Rusia Rancang MLRS Tornado-G Varian ‘Air Droppable’ untuk Pasukan Linud
|MLRS (Multiple Launch Rocket System) selama ini dikenal sebagai arsenal persenjataan berat di lini artileri medan. Lantaran tergolong heavy weapon, sejauh ini MLRS di kaliber 122 mm belum pernah dicicipi oleh satuan lintas udara, padahal satuan (linud) yang mengandalkan penerjunan lewat udara (air droppable) juga membutuhkan bantuan tembakan artileri yang signifikan.
Baca juga: Tornado-G: Berhulu Ledak Lebih Tinggi, Inilah Sistem MLRS 122mm Terbaru dari Rusia
Berangkat dari kondisi di atas, Rusia kini tengah merancang sistem senjata MLRS yang dapat digunakan oleh pasukan linud. Basis MLRS yang diambil untuk proyek ini adalah Tornado-G, yaitu MLRS terbari di kaliber 122 mm. Dikutip dari tass.com (19/11/2021), rencana pengembangan Tornado-G untuk versi linud akan dilakukan oleh Splav Research and Production Association.
“Dengan modifikasi baru, Tornado-G nantinya dapat dijatuhkan dari udara, untuk itu Tornado-G akan dipasang pada platform baru,” ujar CEO Splav Alexander Smirnov. Saat ini, Tornado-G telah dioperasikan Angkatan Darat Rusia, yaitu dengan ditempatkan pada platform truk GAZ-66B dan Ural-4320 6×6.
Tornado-G MLRS, baik roket dan peluncur (versi 2B17) sekilas mirip dengan MLRS jenis lama, yakni yang mengambil basis BM-21 Grad. Meski tampilan serupa, namun roket Tornado-G punya beberapa keunggulan, diantaranya roket yang punya jangkauan lebih jauh dan hulu ledak yang lebih kuat. Sistem Tornado-G sudah dilengkapi automatic positioning, navigation, aiming and laying systems.
Roket Tornado-G 9M538 HE Frag [high explosive, fragmentation] punya panjang keseluruhan 2,64 meter. Sebagai perbandingan, roket sebelumnya 9M521 HE Frag punya panjang 2,84 meter. Segmen hulu ledak pada Tornado-G mengambil bagian 1 meter. Bobot hulu ledak roket Tornado-G HE mencapai 34,5 kg, sementara roket sebelumnya hulu ledaknya hanya 21 kg. Meski begitu, bobot kedua roket tetap sama, yaitu 70 kg.
Roket Tornado-G mengadopsi hulu ledak cluste dengan self-guided multi-purpose submunitions. Roket ini dapat menjangkau sasaran hingga 30 km guna menghantam basis perkubuan infanteri lawan. Beberapa sumber yang belum dapat dikonfirmasikan kebenarnnya bahkan menyebut roket MLRS generasi terbaru ini ada yang telah dibuat untuk mencapai jarak 90-100 km. (Gilang Perdana)
@Bung TN, itu Si Rukimin lagi ngimpi Bung, masak kelas Grad yg jangkauannya cuman 30km mau nyerang Himars yg bisa nyerang Ampe jarak ratusan km??? Hhhhhhhhhh
Sasaran empuk Spike missile, sekali hantam hancur tu alutsista tua. Rusky emang gak becus bikin alutsista, cuma ahli buat propaganda doang.
Pada kebanyakan cing cong nih..yg pntg kapan niy live usa vs russia di donbass?buktiin mana yg terbaik
Itu kalo kena. Tapi nyatanya nggak pernah kena.
BMD-4M RUSSIAN AIRBORNE CAVALRY..
https://youtu.be/HvXzG0Jl3ik
Harus di akui Soal alteleri roket memang rusia lebih strong… dr pada us nato cs,,
Roket Tornado-G 9M538 HE Frag jika menghantam MLRS Himars buatan lapak yg sono, bakal jd spt kerupuk renyah yg diremukan, hancur berkeping2 tuh Himars jd rongsokan.
Memang pastinya Alutsista Rusia dipastingan tiada tanding dan Stroongg Bingiiittt…👍👍👍
Maknyuuss lah….😁😁😁
Apa gunanya Air support kalo Linud masih butuh MLRS air Dropped. Baru keluar cargo pesawat angkut udah kena RPG duluan tuh truk.
Tak yakin kendaraan peluncur ini bisa tahan Serangan bertubi-tubi dari ATGM Javelin serta Ranjau darat seberat 50 kg
Soal Airborne platform Rusia memang lebih atraktif dibandingkan NATO