Pensiunkan F-16 di 2030, Singapura Bersiap Akuisisi F-35 Lightning II Joint Strike Fighter

Tarik ulurnya proses pengadaan jet tempur Sukhoi Su-35 mungkin membuat sebagian netizen di Republik ini menjadi jengah, belum juga tuntas mengenai produk yang akan dibarter dengan pihak Rusia, masalah lain muncul terkait ancaman sanksi dari Amerika Serikat jika Indonesia tetap mengakuisisi Su-35. Sementara Indonesia masih bergelut di zona tak menentu, sebaliknya angkatan udara negara tetangga kian terlihat kuat dan berotot.

Baca juga:Β Dari Total Pesanan 72 Unit, AU Australia Telah Terima Dua F-35A Perdana

Bukan hanya kabar seputar kedatangan F-35A yang mulai memperkuat AU Australia (RAAF), negara yang lebih dekat lagi dengan Indonesia, yaitu Singapura, belum lama ini telah memberikan indikasi kuat untuk mengakuisisi F-35 Lightning II Joint Strike Fighter. Negara super makmur di Asia Tenggara ini menggadang F-35 sebagai pengganti F-16C/D/D+ Block 52 Fighting Falcon yang akan dipensiunkan pada tahun 2030.

Dikutip dari Defensenews.com (18/1/2019), keinginan untuk mengakuisisi F-35 tertuang sebagai kesimpulan dalam evaluasi teknis yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan Singapura, dalam tema jet tempur yang paling ideal sebagai pengganti F-16. Evaluasi teknis tersebut juga menggandeng Defence Science and Technology Agency. Secara lebih konkrit, dalam tahap awal Singapura dapat mengakuisisi F-35 dalam jumlah kecil, pembelian dalam jumlah kecil penting untuk evaluasi secara operasional. Bila memang benar-benar sesuai, baru kemudian dilanjutkan pengadaan secara besar-besaran.

Pengadaan F-16 di Singapura bisa menjadi contoh ilustrasi di atas, dalam pembelian bertahap, sampai saat ini AU Singapura (RSAF) mengoperasikan F-16 dalam berbagai varian yang sangat maju, termasuk Block52 dengan conformal fuel tank. Komposisinya terdiri dari 40 unit pesawat Block 52 C/D dan 20 unit F-16D + Advanced Block 52 yang lebih baru, dan diperoleh dalam 4 batch antara tahun 1994 dan 2001. Tak semuaya akan dipensiunkan pada tahun 2030, pasalnya varian yang masih tergolong paling baru justru akan di upgrade menjadi standar F-16 V Viper, yang akan tuntas prosesnya di tahun 2022.

Atas rekomendasi dari hasil evaluasi teknis, Menteri Pertahanan Singapura Ng Eng Hen mengatakan bakal membahas hal tersebut dengan pihak Amerika Serikat. Proses ini katanya akan membutuhkan waktu 9 – 12 bulan. Meski belum disebut berapa jumlah F-35 yang akan dibeli Singapura, namun Ng Eng Hen menyebut Singapura dipastikan akan menggunakan skema pembelian dengan Foreign Military Sales (FMS).

Baca juga:Β Untuk Pertama Kali, Jet Tempur Stealth F-35B Lightning II Sambangi Asia Tenggara

Secara politik dan anggaran, nampaknya pembelian F-35 oleh Singapura akan berjalan mulus, ditambah sejak tahun 2003 Singapura sudah terlibat dalam mitra pengembangan program jet tempur stealth ini. Singapura pertama kali menyatakan minatnya pada F-35 di tahun 2013. Beberapa laporan menyebut Singapura tertarik dengan varian F-35B yang punya kemampuan short takeoff/vertical landing (STOVL). (Bayu Pamungkas)

23 Comments