Sierra Technical Perkenalkan 5GAT, Target Drone dengan Kemampuan Stealth

Keberadaan target drone sudah jamak dalam dunia militer, di Indonesia misalnya, target drone lazim digunakan dalam sesi latihan di satuan Artileri Pertahanan Udara. Umumnya target drone yang digunakan menggunakan platform tenaga propeller, ada juga yang menggunakan platform turbin, meski sangat terbatas, seperti target drone PMRobotics JT-240 dan Jalak yang dikembangkan PT Sari Bahari.

Baca juga: Inilah β€œJalak,” Target Drone Lansiran PT Sari Bahari

Itu semua sudah terdengar biasa, namun lain yang dikembangkan Negeri Paman Sam. Disebut sebagai Fifth Generation Aerial Target (5GAT), inilah prototipe target drone bermesin jet yang disebut-sebut punya kemampuan stealth. Dikutip dari aviationweek.com, 5GAT adalah target drone generasi kelima yang dikembangkan Tehachapi Sierra Technical Services, sebuah perusahaan start-up asal California.

Meski diperkenalkan oleh start-up, namun desain dan rancangan 5GAT ditangani langsung oleh para insinyur pensiunan Lockheed Martin Skunk Works. Dan beberapa foto 5GAT telah diperlihatkan ke publik setelah drone ini melakukan uji mesin di lapangan untuk pertama kalinya. Uji terbang perdana 5GAT rencananya akan dilakukan pada kurtal pertama 2020 ini.

Beberapa komponen 5GAT, seperti mesin disebut berasal dari jet latih Northrop T-38 dan F-5E Tiger. Persisnya mesin yang digunakan 5GAT adalah dua unit General Electric J85 yang mampu melesatkan drone ini sampai level high subsonic. Indikasi target drone ini berkemampuan stealth terlihat dari adopsi model ekor miring (canted tails) dan serpentine inlet ducts untuk jalur masuk udara ke mesin.

Meski disebut sebagai target drone, 5GAT juga dapat dikembangkan sebagai loyal wingman yang punya kemampuan stealth. Pihak Tehachapi menjelaskan bahwa biaya produksi target drone ini kelak akan berada di bawah US$10 juta per unit.

Dari desain, 5GAT bakal menjadi lawan yang berat untuk dijatuhkan, pasaknya 5GAT dapat melakukan manuver yang super lincah, seperti perubahan dari +7.5g dan 2g dalam waktu yang singkat. Meski begitu, karena ada keterbatasan dalam daya dorong, aksi manuver ekstrem target drone ini tidak dapat dilakukan dalam waktu yang lama.

Seperti apakah aksi target drone ini selanjutnya, sebaiknya kita tunggu kabar uji terbang perdananya yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini. (Gilang Perdana)

6 Comments