Rusia ‘Bangkitkan’ Munisi Kaliber 45mm untuk Artileri

(Ilustrasi)

Selain penggunaan munisi kaliber sedang 30 dan 57 mm, ada kabar bahwa Rusia akan menggunakan kembali munisi kaliber 45 mm. Munisi 45 mm kondang digunakan pada era Uni Soviet, salah satunya digunakan untuk senjata anti tank M-42. Namun, belakangan munisi 45 mm seolah terlupakan dan tak lagi digunakan di arsenal persenjataan Rusia.

Baca juga: Modernisasi Senjata Anti Tank untuk Infanteri, Australia Adopsi Carl Gustaf M4

Menyadari setiap ukuran kaliber punya sisi keunggulan tersendiri, mendorong Rusia untuk mulai melakukan rekonstruksi pada munisi 45 mm. Dikutip dari Topwar.ru (10/11/2021), NBO Pribor Scientific and Production Association mulai menggarap pengembangan munisi 45 mm. NBO Pribor membuat keputusan untuk membuat ulang amunisi 45 mm, termasuk dengan sistem peledakan jarak jauh yang dikendalikan.

Detail untuk rekonstruksi munisi 45 mm belum diungkap ke publik. Namun, munisi 45 mm yang akan dibuat disasar untuk segmen artileri, seperti meriam otomatis, sampai kegunaan peluncur untuk mendukung granat otomatis 40/45 mm baru dengan sistem peledakan di udara. Sejauh ini, belum ada informasi yang dilaporkan tentang pengembangan meriam otomatis 45 mm dan adopsinya, tetapi pada tahun 2018, perusahaan Techmash mengumumkan dimulainya pekerjaan pada munisi baru.

Seperti yang dikatakan direktur Tekhmash, Vladimir Lepin, dalam sebuah wawancara dengan Rossiyskaya Gazeta pada tahun 2018, meriam otomatis 45 mm Rusia dapat menjadi penemuan nyata di abad ini. Menurutnya, negara Barat masih menggunakan kaliber 40 mm, sedangkan Rusia bisa mengembalikan kaliber 45 mm.

Munisi kaliber 45 mm diproduksi di Uni Soviet dan pertama kali digunakan oleh Tentara Merah pada Perang Dunia II, dan berlanjut kemudian di era Soviet. Seiring perkembangan, munisi 45 mm digantikan dengan munisi kaliber 30 mm yang disebut lebih “aman”. Di Barat, kaliber 40 mm telah menyebar luas dan masih digunakan sampai sekarang. Di segmen artileri, yang cukup populer digunakan yaitu oleh Bofors L70/40.

Baca juga: “Still Strong,” India Tempatkan Meriam Tua Bofors 40mm L/70 di Wilayah Perbatasan Cina

Diasumsikan bahwa penggunaan kanon dengan kaliber 45 mm akan meningkatkan kemampuan tempur untuk menghancurkan kendaraan musuh lapis baja ringan dan drone. Munisi kaliber 45 dapat menempati ceruk tengah antara kaliber 30 mm, yang dianggap terlalu “lemah” dan kaliber 57 mm, yang oleh beberapa ahli persenjataan disebut “berlebihan”. (Gilang Perdana)

2 Comments