Pasok Air Bersih Bagi Pasukan di Garis Depan, Israel Kerahkan C-130 “Shimshon” di Jalur Gaza

Perdana Menteri Israel Banjamin Netanyahu telah mengumandangkan digelarnya peperangan berlarut untuk menghancurkan Hamas, yang artinya penugasan pasukan infanteri dan kavaleri Israel bakal lebih lama berada di Jalur Gaza, Palestina. Lantaran unit infanteri Israel telah masuk cukup jauh ke ‘pedalaman’ Gaza, maka faktor dukungan amunisi dan logistik menjadi vital dalam meladeni peperangan berlarut.

Baca juga: Bantu Israel Cari Sisa Tawanan Hamas, Angkatan Udara Inggris Kerahkan Shadow R1 ke Jalur Gaza

Dengan infrastruktur Gaza yang hancur dan dipenuhi jebakan, maka opsi drop amunisi dan logistik dilakukan lewat udara. Selain mengandalkan wahana helikopter, ada kabar bahwa militer Israel mengerahkan C-130 “Shimshon” untuk mengirim banyak air untuk pasukan dara Israel, mengingat air yang sulit didapat dan tercemar, maka opsi satu-satunya mendapatkan air bersih adalah lewat pasokan dari luar Gaza.

Jumlah air yang dikirim untuk unit pasukan tempur Israel di Gaza tidak sedikit, dikutip dari Forbes.com (12/12/2023), C-130 “Shimshon” dalam sekali terbang dapat mengirim sampai tujuh ton air bersih (setara 5.236 galon) dengan menggunakan parasut kargo.

Tidak ada rincian mengenai sistem yang digunakan, tetapi mungkin mirip dengan perlengkapan parasut kargo dengan pemandu GPS yang digunakan oleh unit Angkatan Udara dan Korps Marinir AS yang dikenal sebagai Joint Precision Airdrop System (JPADS).

JPADS mampu menerima beban dalam jarak 50 hingga 75 meter dari koordinat target yang diprogram. Bundel JPADS dapat meluncur melalui parasut untuk menjatuhkan zona hingga sekitar 25 km jauhnya ketika dijatuhkan dari ketinggian.

Israel Defense Force (IDF) merilis video salah satu pesawat melakukan penjatuhan pasokan air dengan parasut di malam hari pada hari Senin lalu. IDF mengatakan serangkaian pengiriman air dilakukan oleh pesawat “Shimshon” dari Skaadron ke-103 dalam operasi gabungan yang dilakukan bersama Divisi Teknologi dan Logistik dan Unit pasokan udara dari Brigade Marom.

Menurut IDF, pasokan air dijatuhkan di wilayah Khan Yunis, kota terbesar di bagian selatan Jalur Gaza dan basis utama pejuang Hamas.

“Shimshon” adalah tokoh alkitabiah yang dikenal sebagai Samson dalam terjemahan Alkitab, yang dikenal karena kekuatannya yang luar biasa dan upayanya melawan musuh-musuh Israel. Pesawat Shimshon yang dimaksud adalah pesawat angkut taktis Lockheed Martin C-130J-30 Super Hercules.

Baca juga: Serangan Darat Ke Gaza Dimulai, Inilah Drone Mini/Mikro/Nano yang Disiapkan Israel dalam Perang Urban

Angkatan Udara Israel (IAF) menerima unit pertama C-130J Super Hercules pada tahun 2013 dan pesawat berikutnya dikirim ke skadron ke-103 di Pangkalan Udara Nevatim di Israel selatan. Pada tahun 2019, IAF telah menerima setidaknhya tujuh unit C-130J-30 Super Hercules. (Gilang Perdana)