Pantau Perimeter di Obyek Vital dan Perbatasan, Arab Saudi Gunakan Teknologi RADiRguard Bertenaga Surya

Punya kondisi geografi yang berlimpah sinar matahari, mendorong Arab Saudi untuk melakukan inovasi pada pemanfaatan tenaga surya. Bukan hanya bicara tentang penggunaan energi surya sebagai pembangit listrik komersial, kini Arab Saudi juga bersiap memanfaatkan energi surya untuk menjalankan sistem pengawasan perimeter di beberapa instalasi penting dan wilayah perbatasan.

Baca juga: Seperti Israel dan Arab Saudi, Singapura Operasikan Aerostat Low Level Airborne Ground Surveillance System

Sistem berbasis tenaga surya yang dimaksud adalah RADiRguard, besutan MARSS Group, sebuah perusahaan berbasis di Monako, yang mengembangkan sistem pengawasan dengan teknologi kecerdasan buatan (AI). Dikutip dari Janes.com (12/9/2022), pada 7 September lalu MARSS Group mengumumkan telah menandatangani kontrak jutaan euro untuk 50 unit RADiRguard.

RADiRguard adalah kemampuan pengawasan perimeter multisensor, yang menggabungkan radar tiga arah jarak pendek – short-range tri-directional radar, CCTV, inframerah (IR), dan sistem pemantauan frekuensi radio. Sistem ini memiliki durasi penggunaan lebih dari lima tahun.

Dengan kombinasi teknologi kecerdasan buatab dan machine learning algorithm yang dikenal sebagai NiDAR, maka RADiRguard dapat mendeteksi, memverifikasi, memperingatkan, dan merespons objek yang diinginkan. RADiRguard dibekali empat kamera optik (HD atau 4K) yang diintegrasikan ke dalam pod, dengan bidang pandang 90 derajat. Pod tersebut juga berisi radar solid-state yang mampu memindai area dengan kecepatan 15 per detik.

MARSS Group mengklaim, RADiRguard sangat ideal untuk instalasi off-grid atau infrastruktur fixed-site, dan mampu menutupi atau meng-cover area 25.000 m2. Bobot satu konsol pod RADiRguard sekitar 12 kg, dan mengkonsumsi daya 109 W.

Baca juga: Arab Saudi Jadi Bulan-bulanan Serangan Drone, Korea Selatan Kembangkan Senjata Laser Anti Drone

Setiap sistem pod RADiRguard yang dipasang di atas tiang panel surya, membuatnya dapat beroperasi secara mandiri. Sistem RADiRguard juga mencakup paket baterai lithium-ion atau fuel cell yang bertindak sebagai catu daya alternatif untuk mempertahankan operasi di malam hari, dalam badai pasir, atau dalam kondisi cuaca buruk. (Gilang Perdana)

2 Comments