Setelah Digunakan Pasukan Khusus, Heckler & Koch Kini Pasok Senapan Serbu H&K G95A1 untuk Infanteri Jerman

Setelah gugatan Heckler & Koch (H&K) atas keputusan Bundeswehr (Angkatan Bersenjata Jerman) yang memilih Haenel MK 556 sebagai pengganti senapan serbu H&K G36, maka ada kabar terbaru dari Berlin, bahwa Heckler & Koch akhirnya telah memulai pengiriman senapan serbu G95A1 dan KA1, yakni untuk menggantikan senapan serbu G36 yang saat ini digunakan pasukan infanteri Jerman.
Pada tanggal 19 Mei 2025, Heckler & Koch secara resmi memulai pengiriman senapan serbu G95A1 dan KA1 ke Angkatan Bersenjata Jerman. Senapan ini, yang dikembangkan oleh produsen Jerman Heckler & Koch yang berkantor pusat di Oberndorf, Baden-Württemberg, merupakan hasil dari tender Eropa yang panjang dan rumit yang diluncurkan pada tahun 2017 untuk mengganti senapan G36 yang sudah menua.
H&K G95A1 sebelumnya telah digunakan oleh pasukan khusus Jerman, Kommando Spezialkräfte (KSK) dan Kommando Spezialkräfte Marine (KSM).
Senapan serbu G95A1 yang dipesan sebanyak 118.718 pucuk, didasarkan pada platform HK416 A8, salah satu senapan modular yang paling teruji di lapangan dalam pasukan NATO. G95A1 standar dilengkapi dengan laras 16,5 inci (420 mm), sedangkan varian KA1 yang lebih pendek memiliki laras 14,5 inci (368 mm).

Senjata ini dilengkapi dengan free-floating handguard, sistem operasi piston gas, dan ambidextrous fire control group. Berbeda dengan G36 yang berat polimernya, G95A1 menggunakan lebih banyak komponen aluminium, yang meningkatkan daya tahan dan akurasi tetapi juga menambah bobot.
Senapan ini dilengkapi dengan optik ELCAN Specter DR yang menawarkan pembesaran 1x hingga 4x, meskipun laporan menunjukkan penundaan integrasi dengan alat bidik ini. Alat bidik cadangan mekanis tetap tersedia, yang memastikan redundansi dalam pertempuran. Pengiriman pertama mencakup 390 pucuk dan aksesori, dengan pengujian yang dilakukan di berbagai lingkungan seperti kondisi Arktik, gurun, dan hutan.
Heckler & Koch G36C – Senapan Serbu ‘Compact’ Juga Untuk Pasukan Khusus TNI
Dibandingkan dengan G36, G95A1 menawarkan akurasi yang lebih unggul, modularitas yang ditingkatkan, dan kemampuan beradaptasi yang lebih baik terhadap berbagai profil misi. Namun, hal itu mengorbankan bobot dan kompleksitas yang lebih tinggi. Platform HK416, yang menginspirasi seri G95, telah menjadi referensi standar untuk senapan serbu modern, menggantikan desain lama di seluruh negara NATO. Sebaliknya, G36, yang diperkenalkan pada tahun 1990-an, memiliki konstruksi yang sangat padat dengan polimer dan tidak memiliki integrasi rel dan kompatibilitas optik yang dibutuhkan dalam pertempuran saat ini.
[the_ad id=”77299″]
G95 dianggap lebih kuat daripada HK416 dalam beberapa aspek karena sejumlah modifikasi dan peningkatan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pasukan khusus Jerman (KSK dan KSM). G95 menggunakan material yang ditingkatkan untuk meningkatkan daya tahan senjata di lingkungan ekstrem. Beberapa bagian, seperti pelapis laras dan komponen internal, mungkin menggunakan material yang lebih tahan korosi dan aus, sehingga G95 dapat bertahan lebih lama di kondisi cuaca yang keras seperti lembab, pasir, dan salju.
Secara strategis, G95A1 memperkuat komitmen Jerman terhadap interoperabilitas NATO dan berkontribusi untuk memperkuat daya tembak infanteri sebagai bagian dari transformasi pertahanan yang lebih luas. Penerapannya sejalan dengan rencana Jerman yang diumumkan untuk mengembangkan angkatan bersenjatanya menuju struktur berkekuatan 460.000 personel dan memodernisasi sistem persenjataan inti dalam konteks meningkatnya ancaman keamanan di Eropa. (Gilang Perdana)
Pasukan Khusus Jerman Jajal Kemampuan Senapan Serbu Heckler & Koch G95 di Wilayah Tropis


