhoi telah membangun Su-37 unit kedua menggunakan badan pesawat Su-27M unit kedua belas, dan T10M-11 tetap menjadi satu-satunya prototipe yang dibuat untuk Su-37 Terminator. (Bayu Pamungkas)