Perancis Butuh Uranium, Uzbekistan Kepincut Jet Tempur Rafale

Satu negara lagi kepincut pada jet tempur Dassault Rafale. Pada kunjungan Presiden Perancis Emmanuel Macron ke Uzbekistan pada 2 November 2023, mengemuka tentang potensi kerja sama, seperti pasokan uranium yang dibutuhkan perusahaan energi Perancis, sementara dari aspek pertahanan, mengemuka keinginan Uzbekistan untuk bisa membeli jet tempur Rafale.

Baca juga: Molor Satu Tahun, Unit Perdana Rafale F4 Uni Emirat Arab Baru Diterima Tahun 2027, Ini Sebabnya!

Dari Defense Express yang melansir dari porta Perancis Intelligence online, secara khusus, pimpinan Uzbekistan dikatakan telah menyatakan keinginannya untuk membeli 24 jet tempur Rafale, meski syarat dan ketentuan pembiayaannya belum dirinci.

Pada saat yang sama, penulis publikasi tersebut meyakini bahwa Perancis tampaknya tidak setuju untuk menjual Rafale ke Uzbekistan, karena kapasitas produksi Dassault Aviation sudah dipenuhi dengan pesanan Rafale untuk India, Uni Emirat Arab, Indonesia dan Kroasia, berdasarkan kontrak tahun sebelumnya.

Rafale B di Lanud Halim Perdanakusuma.

Namun kabarnya Perancis justru membuka opsi untuk menawarkan Uzbekistan membeli Mirage-2000 yang berstatus bekas pakai.

Uzbekistan menjadi negara pecahan Uni Soviet pertama dan negara pengguna MiG-29 kedua yang menyatakan keinginannya untuk mengganti pesawat tempurnya dengan Rafale. Angkatan Udara Uzbekistan saat ini diperkuat 12 unit MiG-29 dan MiG-29UB dan 18 unit MiG-29 dalam penyimpanan.

Baca juga: Banjir Order, Dassault Aviation Akan Tingkatkan Kapasitas Produksi Jet Tempur Rafale

Tidak itu saja, Uzbekistan mengoperasikan 26 unit jet tempur Sukhoi Su-27. Untuk serang udara permukaan, Angkatan Udara Uzbekistan memiliki 12 unit Su-25 dan 15 unit pembom Su-24. (Bayu Pamungkas)

3 Comments