RCWS Respati – Produksi Lokal yang Kini Menjadi Sistem Senjata di Ranpur Anoa TNI AD

Teknologi RCWS (Remote Control Weapon Station) bukan lagi sesuatu yang asing, pasalnya RCWS telah hadir di rantis dan ranpur di ketiga matra TNI. Merek dan jenis RCWS yang digunakan juga beragam, namun, tak banyak yang merupakan produksi lokal dan benar-benar diadopsi oleh kesatuan TNI. Salah satu yang mengklaim sebagai merek dan produksi lokal adalah RCWS Respati buatan PT. Respati Solusi Rekatama.

Baca juga: EOS R400S-MK2, Lengkapi Sistem RCWS di Ranpur Pindad Komodo dan Anoa TNI AD

Di ajang Indo Defence 2022, RCWS Respati ditampilkan dalam konsol yang terpasang pada ranpur APC Anoa 6×6, dan ada konsol tunggal yang ditampilkan untuk display di booth (indoor area). Status RCWS Respati pun bukan lagi prototipe, lantaran telah mendapatkan sertifikasi. Diantaranya sertifikat prototipe Dislitbangad 2018, sertifikat tipe Puslaik Kemhan 2019, dan telah terdaftar dalam Kodifikasi Puskodifikasi Kemhan 2021.

Dikutip dari Janes.com, PT Respati Solusi Ekatama menyebut telah mendapatkan kontrak untuk memasok RCWS untuk kebutuhan TNI AD, khusunya untuk melengkapi persenjataan di panser Anoa. Pihak perusahaan mengklaim, RCWS Respati menjanjikan kemudahan perawatan dan biaya operasional yang rendah jika dibandingkan dengan penawaran serupa dari perusahaan lain.

“Selain itu, masalah kerusakan peralatan dan suku cadang dapat diselesaikan lebih cepat, mengingat sebagian besar pemasok kami adalah mitra lokal,” kata perwakilan PT Respati. RCWS Respati resmi diakuisisi oleh TNI AD setelah evaluasi selama enam bulan.

Dalam evaluasi yang dilakukan terhadap dua Anoa terpilih, RCWS Respati menjalani beberapa pengujian dan mode tembak. RCWS dapat dipasang dengan senapan mesin 12,7 mm atau 7,62 mm, dan rangkaian sensornya terdiri dari kamera optik dengan zoom 30x, kamera termal, dan pengintai berbasis laser (laser-based rangefinder).

Dalam situasi yang memerlukan operasi palka tertutup, sistem senjata dikendaikan melalui konsol operator dengan dua joystick. Senjata tersebut juga dapat dioperasikan secara manual, jika kendaraan mengalami gangguan listrik.

Ciri khas dari RCWS Respati mengadopsi siluet rendah dan dapat dipasang tanpa melubangi kendaraan. Secara teknis RCWS Respati punya dimensi 700 mm x 750 mm x 700 mm dan berat 250 kg (tidak termasuk senjata dan amunisi).

Pilihan senjata yang teruji dipasang pada RCWS ini adalah GPMG (Pindad SM2) di kaliber 7,62 mm dan senapan mesin berat M2HB atau Pindad SM5 (CIS 50MG) di kaliber 12,7 mm. Untuk kotak amunisi, bila menggunakan kaliber 12,7 mm, kota munisi berisi 150 butir peluru. Sedangkan bila menggunakan kaliber 7,62 mm, kotak munisi berisi 300 butir peluru.

Baca juga: Aselsan SARP, Modul RCWS di Rantis Turangga 4×4 Paskhas TNI AU

RCWS Respati didukung sistem manajemen pertempuran, sistem deteksi tembakan dan sistem pemantau kesadaran situasional. Yang menarik, dalam video profil RCWS Respati, juga diperlihatkan sistem senjata ini sempat dipasangkan pada rantis lapis baja Turangga 4×4 produksi PT Karya Tugas Anda, yang digunakan oleh Kopasgat (d/h Paskhas) TNI AU. (Bayu Pamungkas)

One Comment