Simorgh Sukses Terbang Perdana – Pesawat Angkut Turboprop Multirole Produksi Iran

Karena tekanan politik dan ekonomi, maka tak ada jalan bagi Iran untuk gigih dalam pengembangan teknologi tinggi, khususnya di sektor pertahanan. Masih di sektor pertahanan, kali ini ada kabar Iran tak melulu pada pengembangan dan produksi sistem senjata pemukul, seperti rudal dan drone kamikaze. Tanpa basa-basi, Negeri Para Mullah pada 30 Mei 2023 telah membuat gebrakan besar pada segmen pesawat angkut.

Baca juga: Ukraina Luncurkan Antonov An-178-100R – Pesawat Angkut Militer Sedang Pengganti An-12

Berada lama di bawah sanksi Barat dan internasional, rupanya manufaktur pesawat Iran Aircraft Manufacturing Industries (HESA), justru mampu mengembangkan dan memproduksi pesawat angkut sedang multirole. Diberi label Simorgh (burung kuno legenda Persia), pesawat bermesin turboprop ini berhasil melakukan tahapan penerbangan perdana pada 30 Mei lalu.

Dikutip dari Kantor Berita Iran – IRNA, disebut bahwa Simorgh dirancang sesuai untuk kondisi cuaca di Iran, membuatnya sangat berharga untuk meningkatkan kemampuan pertahanan, khususnya dalam menunjang logistik dan mobilitas pasukan.

Keberadaan Simorgh pertama kali diungkapkan oleh pihak berwenang setahun yang lalu, dengan gambar yang dirilis oleh pemerintah Iran.

Uji terbang pesawat digambarkan memiliki karakteristik menguntungkan seperti kelincahan, bobot ringan, dan kapasitas kargo yang tinggi dilaporkan telah dilakukan di sebuah pangkalan udara di kota Isfahan, Iran tengah.

HESA diklaim sudah memiliki lisensi manufaktur untuk turboprop. Meski merupakan pesawat yang benar-benar baru diproduksi, Simorgh sejatinya diadaptasi Iran dari pesawat angkut turboprop buatan Ukraina, Antonov An-140. Namun, oleh Iran, Simorgh dimodifikasi sehingga menjadi pesawat dengan fitur untuk penggunaan militer, seperti pintu kargo belakang (ramp door) – komponen yang memerlukan modifikasi besar pada empennage yang harus dinaikkan.

Baca juga: Ilyushin Il-112V – Andalan Rusia di Segmen Pesawat Angkut Sedang

Simorgh ditenagai oleh turboprop Klimov TV3-117 yang diimpor dari Rusia. Menurut HESA, Simorgh memiliki kapasitas muatan enam ton dan jangkauan terbang sekitar 900 km (dengan muatan penuh). Sejauh ini, tidak diketahui berapa unit Simorgh yang akan diproduksi untuk kebutuhan militer Iran. (Bayu Pamungkas)

2 Comments