Safran (Perancis) Siap Berikan Alih Teknologi 100% untuk Mesin Jet Tempur Stealth AMCA India

Safran Aircraft Engines, manufaktur mesin jet asal Perancis yang memasok Snecma M88 untuk pesawat tempur Dassault Rafale, mengumumkan siap melakukan transfer teknologi 100% mesin jet ke India, yakni dalam program mendukung mesin untuk jet tempur generasi kelima India – Advanced Medium Combat Aircraft (AMCA).

Baca juga: Perancis Tawarkan India Produksi Mesin Jet Tempur Rafale, Inilah Syaratnya

Seperti dilansir eurasiantimes.com (27/1/2024), Duta Besar India untuk Perancis, Jawed Ashraf, mengatakan Safran bersedia melakukan transfer teknologi untuk mendukung program AMCA. Ashraf berbicara kepada media pada tanggal 26 Januari 2024, yaitu selama kunjungan kenegaraan Presiden Perancis Emmanual Macron ke India untuk bergabung dalam parade Hari Republik tahunan di New Delhi.

India dan Perancis sudah mendiskusikan kerja sama antara Safran dan Defense Research and Development Organization (DRDO). Pada bulan Juli 2023, selama kunjungan resmi Perdana Menteri India Narendra Modi ke Paris, kedua negara mengumumkan bahwa road map untuk proyek pengembangan bersama mesin jet tempur akan disiapkan pada akhir tahun itu.

Ashraf mengatakan fokus utama dari pertimbangan saat ini adalah untuk “menyelaraskan spesifikasi mesin dengan kebutuhan jet tempur India di masa depan. “Kesepakatan ini bertujuan untuk mempelajari fase desain aktual, aspek metalurgi, dan elemen penting lainnya yang berkontribusi terhadap pengembangan mesin jet canggih.” Ashraf mengakui bahwa perundingan mengenai kesepakatan itu rumit, dan untuk mengatasi kerumitan tersebut diperlukan adanya titik temu untuk memenuhi target kebutuhan militer India secara keseluruhan.

Safran adalah pemain kunci dalam industri kedirgantaraan, dan bersedia untuk terlibat dengan DRDO di berbagai fase proyek AMCA, termasuk pengembangan desain, sertifikasi, dan produksi.

Ketika perundingan selesai, dan kesepakatan antara perusahaan Perancis dan pihak India tercapai, ini akan menandai perjanjian kedua yang dilakukan India baru-baru ini untuk memenuhi kebutuhan mesin jet yang belum terpenuhi untuk proyek pesawat tempur dalam negeri.

Safran untuk AMCA, GE untuk Tejas Mk2
Pada bulan Juni 2022, selama kunjungan resmi Modi ke Amerika Serikat, pembuat mesin jet Amerika General Electric mengumumkan dalam pernyataan media bahwa GE (General Electric) Aerospace telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Hindustan Aeronautics Limited (HAL) untuk memproduksi mesin jet tempur Angkatan Udara India.

Selain berpotensi menghasilkan pekerjaan baru di India, perjanjian dengan GE akan membantu beberapa fasilitas di AS yang saat ini mendukung pekerjaan mesin GE F414 dengan volume tambahan.

Meskipun kesepakatan Safran di masa depan akan memenuhi kebutuhan mesin jet India untuk proyek AMCA bermesin ganda yang futuristik, perjanjian dengan GE akan melihat kebutuhan tenaga pesawat tempur futuristik lainnya – dalam hal ini, varian Tejas Light Combat Aircraft (LCA) MK2.

India telah memutuskan bahwa pesawat Tejas LCA Mk2 akan dilengkapi dengan mesin jet GE F414, begitu pula LCA Mk1A, dimana HAL akan memproduksi 180 unit Tejas di Bangalore. Mesin jet GE F404 menggerakkan jet LCA Mk1, 40 unit sudah dimasukkan ke dalam Angkatan Udara India dan secara operasional dikerahkan ke dalam dua skuadron.

Pasok Mesin Jet Tempur HAL Tejas MK2, General Electric Produksi Mesin GE F414 INS6 di India

Perjanjian dengan GE mencakup potensi produksi bersama mesin F414 di India. Delapan mesin F414 telah dikirimkan sebagai bagian dari program pengembangan berkelanjutan untuk LCA Mk2.

GE mulai bekerja sama dengan Aeronautical Development Agency dan HAL untuk mendukung pengembangan Light Combat Aircraft (LCA) India dengan mesin F404 pada tahun 1986. Selanjutnya, F404 dan F414 GE Aerospace telah menjadi bagian dari program pengembangan dan produksi LCA Mk1 dan LCA Mk2 . GE telah mengirimkan 75 mesin F404; 99 lainnya sedang dipesan untuk LCA Mk1A. (Gilang Perdana)

5 Comments