Spanyol Resmi Order 20 Unit Eurofighter Typhoon “Halcon”, Gantikan F/A-18 Hornet

Melanjutkan tawaran dari Eurofighter GmbH pada pertengahan Oktober 2020, kepastian kini telah datang dari Pemerintah Spanyol, bahwa Negeri Matador itu telah resmi mengorder 20 unit jet tempur Typhoon untuk menggantikan F/A-18 Hornet yang saat ini berpangkalan di Pulau Canary. Kabar tersebut dirilis oleh Airbus Defence and Space (ADS) pada 23 Juni 2022, bahwa NATO Eurofighter and Tornado Management Agency (NETMA) telah menandatangani kontrak penting untuk akuisisi 20 jet Eurofighter generasi terbaru.

Baca juga: Gantikan F-18 Hornet, Eurofighter Tawarkan Typhoon ‘Halcon’ ke Spanyol

Dikenal sebagai program Halcon, pesanan tersebut akan mencakup pengiriman armada Eurofighter Typhoon yang dilengkapi radar E-Scan (Electronically Scanned) dengan komposisi terdiri dari 16 kursi tunggal dan 4 kursi ganda. Typhoon versi awal dilengkapi mechanically scanned radar CAPTOR-M. Radar ini masih menganut sistem konvensional yaitu scanning dilakukan dengan mengarahkan fisik antena. Radar ini kemudian digantikan dengan Active Electronically Scanned Array (AESA) CAPTOR-E.

Kontrak ini akan membuat armada Eurofighter Spanyol nantinya akan menjadi total 90 pesawat. Dengan pengiriman pertama pada tahun 2026, pesawat baru ini akan meningkatkan dan memposisikan armada tempur Angkatan Udara Spanyol di antara sekutu NATO dengan jet tempur paling modern yang dikembangkan di Eropa, serta yang tak kalah penting, Spanyol secara langsung ikut mengamankan aktivitas industri pertahanannya hingga tahun 2030. Bersama Inggris, Jerman dan Italia, Spanyol dikenal sebagai negara anggota konsorsium pengembang jet tempur Typhoon.

“Pesanan tambahan ini memperkuat komitmen Spanyol tidak hanya terhadap Eurofighter tetapi juga untuk pengembangan dan lingkungan industrinya,” kata Mike Schoellhorn, CEO Airbus Defense and Space, dalam siaran pers. Akuisisi pengadaan ini mencapai senilai €2,043 miliar, dan telah disetujui oleh Dewan Menteri Spanyol pada 14 Desember 2021, yang mencakup pengadaan termasuk pesawat, mesin, simulator, dan layanan dukungan yang diperlukan.

Armada jet tempur Typhoon telah melayani Angkatan Udara Spanyol sejak tahun 2003, angkatan udara negara itu mengoperasikan Eurofighter dari pangkalan udara Morón (11th Wing) dan Albacete (14th Wing), mengamankan wilayah Spanyol dan memainkan peran kunci di jantung NATO dalam berbagai misi patroli udara di Baltik dan baru-baru ini Laut Hitam. Dengan kedatangan pesawat baru ini, Spanyol juga akan melengkapi pangkalan ketiga dengan jet Eurofighter, yaitu di Gando, Kepulauan Canary, yang merupakan markas bagi 46th Wing.

Varian senjata andalan Typhoon

Eurofighter Spanyol dirakit, diuji dan dikirim dari fasilitas Airbus Getafe (Spanyol). Perusahaan pertahanan dan teknologi nasional utama terlibat dalam proses manufaktur. Airbus juga telah bekerja di Getafe berkoordinasi dengan Pusat Logistik Persenjataan dan Eksperimental (CLAEX) Angkatan Udara Spanyol untuk membuat berbagai modifikasi seperti implementasi paket perangkat lunak CM02+ baru untuk Tranche 1 Eurofighter.

Peningkatan taktis utama yang ditawarkan oleh perangkat lunak ini adalah kapasitas baru untuk penargetan otomatis senjata udara-ke-permukaan setelah integrasi pod penargetan Litening-III. Kemampuan udara-ke-udara dan udara-ke-permukaan lebih lanjut juga telah diperkenalkan, bersama dengan peningkatan sistem komunikasi.

Baca juga: Gantikan F-4E Phantom, Yunani Lirik 30 Unit Eurofighter Typhoon Milik AU Inggris

Eurofighter adalah program pertahanan terbesar di Eropa. Selain kemampuan teknologinya, proyek Eurofighter Typhoon ikut mengamankan lebih dari 100.000 lapangan pekerjaan di Eropa. Hingga saat ini, program Eurofighter telah mencatat 681 pesanan pesawat ke 9 negara di seluruh dunia. (Bayu Pamungkas)

2 Comments