Rheinmetall Ermine – Rantis Buggy Bertenaga Hybrid untuk Pasukan Lintas Udara Belanda

Nama Rheinmetall begitu dikenal sebagai manufaktur pertahanan yang memproduksi berbagai macam persenjataan berat, seperti ranpur lapis baja, meriam, kanon reaksi cepat sampai amunisi kaliber besar. Namun, di Eurosatory 2024 yang dihelat di Paris (17 – 21 Juni 2024), Rheinmetall membuat terobosan baru dengan meluncurkan varian rantis (kendaraan taktis) buggy dengan tenaga hybrid (hibrida) “Ermine” yang dirancang untuk mendukung mobilitas pasukan lintas udara.

Baca juga: Chaborz M3 4×2 Plus Kornet – Rantis Buggy Andalan Pasukan Lintas Udara Rusia

Meski dari segi tampilan terkesan biasa-biasa saja, kemunculan rantis bertenaga hybrid dari Rheinmentall menjadi menarik untuk dicermati, lantaran salama ini pabrikan asal Jerman ini identik menghasilkan alutsista berkualitas tinggi.

Sejarah Ermine dimulai di Belanda, ketika Kementerian Pertahanan Belanda meluncurkan studi untuk menilai kontribusi elektrifikasi bagi militer. Startup nasional, REEQ (Range Extended Electrical Quad), menjawab tantangan tersebut dengan mengembangkan kendaraan quad listrik.

Hasil pengujian menyoroti bahwa meski potensi tenaga listrik sangat besar, plus kendaraan tidak bersuara dengan tanda termal rendah, juga karena kurangnya knalpot dan kecepatan sangat terkendali, tapi yang menjadi tantangan dimensi platform tidak mencukupi. Guna menjawab persyaratan Kementerian Pertahanan Belanda, kemudia mulai dikembangkan kendaraan modular yang dapat dipasangi dua atau tiga gandar sebagai alternatif.

Permasalahan utamanya adalah mobilitas; berbagai solusi dipertimbangkan untuk menghasilkan pergerakan, transmisi terpusat tetap dipertahankan, dengan satu motor dan diferensial per gandar. Motor dalam roda dianggap terlalu berisiko karena terbatasnya pilihan yang tersedia di pasar, sementara penggerak langsung dibuang karena masalah ciri khas dan biaya.

Seperti dikutip EDR Magazine, solusi yang diadopsi mempertahankan volume kosong yang cukup besar di antara gandar, sehingga baterai dapat dipasang serta paket generator. Setiap gandar dilengkapi dengan satu motor dan diferensial, gandar dipasang pada sasis tulang punggung, semua gandar identik, kendaraan dilengkapi dengan suspensi independen double wishbone. Gandar pertama dan terakhir dapat dikemudikan pada versi 6×6, hal yang sama berlaku untuk kendaraan dua gandar.

Dari kendaraan dasar, tiga varian kemudian dikembangkan meski banyak elemen yang tetap sama. Kendaraan dasarnya adalah quad 4×4 dengan bobot kosong 875 kg dan muatan 500 kg. Power train ini didasarkan pada motor 30 kW per gandar, dan satu baterai lithium ferrophosphate (LFP) 16 kWh yang memastikan daya. Tenaganya diisi ulang oleh mesin diesel berbahan bakar F34 yang terkandung dalam tangki berkapasitas 70 liter.

Dibandingkan dengan kendaraan listrik (saja) yang mampu menempuh jarak 100 km yang dikeluarkan dari studi pertama, Ermine Quad dapat menempuh jarak 1.000 km berkat range extender. Kecepatan maksimum di jalan raya adalah 90 km per jam, pusat gravitasi yang sangat rendah memungkinkan untuk melakukan perjalanan di lereng samping 70%, sedangkan Ermine dapat mendaki kemiringan 90% dan mengarungi aliran air sedalam 500 mm. Kendaraan ini juga dapat menarik trailer dengan massa melebihi 750 kg.

Sedangkan untuk mobilitas udara, empat Ermine dapat diangkut dengan helikopter angkut berat CH-47 Chinook yang dioperasikan Brigade Luchtmobiele 11 Belanda dan banyak unit lain di angkatan bersenjata Eropa. Mereka dapat diangkut secara internal maupun dengan sling, tergantung pada situasi taktis.

Ermine Quad memiliki panjang 2.550 mm, lebar 1.550 mm, dan tinggi 1.500 mm, mengingat adanya roll bar lipat yang melindungi awak jika kendaraan terguling. Semua data yang disebutkan hingga saat ini tetap sama juga untuk versi tanpa awak UGV (Unmanned Ground Vehicle) yang hanya membedakan ketinggiannya, 1.100 mm, karena tidak ada awak yang perlu dilindungi sehingga tidak dipasang rollbar.

Ermine Buggy 6×6 mengambil sebagian besar elemen dari kendaraan dasar. Jelas lebih panjang, keseluruhan 3.250 mm, karena harus mengakomodasi poros ketiga. Juga lebih lebar, 1.700 mm, dan lebih tinggi, 1.820 mm. Massa kering jelas juga lebih tinggi, 1.100 kg, muatan tersisa 500 kg, namun flatbed yang lebih panjang dan lebar memungkinkan fleksibilitas yang lebih besar dalam hal jenis muatan.

Meskipun motor tenaga listriknya tetap sama di setiap poros, Buggy dilengkapi dengan dua baterai dengan jenis yang sama seperti yang disebutkan untuk Quad, atau dengan satu baterai berkapasitas ganda. Mesin dieselnya tetap sama, namun tangki bahan bakarnya lebih besar, 100 hingga 160 liter, sehingga memungkinkan jangkauan maksimum 1.200 km.

Pada pertengahan Maret 2024, Rheinmetall mengakuisisi REEQ, sehingga Ermine menjadi bagian dari portofolio grup yang berbasis di Düsseldorf, Jerman, yang mana kemampuan penelitian dan pengembangan serta produksinya mendorong pengembangan tersebut. Prototipe Ermine telah dikirimkan ke Angkatan Darat Belanda. (Gilang Perdana)

Wessex Saker – Rantis Buggy Bermesin VW Andalan Pasukan Elite SAS di Medan Gurun