Sierra Nevada Garap Pesawat Pengganti E-4B “Doomsday Plane”, Pilihan Tetap pada Platform Boeing 747

Meski punya julukan sangar, E-4B “Doomsday Plane” sudah berusia tua, menjadikan Airborne Strategic Command and Control Post ini rentan dalam platform pesawat tua Boeing 747-200. Sebagai catatan, E-4B Nightwatch terbang perdana pada 13 Juni 1973, dan Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) saat ini mengoperikan empat unit E-4B, bersiap sebagai wahana kendali operasi tempur darurat, termasuk saat terjadi perang nuklir.

Baca juga: Bisa Terbang Selama Seminggu, Inilah Kemampuan “Doomsday Plane” yang Datang (Lagi) ke Jakarta

Lantaran berada dalam platform pesawat yang telah uzur, kini Pentagon telah bersiap untuk memperbaharui “Doomsday Plane” dalam generasi yang lebih modern, khususnya dengan menggunakan platform pesawat yang lebih baru. Untuk itu, Departemen Pertahanan AS telah menunjuk Sierra Nevada Corporation untuk membangun pengganti E-4B “Doomsday Plane.”

Persisnya, Sierra Nevada Corporation telah mendapatkan kontrak senilai lebih dari US$13 miliar untuk program Survivable Airborne Operations Center (SAOC) – pengganti E-4B “Doomsday Plane.” Mengingat kerahasiaan, belum ada rincian tentang kontrak tersebut, hanya terbatas pada hal-hal yang diungkapkan secara normatif.

Boeing E-4B terlihat parkir di apron Bandara Soekarno-Hatta pada 23 Januari 2018.

Dalam dokumen yang dirlis Departemen Pertahanan, kontrak tersebut mengatur pengembangan dan produksi SAOC Weapon System yang mencakup pengiriman pesawat, pengembangan rekayasa dan manufaktur, sistem terkaut pada dukungan di darat, produksi pesawat, dan dukungan kontraktor sementara.

Pekerjaan SAOC akan dilakukan di Englewood, Colorado; Sparks, Nevada; Beavercreek, Ohio; dan Vandalia, Ohio, dan diharapkan selesai pada 10 Juli 2036. Kontrak ini merupakan akuisisi yang kompetitif, dan dua penawaran lain telah diterima. Dana penelitian, pengembangan, pengujian, dan evaluasi tahun fiskal 2024 sebesar US$59 juta diwajibkan diterima pada saat pemberian kontrak.

Pemberian kontrak kepada Sierra Nevada Corporation sudah diharapkan, setelah Boeing mengonfirmasi bahwa pihaknya tidak lagi bersaing untuk mendapatkan kontrak SAOC pada bulan Desember 2023. Ini juga merupakan salah satu kontrak terbesar yang diberikan kepada perusahaan tersebut, yang di masa lalu telah mengerjakan upgrade pesawat A-29 Super Tucano, pesawat Operasi Khusus M-28, C-130, serta program Athena ISR Angkatan Darat.

Mirip dengan E-4B, SAOC baru akan menjadi varian khusus dari pesawat turunan komersial, yang dilaporkan telah dipilih oleh perusahaan namun belum diumumkan. Salah satu opsi yang mungkin adalah Boeing 747-800. Seperti dikutip Theaviationist.com, persyaratan yang diminta adalah pesawat jet dengan empat mesin. Namun, satu-satunya kendala adalah produksi Boeing 747 telah berakhir tahun lalu, sehingga dalam hal ini, Angkatan Udara AS harus membeli pesawat bekas untuk dikonversi jika akhirnya tetap pada pilihan 747-800.

“Untuk memenuhi kebutuhan operasional, sistem persenjataan akan terdiri dari p[esawat turunan komersial yang akan dimodifikasi untuk memenuhi kebutuhan militer,” kata juru bicara Angkatan Udara kepada Breaking Defense. “Pengembangan sistem senjata keamanan nasional yang penting ini memastikan kemampuan Komando, Pengendalian, dan Komunikasi Nuklir AS tetap relevan dan aman secara operasional selama beberapa dekade mendatang”.

Jumlah pesawat yang akan dikirimkan tidak diketahui, namun beberapa laporan menyebutkan Angkatan Udara AS berencana membeli 8-10 pesawat untuk armada SAOC.

E-4B Nightwatch
E-4B adalah Boeing 747-200 yang dimodifikasi dan berfungsi sebagai National Airborne Operations Center (NAOC) yang menyediakan pusat komando, kendali, dan komunikasi terbang untuk mengarahkan pasukan nuklir (dan konvensional), dengan menerima, memverifikasi, dan menyampaikan EAM (Emergency Action Messages).

Empat unit E-4B beroperasi dengan Angkatan Udara AS dan dioperasikan oleh Air Force Global Strike Command di Pangkalan Angkatan Udara Offutt, Nebraska. Satu pesawat biasanya mengudara setiap 12 jam, dan satu lagi siap berangkat dengan pemberitahuan 5 menit.

Dorsal radome.

E-4B, yang dirancang untuk membawa pejabat tinggi AS dan selalu mendukung perjalanan Air Force One ke luar negeri, dirancang khusus untuk menjaga para pengambil keputusan AS tetap hidup jika terjadi perang nukli dan krisis lainnya. Oleh karena itu, ia harus mampu terbang melalui EMP (pulsa elektromagnetik) apa pun dengan sistem yang tidak terluka. Itu sebabnya Boeing 747 yang telah dimodifikasi secara besar-besaran ini tidak dilengkapi glass cockpit modern, namun avionik kuno bergaya analog lebih tahan terhadap EMP.

E-4B dilindungi dari efek pulsa elektromagnetik dan memiliki sistem kelistrikan yang dirancang untuk mendukung elektronik canggih dan berbagai macam peralatan komunikasi. Sistem komunikasi satelit canggih menyediakan komunikasi seluruh dunia bagi para pemimpin senior melalui pusat operasi lintas udara. (Gilang Perdana)

Bukan Cuma AS yang Punya “Doomsday Plane,” Inilah Ilyushin Il-80 Maxdome dari Rusia

One Comment