Seputar DSEI 2019Klik di Atas

Rudal Anti Kapal: Membelah Cakrawala Ciutkan Nyali Lawan

Ujicoba penembakan rudal Yakhot dari KRI Oswald Siahaan 354
Ujicoba penembakan rudal Yakhot dari KRI Oswald Siahaan 354

Masuk dalam keluarga artileri kapal perang, rudal anti kapal (anti ship missile) berperan untuk menghancurkan kapal yang ada di permukaan. Etalase rudal anti kapal milik TNI AL terbilang beragam.

Bila di segmen rudal darat ke udara, dan rudal udara ke udara punya platform yang baku, maka lain hal di segmen rudal anti kapal. Ada percampuran, alias irisan antara rudal anti kapal dengan rudal udara ke darat (air to surface missile/ASM) atau (air to ground missile/AGM). Ini tak lain, beberapa jenis rudal anti kapal, yang memang dilepaskan dari kapal, nyatanya juga terdapat versi lainnya yang dilepaskan dari pesawat tempur dan bomber. Beberapa rudal yang ‘hidup’ di dua segmen diantaranya adalah Exocet, Harpoon, Tomahawk, dan C-802.

Bahkan dalam varian yang lain, rudal anti kapal juga ditawarkan dengan platform peluncur di darat,  biasanya dengan memadukan konsep kontainer yang ditarik truk, versi ini populer diadopsi oleh Exocet, C-802, dan Styx. Dan jadilah konsep ini sebagai elemen rudal pertahanan pantai, berfungsi menghancurkan kapal perang lawan dari wilayah pantai. Pola inilah yang kini didengungkan oleh angkatan bersenjata Iran dalam menghadapi ancaman agresi militer Barat.

Untuk urusan rudal anti kapal, secara kualitas Indonesia tidak tertinggal dan bisa mengimbangi kebutuhan dalam aspek keamanan. Selain terus menambah dan memperbaharui sistem rudal anti kapal pada armada frigat, korvet, dan KCR (kapal cepat rudal). Dari segi geopolitik, dengan kian banyak kapal perang TNI AL yang dilengkapi rudal, daya deteren juga bakal meningkat. Ujung-ujungnya merupakan hal positif juga yang didapat masyarakat, setidaknya kapal asing yang mencoba melakukan misi usaha ilegal dan pengintaian jadi harus berpikir dua kali.

Perlu jadi catatan, gelar rudal anti kapal akan lebih cepat memiliki efek deteren ketimbang rudal jenis lain, pasalnya rudal di segmen ini bisa diubah untuk tujuan ofensif (penyerangan) ke pihak lain. Maka dari itu, hadirnya rudal C-802, C-705 dan Yakhont sedikit banyak akan menjadi bahan analisa ancaman bagi negara-negara tetangga. Dan harus jujur diakui, saat ini hanya di segmen rudal anti kapal, TNI dapat unjuk gigi dimata militer negara lain. (Haryo Adjie Nogo Seno)

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=YKGg1faRuxU]

23 Comments