Silent Arrow GD-2000: Punya Akurasi Tinggi, Inilah Penghantar Kargo Udara dengan Kemampuan Senyap

Bagi US Special Operations Command (SOCOM), mengirimkan bekal logistik dan amunisi kepada unit pasukan di lini terdepan membutuhkan beragam trik khusus. Dalam lingkup pengiriman kargo dari udara, jenis wahana yang digunakan sebagai penghantar muatan harus punya akurasi tinggi dan tentu saja sesenyap mungkin. Pilihan yang umum digunakan adalah Joint Precision Airdrop System (JPADS), berupa parasut dengan pemandu GPS (Global Positioning System). Namun, bagi militer sekelas Amerika Serikat, JPADS punya beberapa kelemahan, terutama dari kapasitas payload.

Baca juga: GPS Guided Bomb – Harapan Implementasi Bom Pintar Untuk Indonesia

Berangkat dari kasus di atas, dikembangkan wahana dengan kategori unpowered tandem-wing guided delivery vehicle. Wahana kombinasi antara kemampuan bom pintar dan drone ini dilepaskan dari ketinggian 457 meter hingga 7.620 meter. Wahana yang disebut sebagai Silent Arrow GD-2000 ini diluncurkan dari pintu rampa pesawat sekelas C-17 Globemaster atau C-130 Hercules, bahkan tidak menutup kemungkinan dilepaskan dari helikopter.

Dikutip dari ainonline.com (12/9/2019), Silent Arrow yang resmi dirilis pada DSEI 2019 disebut telah sukses dalam serangkaian uji coba sejak 2017 oleh SOCOM di Pendleton UAS Test Range, Oregon. Yates Electrospace Corporation (YEC) selaku pengembang Silent Arrow menyebut telah mendapatkan kontrak dari Inggris.

Chip Yates, CEO YEC menyebut bahwa prinsip Silent Arrow mirip pesawat layang dengan tambahan kemampuan kendali untuk menentukan arah. Saat dimuat ke dalam ruang kargo pesawat, Silent Arrow ibarat sebuah peti biasa, namun saat dilepaskan di udara, maka ada empat sayap tandem yang akan mengembang dari lipatan. Sayapnya dibuat dari bahan baja, aluminium, busa dengan lapisan vinil.

Mirip bom pintar yang melesat stand-off, Silent Arrow dapat mencapai jarak luncur hingga 64 km, tentu bergantung pada jarak ketinggian saat dilepaskan. Dari jarak tersebut, kira-kira waktu melayang paling lama Silent Arrow hingga mendarat adalah 12 menit. Kecanggihan Silent Arrow adalah sudah adanya fitur autopilot untuk meningkatkan akurasi pendaratan.

Baca juga: Rafael SPICE-2000 – Bom Pintar Dibalik Serangan India ke Pakistan

Sebagai wahana pembawa kargo, Silent Arrow dapat membawa muatan (payload) hingga 740 kg, sementara bobot penuh wahana ini mencapai 907 kg. Dari spesifikasi, Silent Arrow punya panjang 2,4 meter, lebar 0,6 meter dan tinggi 0,6 meter. Pasca DSEI 2019, pihak YEC menyebut sudah ada perjanjian untuk melakukan uji coba Silent Arrow di 33 wilayah. (Bayu Pamungkas)

7 Comments