Setelah F-35C, Kini Giliran F-35B Lightning II Uji Gotong Rudal Jelajah Anti Kapal AGM-158 LRASM
Setelah belum lama melakukan uji terbang pertama dengan membawa rudal udara ke udara Meteor (inert), maka pada 4 Maret 2025, Lockheed Martin mengumumkan uji terbang perdana jet tempur stealth F-35B Lightning II dengan membawa rudal anti kapal jarak jauh berdesain ‘siluman’ AGM-158C Long Range Anti-Ship Missile (LRASM) di bawah sayap.
Baca juga: Foto Pertama F-35 Lightning II Gotong Rudal Jelajah Anti Kapal AGM-158C LRASM
Sebelumnya pada bulan September 2024, F-35C Lightning II juga melakukan uji terbang perdana dengan membawa AGM-158C LRASM. Dalam siaran pers, disebut Lockheed Martin dan F-35 Pax River Integrated Test Force (ITF) menyelesaikan uji terbang awal yang mengintegrasikan LRASM ke jet tempur F-35B Lightning II.
Sebagai bagian dari Block 4 upgrade pada F-35, sistem serang AGM-158 LRASM diintegrasikan untuk dibawa secara eksternal pada F-35, yang menambahkan lebih banyak kemampuan misi multiperan bagi jet tempur generasi kelima. Penerbangan ini menandai dimulainya F-35B AGM-158 strike systems flight sciences test program, sebuah langkah penting untuk menghadirkan teknologi canggih ini kepada para pilot tempur AS.
“Integrasi keluarga sistem serang AGM-158 menghasilkan jangkauan dan daya mematikan yang lebih tinggi terhadap target strategis yang dilindungi dengan ketat,” juga Jon Hill, vice president and general manager, Air Dominance and Strike Weapons Lockheed Martin Missiles and Fire Control.
Dengan lebih dari 20 tahun pengalaman menyediakan rudal jelajah yang sangat mampu bertahan dan akurat, Lockheed Martin menggabungkan dominasi udara F-35 dengan kemampuan unik sistem senjata JASSM dan LRASM untuk meningkatkan kesiapan tempur.
Sebelum ini, F-35 tidak memiliki rudal anti kapal khusus, sehingga integrasi AGM-158C LRASM menjadi tambahan yang berharga. AGM-158C LRASM adalah rudal jelajah anti kapal berpemandu presisi yang diluncurkan dari udara, rudal ini telah beroperasi sejak 2018, yang selama ini dipasangkan pada jet tempur F/A-18 Super Hornet dan yang terbaru sebagai senjata penghancur untuk pesawat intai P-8A Poseidon.
AGM-158C LRASM memiliki sistem pemandu semi-otonom dan jangkauan sekitar 200 mil laut (sekitar 370 kilometer). Rudal tersebut dapat meluncurkan hulu ledak seberat 454 kg pada kecepatan subsonik.
Selain digunakan oleh Angkatan Laut AS, AGM-158C LRASM juga dikembangkan untuk memberi Angkatan Udara AS opsi serangan di wilayah maritim. LRASM adalah varian antikapal dari AGM-158 Joint Air-to-Surface Standoff Missile (JASSM) dan sudah dapat diluncurkan dari pesawat pembom B-1B Lancer Angkatan Udara AS.
Lebih dari 1.100 F-35 saat ini beroperasi di seluruh dunia, dan armadanya telah mencapai satu juta jam terbang. (Gilang Perdana)
Lockheed Martin Umumkan Pencapaian Global Satu Juta Jam Terbang Jet Tempur Stealth F-35 Lightning II
AGM 158 adalah rudal jelajah anti kapal. Nah sekarang ALRI sedang mempersiapkan akan membeli kapal-kapal fregat dengan kemampuan untuk menangkis rudal jelajah seperti ini.
Baru-baru ini ada kunjungan delegasi utusan negeri Opa Edo di antaranya membahas pengadaan fregat I class untuk AL kita. Kemungkinan besar I Class akan jadi dibeli. Berapa kemungkinan akan dibeli ? Kita akan lihat jangkauannya yaitu 5700 nm pada kecepatan 14 knot.
5700 x 1,852 ÷ 6,28 = 1680,955 km
6.400.000 ÷ 1680,955 ÷ 1680,955 ÷ 3,14 x 3 =
2,1640 dibulatkan 2 unit.
Jadi I class kemungkinan besar akan dibeli 2 unit juga. Skema pembelian jika jadi dibeli kemungkinan akan seperti pengadaan PPA fregat. Nah ada 2 unit kapal I class yang Januari kemarin diluncurkan yaitu TCG Izmir dan TCG Izmit. Apakah mereka akan berganti paspor berlambang garuda? Ya nggak tau saya. Kita tunggu saja kabar selanjutnya dan semoga tidak ada drama-drama soal skema pembayaran lagi.
Hihihihi. Nunggu bantingan si jago banting. Delulu bin Halu.