Rusia Copot Meriam 2A28 Grom di Ranpur BMP-1, Dipasang Jadi “Meriam Tarik” untuk Dukung Infanteri

Perang yang berlangsung di Ukraina kerap menciptakan kejutan, seperti ‘kawin silang’ antar dua jenis atau platform persenjataan berbeda menjadi suatu bentuk baru. Kabar terbaru yang sedang viral adalah adopsi meriam smoothbore 2A28 Grom kaliber 73 mm, yang menjadi standar senjata pada Infantry Fighting Vehicle (IFV) BMP-1, kini dicopot oleh pasukan Rusia dan dipasang sebagai platform meriam tarik (towed gun) dengan dua roda.

Baca juga: Jalan Berliku, Setelah Dua Tahun Jerman Akhirnya Setujui Penjualan BMP-1 ke Ukraina

Dari kabar yang beredar, adopsi meriam 2A28 Grom ke platform baru disebabkan kondisi ranpur BMP-1 yang mengalami kerusakan, sementara senjatanya masih berfungsi dengan baik.

Diduga militer Rusia mengerahkan meriam 2A28 Grom versi beroda ini untuk mendukung pergerakan infanteri dan operasi pertahanan. Namun, terdapat kekurangan dalam penggunaan jenis meriam ini, yaitu amunisi fragmentasi OG-15V yang sangat eksplosif, dan PG-15V yang mampu menembus lapis baja kemungkinan besar tidak akan menyebabkan kerusakan signifikan pada posisi Ukraina.

2A28 Grom pada BMP-1 adalah meriam smoothbore 73 mm. Jenis meriam ini dirancang untuk memberikan daya tembak yang cukup untuk kendaraan lapis baja ringan dan untuk mendukung pasukan infanteri. Meriam 2A28 Grom dapat menembakkan dua jenis amunisi utama, yaitu proyektil PG-15V yang mampu menembus lapis baja dan proyektil OG-15V yang dapat meledak. Amunisi PG-15V dirancang untuk menembus armor musuh, sedangkan OG-15V ditujukan untuk efek fragmentasi dengan daya ledak tinggi.

Meriam smoothbore memiliki laras yang halus, tanpa alur (rifling) di dalamnya. Ini memungkinkan proyektil untuk bergerak lebih bebas di dalam laras dan sering digunakan untuk menembakkan amunisi jenis tertentu seperti proyektil stabilisasi sirip (fin-stabilized projectiles) atau peluru sabot.

2A28 Grom memiliki jangkauan tembakan langsung sekitar 750 meter, memungkinkan akurasi yang wajar untuk sasaran jarak pendek. Meriam ini dapat mencapai jangkauan maksimal 1300 meter untuk penembakan jarak jauh menggunakan lintasan parabola.

Dengan kru yang terlatih dan penyesuaian yang tepat, khususnya dengan penggunaan drone untuk koreksi tembakan, jangkauan maksimum dapat diperluas hingga 4 kilometer.

2A28 Grom dipasang dalam konfigurasi monoblok, artinya meriam dibuat dari satu bagian, sehingga memberikan peningkatan daya tahan dan kekuatan. Meriam disekrup ke dalam sungsang yang dilengkapi dengan baut baji, mekanisme penguncian yang kuat dan andal. Ejector dipasang di bagian sungsang untuk memastikan ekstraksi efisien setelah penembakan.

2A28 Grom telah banyak digunakan pada kendaraan tempur infanteri BMP-1. Meskipun meriam ini relatif tua, namun tetap efektif dalam kondisi pertempuran tertentu, terutama ketika dimodifikasi dan digunakan sebagai senjata tarik untuk dukungan infanteri atau operasi pertahanan, seperti yang ditunjukkan oleh adaptasi Rusia baru-baru ini pada pangkalan 2B9 Vasylok automatic mortar. Adaptasi ini menunjukkan kecerdikan dalam menggunakan kembali peralatan militer, meskipun efektivitas terhadap posisi yang dipertahankan dengan baik mungkin dibatasi oleh ketersediaan amunisi. (Gilang Perdana)

Di Finlandia, Ranpur IFV BMP-1 dan Kanon M242 Bushmaster di “Kawin Silang”

2 Comments