Seputar DSEI 2019Klik di Atas

PM Mahathir: Pembelian Jet Tempur dalam Jumlah Besar Sangat Tidak Produktif

Meski kesiapan tempur AU Malaysia (TUDM) sempat diwartakan ‘babak belur’ akibat hanya segelintir jet tempur utama yang siap terbang, namun suka atau tidak, Malaysia adalah negara di Asia Tenggara pertama yang mengadopsi dua jet tempur utama asal dua blok yang berbeda. Persisnya pada pertengahan 90-an, AU Malaysia mengakuisisi hampir bersamaan antara MiG-29 Fulcrum dari Rusia dan Boeing F/A-18D Hornet dari Amerika Serikat.

Baca juga: Soal Sukhoi Su-30MKM Malaysia yang Loyo, Inilah Tanggapan dari Pihak Rusia

Bahkan jika netizen yang budiman masih ingat, dua jet tempur MiG-29 Fulcrum TUDM dengan bangga dipamerkan saat Indonesia AirShow 1996 di Bandara Soekarno-Hatta. Pada masa itu, Indonesia baru sebatas menimbang-nimbang untuk membeli jet tempur dari Rusia, yang pada Indonesia AirShow 1996 memang dimeriahkan oleh demo udara Sukhoi Su-27/Su-30.

Rupanya agresitivitas postur udara AU Malaysia membuahkanya beragam jenis jet tempur, sebut saja dari Sukhoi Su-30MKM, MiG-29, F/A-18D Hornet dan Hawk 208. Dikutip dari zeenews.india.com, Menteri Pertahanan Malaysia Mohamad Sabu dikabarkan telah mengambil inisiatif untuk melakukan pembaruan terhadap beberapa unit pesawat tempur yang sudah tergolong uzur.

Sabu menyebut nama MiG-29 dan Sukhoi Su-30MKM, dua burung besi di AU Malaysia yang rencananya akan didepak dan digantikan dengan burung besi yang lebih anyar. Mohamad Sabu kabarnya menyasar Sukhoi Su-35, Su-57, dan MiG-35 sebagai suksesornya.

Hanya saja, nafsu Sabu tak diimbangi dengan kondisi finansial Malaysia yang tengah mengalami tekanan. Masih dari sumber yang sama, disebut Malaysia bukan tidak punya uang, namun pihak Malaysia khawatir menghabiskan anggaran terlalu banyak hanya demi mendapatkan jet tempur baru asal Negeri Beruang Merah.

F-18D Hornet AU Malaysia (TUDM)

“Aset pertahanan negara sudah usang dan harus diganti. Meskipun demikian, kami akan memeriksa kompatibilitasnya (untuk mengganti jet tempur yang ada dengan versi baru). Ini (langkah untuk membeli jet tempur baru) bergantung pada situasi keuangan negara dan negosiasi (antara Malaysia dan Rusia mengenai pembeliannya),” tutur Mohamad Sabu.

Kendati masih perbincangan tahap awal, namun pihak Rusia enggan melewatkan kesempatan ini begitu saja. Guna mencapai kesepakatan, Rusia berupaya untuk mengambil jalan tengah dari mega transaksi ini, dengan trade in promo MiG-29 yang digantikan dengan MiG-35. Hal ini akan membuat pihak Malaysia bisa lebih sedikit mengeluarkan uang, namun tetap mendapatkan jet tempur anyar.

Beberapa hari sebelumnya, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad juga telah menyuarakan keprihatinan yang sama terkait kondisi jet tempur Malaysia. Ia juga menghimbau untuk lebih berhati-hati dalam membeli jet tempur baru, karena negara itu tidak menginginkan konflik bersenjata dengan negara lain.

Baca juga: Rusia Tawarkan MiG-35 ke Malaysia dengan Gaya “Trade in Promo”

“Mungkin jet tempur kami sudah terlalu tua dan tidak dapat bersaing dengan varian baru yang ada di luar sana. Namun di sisi lain, masalah finansial juga menjadi fokus perhatian. Menghabiskan uang dalam jumlah banyak hanya untuk membeli jet tempur sangatlah tidak produktif bagi kami. Ini ‘mainan’ yang sangat mahal harganya,” jawab Mahathir Mohamad ketika ditanya soal minat Malaysia membeli Su-35 atau Su-57. (Nurhalim)

21 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *