Pada tanggal 26 Oktober 2025, Angkatan Laut Amerika Serikat mengalami insiden signifikan di Laut Cina Selatan ketika dua pesawat militernya jatuh dalam rentang waktu yang sangat singkat. Kedua pesawat tersebut beroperasi dari kapal induk bertenaga nuklir, USS Nimitz, yang sedang melakukan operasi rutin di perairan internasional. Meskipun kedua insiden terjadi secara terpisah, kejadian ganda yang melibatkan helikopter dan jet tempur ini menarik perhatian global, terutama mengingat lokasi geografisnya yang sensitif. (more…)
Operasional kapal induk Type 003 Fujian yang berkemampuan EMALS telah membawa kemajuan signifikan, terutama dengan kehadiran pesawat peringatan dini dan kontrol udara (AEW&C) Xian KJ-600. Laporan dan citra terbaru mengonfirmasi bahwa unit KJ-600 yang beroperasi di Fujian kini dilengkapi dengan modul antena di bawah fuselage (badan pesawat) yang secara luas diidentifikasi sebagai sistem setara Cooperative Engagement Capability (CEC). (more…)
Setelah kapal induk Type 003 Fujian resmi beroperasi, maka sorotan atas keunggulan teknologi penerbangan Angkatan Laut Cina beralih ke kapal serbu amfibi – LHD (Landing Helicopter Dock) Type 075 Sichuan. Setelah kapal pertamanya diluncurkan pada akhir Desember 2024, maka fokus perhatian tertumpu pada adopsi teknologi electromagnetic catapult – EMALS (Electromagnetic Aircraft Launch System) yang juga disertakan pada kapal induk helikopter ini. (more…)
Pada 11 November 2025, Angkatan Udara Cina (PLA Air Force/PLAAF) memperingati hari jadinya yang ke-76, secara khusus Angkatan Udara Cina merilis video yang menjadi konfirmasi pertama atas kemampuan operasional gabungan antara tiga aset udara paling canggih mereka berupa terbang formasi atas jet tempur stealth Chengdu J-20, jet tempur spesialis EW (electronic warfare) Shenyang J-16D dan drone tempur stealth (loyal wingman) GJ-11 Sharp Sword. (more…)
Norinco ZBD05 (Type 05) selain menyandang predikat sebagai ranpur lapis baja amfibi ‘tercepat’ di dunia, juga didapuk sebagai ranpur amfibi dengan daya hancur terkuat, khususnya setelah dipasangi peluncur rudal anti tank HJ-10, yang disebut punya kemampuan setara rudal Hellfire buatan AS. Namun, itu saja tidak cukup, Type 05 milik Korps Marinir Cina (People’s Liberation Army Navy Marine Corps – PLANMC) punya kemampuan lain lagi. (more…)
Bom penetrator sebagai penghancur bunker identik dalam operasi serangan udara yang menyasar sasaran terpilih. Dari nama-nama bom penetrator, kebanyakan adalah buatan Amerika Serikat dan Barat, sementara Cina juga punya bom penetrator dengan kemampuan presisi. Salah satu yang relatif baru dan populer adalah YJ-1001-1 dengan berat 1.000 kg. (more…)
Setelah insiden pada 26 Mei 2022, untuk kedua kalinya, pesawat intai maritim P-8A Poseidon milik Angkatan Udara Australia (RAAF) kembali mengalami insiden maut di Laut Cina Selatan, yakni ‘diserang’ oleh jet tempur Angkatan Udara Cina. Bila pada insiden tahun 2022, Poseidon dicegat oleh Shenyang J-16, maka pada insiden 19 Oktober 2025, Poseidon dicegat oleh aktor yang berbeda, yaitu Sukhoi Su-35. (more…)
Rudal anti kapal sangat populer dalam jagad berita alutsista, seperti kerap diuji tembak oleh berbagai jenis kapal kombatan TNI AL. Umumnya rudal anti kapal yang kita kenal merupakan kelompok rudal jelajah – ASCM (Anti-Ship Cruise Missile), namun ada gebrakan dari Pakistan, yang pada tahun lalu meluncurkan rudal balistik anti kapal – Anti-Ship Ballistic Missile (ASBM). (more…)
A satellite imagery new Chinese helicopter. (Captures via X/@RupprechtDeino)
Cina rupanya tidak puas hanya dengan mencontek desain helikopter sedang Sikorsky UH-60 Black Hawk, yang kemudian oleh Harbin Aircraft Industry Group diciptakan berbagai turuan Z-20 “CopyHawk” untuk kebutuhan matra darat, laut, termasuk varian anti kapal selam. Lebih dari itu, Cina sejak tahun 2021 telah terendus akan mengembangkan varian stealth dari Z-20. (more…)
Tidak sepenuhnya mengapung di permukaan seperti kapal biasa, tetapi juga tidak sepenuhnya tenggelam seperti kapal selam, itulah yang disebut semi submersible. Dan belum lama ada kabar bahwa Cina tengah mengembangkan wahana semi sub sebagai peluncur rudal, konsep yang terbilang baru. (more…)