Rusia Kirim Robot Tempur BMP-3 “Sinitsa” ke Medan Tempur di Ukraina

Jauh sebelum berperang dengan Ukraina, tepatnya pada tahun 2016, Rusia telah memulai uji coba untuk menjadikan ranpur (kendaraan tempur) amfibi BMP-3, sebagai platform tanpa awak dalam proyek “Udar” Unmanned Combat Ground Vehicle (UCGV). Dan lama tak terdengar kabar kelanjutannya, belum lama ini ada kabar bahwa Rusia telah mengirm robot tempur berbasis BMP-3 ke medan tempur di Ukraina.

Baca juga: Udar UCGV – Robot Tempur Lapis Baja dari Platform Tank Amfibi BMP-3

CEO Rostec Sergey Chemezov, berdasarkan laporan dari media Rusia, mengungkapkan bahwa Rusia sedang bersiap untuk melakukan uji coba robot tempur di Ukraina. Perangkat yang dimaksud adalah Infantry Fighting Vehicle (IFV) BMP-3, yang ditingkatkan untuk melakukan kemampuan manuver jarak jauh.

Teknologi yang memungkinkan kendali jarak jauh pada BMP-3 diberi modul Sinitsa, produk dari High Precision Systems, cabang dari Rostec. Atribut modul Sinitsa yang dapat diakses web dapat mengubah BMP-3 berawak menjadi kendaraan yang sepenuhnya robot. Menariknya, modul tersebut dapat dioperasikan dengan stasiun kendali khusus seperti tablet.

Dengan suspensi torsion bar, BMP-3F handal melahap medan off road

Menurut Viktor Litovkin, pensiunan kolonel dan pakar militer, versi robot BMP-3 menjanjikan kinerja medan perang yang mengesankan. Litovkin mengklarifikasi bahwa BMP-3 otomatis bukan hanya drone darat biasa; ini adalah robot tempur yang canggih dan harganya juga cukup mahal.

Pada tahun 2021, informasi awal tentang prototipe BMP-3 Sinitsa muncul. BMP-3, dibuat dengan sasis track, menggunakan mesin UTD-19 berbentuk V dengan tenaga 500 hp. Pabrikan robot tersebut menyatakan model BMP-3 tanpa awak mampu melintasi parit selebar 2,5 meter.

Dikutip Bulgarianmilitary.com, Rostec sebelumnya memproyeksikan kecepatan tertinggi kendaraan robotik tersebut adalah 70 km per jam, dan tangki bahan bakar 700 liternya dapat menempuh jarak 600 km sebelum perlu diisi bahan bakar lagi. Sementara spesifikasi sebenarnya belum dapat dikonfirmasi.

Selain cakupan pemandangan panorama bawaan, modul tempur robotik “Sinitsa” akan menjadi bagian dari kompleks tersebut. Unit mekanis ini akan dipersenjatai dengan meriam utama kaliber 100 mm dan kanon sekunder kaliber 30 mm, serta senapan mesin coaxial kaliber 7,62 mm.

Dilengkapi dengan kamera omnidireksional, robotika BMP-3 akan memungkinkan pengoperasian kendali jarak jauh. Menurut desainer Rusia, perangkat ini akan mampu bekerja secara mandiri, menciptakan medan 3D dengan menggunakan data dari sensor tambahan. Ranpur ini juga akan menampilkan kemampuan AI (kederdasan buatan) untuk membantu pemetaan rute, serta dukungan drone intai mini untuk pengintaian dan pembersihan ranjau.

Imbangi UGV Rusia, Ukraina Kerahkan UGV Ironclad Serbabisa dengan Sasis Artikulasi di Medan Tempur

Berdasarkan berbagai sumber, diketahui bahwa para insinyur militer Rusia telah mengembangkan tiga varian model BMP-3 yang dikendalikan dari jarak jauh dan kompatibel dengan modul Sinitsa. Setiap model berbeda-beda sesuai fungsinya.

1. UDAR UCGV – dilengkapi dengan kubah DUBM-30 epoch yang dipersenjatai dengan kanon 2A42 kaliber 30 mm, senapan mesin PKMT 7,62 mm, dan rudal anti tank Kornet-M, dengan lambung tengah yang ditinggikan.

2. Vikhr UCGV – dilengkapi dengan kubah yang lebih kecil dari Udar. Ranpur ini dibekali kanon 2A72 kaliber 30 mm, senapan mesin koaksial PKMT 7,62 mm, dan dibekali enam rudal anti tank, Kornet-M 9M133M.

3. Prokhod-1 UCGV – merupakan kendaraan anti ranjau tak berawak yang dilengkapi pukat anti ranjau TMT-C dan kubah yang dikendalikan dari jarak jauh dengan senapan mesin berat 12,7 mm. (Gilang Perdana)

2 Comments