Satukan Keunggulan Abrams, T-90 dan Challenger 2, Inilah “Karrar” MBT Generasi Ketiga Iran

Lewat program Karrar, Iran telah mengumumkan pengembangan Main Battle Tank (MBT) generasi ketiga pada tahun 2016. Namun sejak itu, belum pernah terlihat Karrar digunakan oleh Angkatan Darat Iran, sampai sebuah postingan di akun X “Iran Defense” merilis foto pergerakan Karrar dalam misi penempatan di markas besar Divisi Lapis Baja ke-92 Angkatan Darat Republik Islam Iran (NEZAJA), yang lokasinya berada di  perbatasan Irak, Provinsi Khuzestan.

Baca juga: Rusia Kembangkan T-72B3 Sturm – MBT Tanpa Awak Pertama di Laga Perang Ukraina

Dengan ‘digendong’ tank transporter, penampilan Karrar telah menjadi perhatian analis pertahanan, khususnya di wilayah Timur Tengah. Karrar diproduksi oleh Bani Hashim Defense Industrial Complex, MBT Karrar sejatinya adalah pengembangan dari MBT T-72 era Soviet. Meski begitu, dari segi tampilan, Karrar punya kemiripan dengan MBT T-90M Rusia. Namun, pihak Iran mengklaim bahwa Karrar adalah hasil produk rekayasa independen. Saat ini, Karrar telah diserahkan kepada satuan kavaleri Angkatan Darat Iran.

Seperti halnya pengembangan yang lazim dilakukan pada desain MBT, Karrar punya kemajuan dalam sistem proteksi yang telihat secara signifikan, khususnya dengan adopsi reactive armor amplifies

Peningkatan ini tidak hanya mencakup tindakan defensif, tetapi juga mencakup perombakan besar-besaran pada sistem pengendalian tembakan dengan electro-optical fire control system, laser rangefinder dan ballistic computer. Selain itu, Karrar telah dibekali thermal imaging sights coupled dengan kemampuan fire control. Selain itu, peralatan modern, termasuk sensors designed to detect laser irradiation telah terintegrasi, dan mampu menyerang target yang diam dan bergerak dalam kondisi siang dan malam

Meskipun di awal program Karrar memamerkan mesin yang mampu menghasilkan 1.000 tenaga kuda, masih belum diungkapkan apakah mesin tersebut saat ini digunakan pada T-72F atau dijadwalkan untuk dipasang di masa depan. Rencana ambisius tersebut melibatkan modernisasi semua tank T-72M1 dan T-72C yang tersedia di Iran.

Karrar dilengkapi dengan meriam smoothbore 125 mm dan konsol RCWS (Remote Control Weapon System) yang dioperasikan dari jarak jauh dengan senapan mesin 12,7 mm. Seperti halnya MBT buatan Rusia, Karrar dilengkapi dengan sistem pemuat amunisi otomatis.

Karrar punya kecepatan tertinggi sekitar 70 km per jam, dan jangkauan 500-550 km, namun dapat diperpanjang dengan tambahan 200-280 km dengan tangki bahan bakar eksternal.

Divisi Lapis Baja ke-92, juga dikenal sebagai Divisi Lapis Baja Ahvaz atau Divisi Lapis Baja Khuzestan, adalah satu-satunya divisi Iran yang memiliki tank yang cukup untuk dianggap sebagai divisi lapis baja sejati, bahkan menurut standar regional. Dilengkapi dengan tank T-72, divisi ini dianggap sebagai divisi lapis baja utama Iran.

Divisi Lapis Baja ke-92 dianggap sebagai salah satu unit terbaik di Angkatan Darat Iran, baik dari segi peralatan dan kemampuan tempur. Selain Karrar, persenjataan Divisi Kavaleri ini meliputi MBT M60A1, tank T-72, pengangkut personel lapis baja M113, dan tank Zulfiqar.

Baca juga: Beredar Spekulasi, Ada Label ‘Thales’ di Fire Control System MBT T-90M Rusia

Karrar adalah upaya enjiner Iran untuk menggabungkan fitur-fitur dari MBT T-90 Rusia, MBT M1 Abrams Amerika Serikat, dan MBT Challenger 2 Inggris. Program Karrar diluncurkan menyusul kegagalan Iran untuk mendapatkan lisensi produksi MBT T-90MS dari Rusia. (Gilang Perdana)