Rusia Pelajari dan Jadikan M2A2 Bradley ODS-SA Sitaan Sebagai Sasaran Tembak Kanon 30mm

Kilas balik ke Desember 2023, saat itu diwartakan militer Rusia berhasil mendapatkan ranpur M2A2 Bradley ODS-SA dalam keadaan utuh, setelah ditinggalkan oleh pasukan Ukraina di medan perang. Meski berstatus Infantry Fighting Vehicle (IFV), namun M2A2 Bradley faktanya mampu merepotkan pertahanan pasukan Rusia, termasuk berhasil membungkam Main Battle Tank (MBT) T-90M dengan tembakan gencar kanon 25 mm. Nah, belum lama berselang ada kabar, bahwa Rusia telah mempelajari setiap detail dari M2A2 Bradley yang berhasil ditangkap.

Baca juga: Sita Perdana M2A2 Bradley ODS-SA dari Pasukan Ukraina, Koleksi ‘Tangkapan’ IFV Rusia Bertambah

Bukan hanya mempelejari detail dari M2A2 Bradley, Rusia dikabarkan juga telah melalukan serangkaian pengujian pada ranpur battle proven tersebut. Pengujian tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi kerentanan dan menilai kemampuan ranpur M2A2 Bradley.

Selama evaluasi, ranpur M2A2 Bradley menjadi sasaran tembakan dari kanon otomatis 2A42 kaliber 30mm 2A42, dengan menggunakan peluru penusuk lapis baja (armor-piercing rounds) 3UBR6 dan 3UBR8.

Dikutip defence-blog.com (27/2/2024), meskipun hasil pengujian masih dirahasiakan, bukti visual dari layar IFV Bradley menunjukkan tanda-tanda khas pengujian senjata. Selain itu, semua batu bata lapis baja reaktif eksplosif – explosive reactive armor (ERA) berbentuk kotak, yang dikenal sebagai Bradley Reactive Armor Tiles (BRAT), telah dilepas dari sisi lambung ranpur, yang mungkin untuk analisis efek tembakan lebih rinci.

Kemampuan tempur M2A2 ODS-SA dipercayakan pada keberadaan kanon Bushmaster 25 mm, rudal anti tank TOW dan senapan mesin koaksial 7,62 mm untuk efektivitas jarak dekat. Ranpur ini memprioritaskan kemampuan bertahan hidup dengan perlindungan lapis baja yang ditingkatkan, perlindungan fragmentasi pada atap, dan dudukan untuk ubin lapis baja tambahan, yang efektif melawan IED.

Pasukan Rusia dengan cermat mempelajari sampel kendaraan dan senjata militer Barat yang diperoleh di medan perang di Ukraina untuk mengidentifikasi kelemahan mereka. Para analis berpendapat bahwa Rusia tidak mungkin mencoba meniru peralatan militer Barat karena perbedaan konsep taktis dan keterbatasan teknologi basis industri mereka.

Uji coba kendaraan militer hasil tangkapan ini menggarisbawahi upaya berkelanjutan Rusia untuk mengumpulkan data intelijen dan meningkatkan pemahamannya tentang teknologi militer Barat. Namun, tantangan yang terkait dengan keterbatasan teknologi dan kesenjangan doktrin mungkin membatasi kemampuan Rusia untuk mereplikasi atau secara efektif mengintegrasikan peralatan Barat ke dalam persenjataan militernya.

Angkatan Darat AS Rilis Desain XM30 – Infantry Fighting Vehicle Pengganti M2 Bradley

Media sosial Rusia pada 5 November 2023, memposting Bradley M2A2 ODS-SA pertama yang ditangkap Rusia di dekat desa Avdiivka dan Stepove di Oblast Donetsk, Ukraina. Bradley yang ditangkap dari pasukan Ukraina, sudah dilengkapi dengan BRAT dynamic protection kit. Setelah disita, militer Rusia segera memulai proses pemeriksaan dan pembongkaran M2A2 Bradley.

M2A2 ODS (Operation Desert Storm)-SA, pada dasarnya merupakan M2A2 ODS yang dilengkapi dengan elektronik canggih dari varian M2A3. Diproduksi oleh BAE Systems, M2A2 ODS-SA diposisikan sebagai kendaraan tempur lapis baja kontemporer yang secara efisien menggabungkan daya tembak, mobilitas, kemampuan bertahan dan dilengkapi sistem elektronik canggih oleh US Army Armored Brigade Combat Team. (Gilang Perdana)