Peran M163 VADS Thailand: Dari Sistem Pertahanan Udara Jadi Senjata Darat Mematikan di Perbatasan

Dalam konflik perbatasan antara Thailand dan Kamboja, terutama di wilayah sekitar Kuil Preah Vihear, terdapat satu alutsista yang kehadirannya selalu memicu efek psikologis besar bagi lawan. Meskipun sejatinya dirancang sebagai sistem pertahanan udara jarak dekat (SHORAD), M163 Vulcan Air Defense System (VADS) milik militer Thailand justru lebih sering terlihat beraksi dalam misi ground fire support (dukungan tembakan darat).
Baca juga: Hadapi Serangan Drone, Israel “Reborn and Upgrade” Sistem Hanud Lawas M163 VADS
Dalam berbagai ketegangan di perbatasan (terutama medio 2008-2011), Angkatan Darat Thailand (RTA) mengerahkan M163 VADS untuk memperkuat posisi infanteri. Karena kemampuannya memuntahkan peluru dengan kecepatan sangat tinggi, kendaraan ini digunakan untuk menyapu posisi musuh di lereng bukit dan menghancurkan bunker pertahanan darat.
Kecepatan tembaknya yang masif terbukti efektif untuk melakukan suppressive fire (tembakan penekanan) yang membuat pasukan lawan sulit untuk bermanuver di medan terbuka.
M163 VADS adalah perkawinan antara sasis ranpur angkut personil (APC) M113A1 yang legendaris dengan sistem senjata M61A1 Vulcan enam laras kaliber 20 mm. Sistem senjata inti mengacu pada kanon Gatling M61A1 laras putar yang digerakkan secara elektrik.
M163 VADS pressed into ground fire support mission. Thai/Cambodian conflict pic.twitter.com/Vz8ku2Phd3
— Lewis RK ( Mechalomania ) (@Rattapoom_K) December 31, 2025
Kecepatan tembak M163 VADS memiliki dua mode, yaitu 1.000 butir per menit atau 3.000 butir per menit untuk target udara cepat. Kapasitas amunisi mampu membawa hingga 2.100 butir peluru dalam magasin besarnya.
Bicara jarak tembak, jarak jangkau efektif untuk target udara sekitar 1,2 – 1,5 km, namun untuk target darat (area), jarak tembaknya bisa mencapai 2 km lebih.
#Thailand / #Cambodia 🇹🇭🇰🇭: Royal Thai Army conducted large scale attacks against Cambodian Forces during the clashes on border.
Thai Forces used #USA-made 🇺🇸 M163 “Vulcan” VADS Gun, M168 rotary cannons, #Russia-made 🇷🇺 9K38 “Igla-S” Surface-To-Air Missile Systems (MANPADS). pic.twitter.com/kv3EZybd9v
— War Noir (@war_noir) January 1, 2026
Untuk membantu akurasi, M163 VADS dilengkapi dengan radar range-only AN/VPS-2 dan alat bidik optik yang dikompensasi secara elektronik. Meski radarnya tidak bisa mencari target secara mandiri (hanya mengukur jarak setelah target ditemukan secara visual), sistem ini sangat mematikan untuk membidik kendaraan lapis baja ringan atau kerumunan personel di darat secara presisi.
M163 VADS diproduksi oleh perusahaan asal Amerika Serikat, General Electric (sistem senjata) dan Rock Island Arsenal (integrasi sasis).

Angkatan Darat Thailand mulai menerima dan mengoperasikan varian M163 sejak era 1980-an sebagai bagian dari modernisasi kekuatan udara dan darat menghadapi ancaman regional saat itu.
Berdasarkan data laporan pertahanan terbaru, Angkatan Darat Thailand diperkirakan masih memiliki sekitar 24 hingga 26 unit M163 VADS dalam inventaris aktif mereka. Sebagian telah melalui proses refurbishment (perbaikan) untuk memastikan sistem elektroniknya tetap relevan.
Penggunaan sasis M113 yang bersifat amfibi dan memiliki tekanan jejak tanah yang rendah membuat M163 VADS sangat cocok beroperasi di medan berlumpur dan berhutan seperti di perbatasan Thailand-Kamboja. Fleksibilitas inilah yang membuatnya tetap menjadi andalan RTA meski secara usia sistem ini sudah cukup tua. (Bayu Pamungkas)
Lindungi Obyek Vital di Pusat Kota, Korea Selatan Tempatkan Kanon M167 Vulcan di Rooftop



“Kecepatan tembak M163 VADS memiliki dua mode, yaitu 1.000 butir per menit atau 3.000 butir per menit untuk target udara cepat. Kapasitas amunisi mampu membawa hingga 2.100 butir peluru dalam magasin besarnya.”
Amunisi kaliber 20mm dengan jenis munisi penembus lapis baja (AP) dan berdaya ledak tinggi (HE), ngeri kagak tuh 😲