Raytheon Pasok Wahana Tempur USSOCOM dengan Radar Silent Knight, Ini Kecanggihannya

Komando Operasi Khusus AS atau US Special Operations Command (USSOCOM) dalam mobilitasnya ditunjang wahana udara yang serba canggih dengan kemampuan serbu. Beroperasi secara senyap di berbagai palagan konflik menjadikan pasukan USSOCOM identik dengan wahana canggih seperti MH-60M Black Hawk, CH-47G Chinook, CV-22B Osprey dan pesawat serbu udara MC-130H Combat Talon II. Dan tahukah Anda, efektivitas dari wahana tempur USSOCOM rupanya tak lepas dari keberadaan radar AN/APQ-186 Silent Knight.

Baca juga: C-145A Combat Coyote – Andalan Misi Klandestin USSOCOM, Kembarannya Sempat Dioperasikan Polri

Belum lama ini, Departemen Pertahanan AS telah mengkonfirmasi bahwa Raytheon Co. telah mendapatkan kontrak senilai US$321 juta untuk produksi berkelanjutan dan pengiriman sistem Silent Knight Radar dan komponen cadangan awal untuk mendukung operasional USSOCOM.

Kontrak tunggal dengan harga tetap ini menekankan peran penting Raytheon dalam meningkatkan kemampuan wahana yang digunakan oleh USSOCOM. Pekerjaan tersebut terutama akan dilakukan di fasilitas kontraktor yang berlokasi di McKinney, Texas, dan Forest, Mississippi, dengan jadwal penyelesaian pada 31 Desember 2028.

Sistem radar Silent Knight diklaim sebagai teknologi yang dirancang untuk memfasilitasi navigasi ketinggian rendah yang aman untuk beberapa wahana, termasuk MC-130J, Chinook, Black Hawk, dan Osprey. Signifikansinya terletak pada kemampuan multifungsinya yang meningkatkan efisiensi dan keselamatan operasional selama beragam profil misi.

Sebagai informasi, Silent Knight Radar system adalah produk dari Raytheon Space and Airborne Systems dan memiliki aplikasi yang luas di sejumlah platform pesawat militer. Silent Knight Radar system sering digunakan pada helikopter dan pesawat dengan misi khusus yang memerlukan kemampuan pemantauan cuaca dan cuaca di wilayah musuh.

Silent Knight menggunakan teknologi radar pencitraan cuaca yang memungkinkan pendeteksian dan pemantauan kondisi cuaca di sekitar pesawat. Ini termasuk mendeteksi hujan, salju, badai petir, dan fenomena cuaca lainnya.

Dikemas dalam pod mirip “Hot Dog”, radar Silent Knight biasanya menggunakan frekuensi X-band atau Ku-band, yang umumnya digunakan untuk aplikasi radar cuaca dan memiliki kemampuan untuk memberikan resolusi yang tinggi. Sistem ini biasanya menggunakan modulasi pulsed-Doppler untuk mendapatkan informasi mengenai perubahan kecepatan dan arah gerakan target, memungkinkan identifikasi objek dalam berbagai kondisi cuaca.

Beberapa versi Silent Knight menggunakan antena jenis AESA (Antena Active Electronically Scanned Array) yang memberikan kemampuan untuk mengarahkan dan mengendalikan energi radar secara elektronik.

Silent Knight memiliki rentang jarak operasional yang dapat mencakup puluhan hingga ratusan kilometer, tergantung pada kondisi dan aplikasi spesifik. Silent Knight dapat diatur untuk berbagai mode operasi, termasuk mode cuaca, mode pencitraan permukaan, dan mode tugas khusus lainnya sesuai dengan kebutuhan penggunaan misi.

Bersiap Hadapi Cina, Howitzer 105mm Bakal Dicopot dari AC-130J Ghostrider

Sistem radar ini memiliki kemampuan pengolahan data yang canggih untuk menyajikan informasi cuaca secara visual kepada pengguna dan memungkinkan pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.

Meski dapat memberikan informasi yang bermanfaat untuk navigasi dan situasional awareness di ketinggian rendah, fokus utama dari Silent Knight adalah pada deteksi dan pemantauan kondisi cuaca serta mendukung misi dan operasi pesawat yang mungkin melibatkan pendaratan atau penerbangan di lingkungan yang kompleks. (Gilang Perdana)