Setelah Inggris, Giliran Taiwan Borong Jackal – Drone Copter Bersenjata Rancangan Turki

Flyby Technology dari Turki terbilang beruntung dalam meraih order penjualan drone bersenjata, setelah sebelumnya bersama Thales dipinang untuk memperkuat lini Unmmaned Combat Aerial Vehicle (UCAV) Angkatan Udara Inggris (Royal Air Force). Kini kabar terbaru datang dari Taiwan, yang mana drone quadcopter bersenjata Jackal, meraih pesanan untuk Angkatan Darat dan Korps Marinir Taiwan.

Baca juga: Sukses Luncurkan Rudal LMM, Inilah “Jackal” – Drone Copter Rancangan Turki untuk Angkatan Udara Inggris

Dikutip dari janes.com (15/9/2023), Gostat Aerospace & Technology Taiwan dan Flyby Technology telah menandatangani perjanjian untuk memungkinkan transfer teknologi (ToT) untuk memproduksi drone Jackal di Taiwan.

Cheng-Fang Lo, CEO dari Geostat menyebut, “perjanjian tersebut ditandatangani pada Taipei Aerospace & Defense Technology Exhibition 2023 (TADTE 2023) yang akan menghasilkan produksi 160 unit drone Jackal untuk digunakan oleh Angkatan Darat Taiwan (RoCA) dan Korps Marinir RoC. Cheng-Fang mengatakan bahwa produksi massal Jackal di Taiwan akan dimulai pada awal tahun 2024 dan GEOSAT akan mulai mengirimkan UAV ke pasukan pada akhir tahun.

Jackal akan digunakan untuk pertempuran serta operasi intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR), tambah Cheng-Fang.

Dia mengatakan bahwa ketika digunakan dalam pertempuran, Jackal akan dilengkapi dengan dua rudal udara-ke-permukaan jarak pendek. Rudal-rudal ini bisa berukuran 2,75 inci yang dipasok oleh National Chung-Shan Institute of Science and Technology (NCSIST) milik pemerintah Taiwan atau dapat diperoleh dengan membeli dari Northrop Grumman atau Thales.

Drone Jackal adalah platform Vertical Take Off and Landing (VTOL) dan dapat digunakan untuk Battlefield Air Interdiction, Close Air Support, melibatkan helikopter dalam penerbangan, dan berperan sebagai tank killer.

Menurut Flyby Technology, banyak negara tidak mampu membeli helikopter serang modern atau jet tempur modern. Dalam hal ini Jackal menawarkan solusi hemat biaya dengan risiko kecil. Kemampuan lepas landas dan pendaratan vertikal drone menghilangkan kebutuhan akan landasan pacu yang rentan dan memungkinkannya beroperasi dari lokasi tersembunyi seperti hutan dan daerah perkotaan.

Baca juga: Bisa Intai Sekaligus Serang, Rusia Luncurkan Grom, Drone Quadcopter Lipat untuk Infanteri

Jackal dalam sekali mengudara dilengkapi dua peluncur rudal Lightweight Multirole Missile (LMM) produksi Thales. Rudal LMM punya 13 kg dengan panjang 1,3 meter dan jangkauan tembak 6 km, serta dapat mendeteksi jarak target dengan laser range finder.

Dari spesifikasi, Jackal dapat membawa beban seberat 15 kg dan mencapai jarak tempuh 100 km. Versi baru Jackal terus dikembangkan dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas muatan dan jangkauan. (Gilang Perdana)