Singapore Airshow 2024 – Pengunjung asal Cina Ditolak Masuk ke A400M Atlas Milik Jerman, Airbus Layangkan Permintaan Maaf

Dianggap punya potensi pasar yang besar, Airbus terus menampilkan pesawat angkut berat A400M Atlas dalam demo statis di Singapore Airshow, yang dipercaya sebagai pameran dirgantara terbesar di Asia. Pada Singapore Airshow 2016, 2018 dan 2020, Airbus Defence and Space ‘meminjam’ A400M milik Angkatan Udara Malaysia. Namun, entah mengapa pada Singapore Airshow 2022 dan yang terbaru 2024, Airbus justru meminjam A400M milik Angkatan Udara Jerman (Luftwaffe). Dan rupanya ada kasus terkait A400M Jerman selama Singapore Airshow 2024 yang dihelat pada 20 -25 Februari 2024 di Changi Exhibition Center.

Baca juga: Akhirnya! Kontrak Efektif Dua Airbus A400M Pesanan Indonesia Telah Berjalan

Dikutip BBC.com, pengunjung pameran dari Cina mengklaim bahwa mereka dilarang naik atau masuk ke pesawat A400M AU Jerman. Padahal, pengunjung dari negara lain diperbolehkan masuk. Bahkan, saat Singapore Airshow 2018, Indomiliter.com pernah masuk ke ruang kargo A400M AU Malaysia tanpa hambatan, atau ditanyai tentang asal warga negara oleh petugas.

Dalam salah satu video yang beredar luas, yang direkam oleh seorang blogger Cina pada akhir pekan, nampak seorang petugas wanita yang mengenakan tanda pengenal Airbus terlihat menanyakan kewarganegaraan pada pengunjung pria yang berusaha memasuki pesawat angkut Airbus A400M milik angkatan udara Jerman.

Airbus A400M Atlas AU Malaysia, saat dipamerkan di Singapiore Airshow 2016.

Petugas wanita mengatakan kepada pengunjung pria itu, bahwa dia perlu memeriksa kewarganegaraannya “karena itu adalah pesawat Jerman”. Dan ketika pengunjung mengatakan bahwa Ia adalah warga negara Cina, petugas tersebut langsung menolak masuk pengunjung tersebut, dengan mengatakan “itu peraturan Jerman, dan ada pembatasan militer”.

Buntut dari insiden tersebut, memicu kontroversi dan komentar negatif dari media nasional Cina. Sementara pejabat Jerman belum memberikan komentar atas insiden tersebut, namun pihak Airbus telah mengatakan pihaknya meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Airbus telah memposting permintaan maaf serupa di akun resminya di Weibo.

Blogger lain mengatakan dia diusir oleh staf militer Jerman, dan dia telah mengajukan keluhan resmi kepada penyelenggara pertunjukan udara dengan tuduhan diskriminasi terhadap warga Cina.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran Eropa terhadap akses mata-mata Cina terhadap teknologi militer Barat. (Gilang Perdana)

Angkatan Laut Spanyol Sulap Airbus A400 Jadi Pesawat Intai Maritim

5 Comments