Ratusan Penerjun Yonif Raider 433/JS Kostrad Mendarat di Bulukumba

Setelah sehari sebelumnya melaksanakan ground training, tepat hari ini, Kamis (5/7/2018), ratusan pasukan lintas udara dari Batalyon Infanteri Para 433 Raider Julu Siri Divisi Infanteri 3 Kostrad, melaksanakan aksi terjung payung Desa Bontonyeleng, Kecamatan Gantarang Kab. Bulukumba, Sulawesi Selatan. Dengan menggunakan satu unit C-130 Hercules TNI AU, dilakukan penerjunan statik oleh 350 penerjun dan 30 penerjun free fall.

Baca juga: Latihan Infiltrasi PPRC, Pasukan Elite Tiga Matra Lakukan Uji Terjun HALO/HAHO

Rangkaian latihan tersebut merupakan sesuatu yang rutin di lingkup Yonif Linud, dalam penyebutan secara internal, aktivitas ini disebut sebagai latihan terjun penyegaran (Jungar). Dikutip dari info_Julusiri, penerjunan dari pesawat Hercules C-130 didampingi tim Jumping Master (JM) serta Tim Dalpur VCP dari Detasemen Matra 1 Paskhas Jakarta. Jungar ini terbagi menjadi 4 shorty dimana 3 shorty yaitu terjun statik dan 1 shorty gabungan terjun statik dan free fall, dengan 1 shorty terdiri dari 2 run.

Latihan jungar ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya dengan tujuan yaitu untuk senantiasa memelihara dan meningkatkan kemampuan terjun prajurit dalam rangka mendukung tugas-tugas kedepannya yang diberikan oleh Komando Atas, sehingga prajurit Yonif Para Raider 433/JS diharapkan dapat melaksanakan tugas dengan baik.

Sehari sebelumnya, para peterjun dari Yonif 433/JS yang bermarkas di Maros melaksanakan latihan ground training. Pelaksanaan ground training dilaksanakan selama 3 hari, dan ini merupakan salah satu dari tahapan yang wajib dilakukan oleh setiap para penerjun yang sudah memiliki kualifikasi Para, personel yang akan melaksanakan terjun baik free fall maupun terjun statik yang melaksanakan terjun penyegaran tahun 2018. Tujuan dilaksanakan latihan ground training ini adalah guna melatihkan dan mengingat kembali tahapan dalam proses penerjunan, serta memperkuat bagian-bagian tubuh serta meminimalisir terjadinya cedera saat proses exit pesawat hingga proses mendarat sehingga terciptanya zero accident.

Materi yang dilatihkan pada saat ground training meliputi, perkuatan kaki, proses exit, mengatasi kesulitan darat, proses mengemudikan payung serta hal-hal yang perlu dilatihkan hingga pengepasan payung yang akan digunakan.

Baca juga: Indoor Skydiving Center – Maksimalkan Pelatihan Free Fall Pasukan Khusus

Yonif 433 Para Raider/JS secara keseluruhan diperkuat 568 personel, yang kesemuanya telah mempunyai kualifikasi Para. Menurut informasi dari pihak Yonif 433 Para Raider, dalam latihan ini tidak semua personel dapat melaksanakan penerjunan, lantaran ketersediaan payung dan pesawat yang sedang digunakan satuan lain. Personel yang belum melaksanakan penerjunan hari ini, maka akan dijadwalkan melakukan terjun taktis di lain waktu dan tempat. (Gilang Perdana)

4 Comments