Sempat Tertunda, AU Kuwait Resmi Terima Batch Pertama Jet Tempur Eurofighter Typhoon

Meski telat satu tahun dari jadwal, akhirnya Angkatan Udara Kuwait menerima batch pertama paket pembelian 28 unit jet tempur Eurofighter Typhoon pada hari Selasa (14/12/2021) lalu. Batch pertama Typhoon terdiri dari dua unit varian latih (tandem seat), dimana pesawat ini diterbangkan langsung dari Turin, Italia ke Kuwait. Guna menunjang penerbangan jarak jauh, AU Italia mengerahkan pesawat tanker KC-767 plus kawalan dari dua Typhoon milik AU Italia.

Baca juga:ย Di Tengah Wabah Corona, Eurofighter Lanjutkan Produksi Typhoon Pesanan Kuwait dan Qatar

Dikutip dari ainonline.com, AU Kuwait pada tahun 2016 mengorder 28 unit Typhoon, terdiri dari 22 unit varian kursi tunggal dan 6 varian tandem seat. Nilai pembelian disebut senilai US$9,062 miliar yang mencakup pelatihan pilot, dukungan ground support, logistik dan operasional selama 3 tahun dari Leonardo dan AU Italia.

Kabarnya, paket pembelian juga mencakup penyediaan peralatan dan perangkat untuk memungkinkan pemasangan unit konversi operasional di Kuwait, serta modernisasi dan modifikasi pada fasilitas di Pangkalan Udara Al-Salem yang didapuk sebagai markas dua skadron Typhoon Kuwait. Leonardo mengatakan pilot Kuwait berlatih di Skuadron ke-4 Angkatan Udara Italia di Grosseto, Italia tengah, sementara pilot uji Leonardo dan instruktur Italia akan mendukung pelatihan awal pilot Kuwait dan OCU (Operational Conversion Unit) di Lanud Al Salem.

Seperti dikutip dari Janes.com (18/3/2020), juru bicara Eurofighter mengatakan pihaknya telah memiliki strategi khusus untuk melanjutkan proses produksi, meski wabah pendemi corona tengah memburuk. Konsorsium di bawah naungan Airbus Defence and Space berkomitmen untuk melindungi jadwal pengiriman atas pesanan jet tempur Typhoon ke Kuwait dan Qatar.

Untuk memenuhi pesanan Kuwait dan Qatar ini, keempat lini produksi nasional akan memproduksi suku cadang masing-masing sesuai lininya, kemudian untuk perakitan akhir akan berlangsung di Caselle (Italia) dan Warton (Inggris). Kontrak Kuwait dilakukan dengan Leonardo, manufaktur asal Italia, dimana proses perakitan akhir Typhoon pesanan Kuwait akan dilakukan di Caselle. Sebaliknya, kontrak Qatar dilakukan dengan BAE Systems dari Inggris, yang menjadikan perakitan akhir Typhoon pesanan Qatar dilakukan di Warton. Baik Leonardo dan BAE System adalah bagian dari konsorsium Eurofighter GmBH.

Dalam rilisnya, Leonardo menyebut bahwa Eurofighter Typhoon yang dioperasikan Kuwait akan menjadi varian tercanggih diantara keluarga Typhoon. Pasalnya, Typhoon Kuwait akan terintegrasi dengan standar terbaru Phase 3 Enhancements Package b (P3Eb) dan akan menjadi yang pertama dilengkapi dengan radar Captor E AESA (ECRS Mk 0).

Radar ECRS Mk 0 dicirikan dengan kemampuan mengembangkan daya emisi tinggi dan memiliki bidang pemindaian yang sangat luas (200 derajat). Radar ini menggabungkan pemindaian elektronik yang dimungkinkan oleh teknologi AESA dengan basis antena bergerak; tidak seperti antena tetap AESA pada pesawat tempur kebanyakan.

Baca juga:ย Gantikan F-4E Phantom, Yunani Lirik 30 Unit Eurofighter Typhoon Milik AU Inggris

Eurofighter Typhoon Kuwait juga akan dilegkapi dengan advanced Sniper laser designator pod yang terintegrasi dengan datalink, kemampuan navigasi VOR dan dapat mengadopsipod P5 ACMI untuk pelatihan penggunaan rudal rudal IRIS-T dan AMRAAM C7. Merujuk ke perjanjian awal, pengiriman pesanan kepada Kuwait dan Qatar, diharapkan dapat dimulai pada akhir 2020. Sehingga pada hingga 2023 kesemua pesanan dapat dikirimkan sesuai jadwal yang telah disepakati. (Gilang Perdana)

3 Comments