Seputar DSEI 2019Klik di Atas

Selain KRI Slamet Riyadi 352, Meriam di KRI Ki Hajar Dewantara 364 Juga Sudah Dilepas

Berita tentang dilepasnya meriam pada frigat Van Speijk Class – KRI Slamet Riyadi 352, menjadi bahan perbincangan di kalangan netizen pecinta dunia militer di Tanah Air. Memasuki masa purna tugas, beberapa persenjataan dan perangkat elektronik yang masih dapat digunakan dari kapal perang buatan Belanda itu memang terus dikaryakan untuk tugas lain, seperti Oto Melara 76 mm yang dipersiapkan untuk melengkapi simulator tempur di Paiton.

Baca juga: Jelang Purna Tugas, Oto Melara 76mm di KRI Slamet Riyadi 352 Beralih Peran

Namun, ternyata bukan hanya KRI Slamet Riyadi 352 yang meriam utamanya dilepas. Masih dari Satuan Kapal Eskorta (Satkor), korvet KRI Ki Hajar Dewantara 364 yang selama ini dikenal perannya sebagai korvet latih, nampak meriam utama pada haluannya juga sudah tidak ada.

Dari sekuel foto yang dikutip dari akun Instagram @military_buzz, terlihat jelas bahwa meriam Bofors 57 mm MK1 pada haluan kapal perang buatan galangan Uljanic Ship Yard, Yugoslavia (1980) tersebut sudah tidak terpasang. Bersama dengan KRI Slamet Riyadi 352, KRI Sambu 902, KRI Teluk Bone 511 dan KRI Tanjung Nusanive 973, KRI Ki Hajar Dewantara 364 memang sudah direncanakan untuk masuk masa purna tugas.

Foto: @military_buzz

Bila Oto Melara 76 mm dari KRI Slamet Riyadi 352 sudah diarahkan untuk melengkapi simulator tempur bagi pelatihan awak senjata, maka belum diketahui nasib Bofors 57 mm MK1 dari KRI Ki Hajar Dewantara 364. Dari kemampuan meriam buatan Swedia tersebut, maka ada potensi Bofors 57 mm untuk digunakan pada kapal perang atau kapal patroli lain.

Bofors 57 mm MK1 saat ini digunakan juga pada KCR (Kapal Cepat Rudal) Mandau Class. Bofors 57 mm MK1 mempunyai jarak tembak maksimum 17.000 meter dengan kecepatan luncur proyetil 1.035 meter per detik. Dalam satu menit, meriam ini dapat memuntahkan 200 proyektil. Denga sudut elevasi laras -10 sampai 78 derajat, meriam ini dapat dikendalikan secara manual atau remote. Untuk penembakan remote menggunakan perangkat pemandu signal WM-28.

Meriam Bofors 57mm MK1 pada haluan.

Baca juga: Bofors 57mm MK.1 – Andalan KCR TNI AL Era-80an

Sebagai kapal perang dengan fungsi latih, KRI Ki Hajar Dewantara 364 punya banyak keunikan, seperti pesawat tempur latih yang punya dua kokpit, maka KDA-364 juga dilengkapi dua anjungan yang letaknya atas dan bawah. Anjungan pertama yang merupakan anjungan biasa terletak di bagian atas. Sementara di bagian bawah adalah anjungan latih. Di dalam anjungan latih juga terdapat berbagai macam instrumen selayaknya anjungan reguler. Dengan adanya anjungan latih, proses praktik siswa bisa lebih mudah dan cepat, tanpa mengganggu operasional kapal. (Haryo Adjie)

16 Comments