Latest

Kaiser M715 : Truk Militer Lawas Yang Serba Guna

M715 hasil retrofit Ditpalad TNI AD

Yang jelas sosok kendaraan militer ini bukan rantis (kendaraan taktis), bahkan juga bukan ranpur (kendaraan tempur). Tapi kalau dilihat sekilas dan diamati lebih dalam, kendaraan yang masuk dalam golongan truk/jeep ini tampagnya memang sangar, terutama tongkrongan sisi depan mesin yang garang dan kokoh. Ya, inilah Kaiser M715, sang kendaraan angkut yang dioperasikan oleh TNI AD sejak tahun 70-an. (more…)

Flyer 4×4: Jeep Tempur Kopassus Era 90-an


Sebagai unit tempur elit dengan kemampuan penyerbuan cepat, wajar bila Kopassus (Komando Pasukan Khusus) TNI AD memiliki beragam kendaraan taktis (rantis). Sebagaimana pasukan khusus kelas dunia, pola gerakan Kopassus jelas beda dengan pasukan reguler, Kopassus lebih mengedepankan assault dengan unit pasukan berjumlah personel sedikit tapi mematikan. Untuk menunjang misi tersebut rantis yang dipunyai korps baret merah ini ukurannya relatif kecil. (more…)

Direction Finder YonHub TNI AD : Pengendus Pancaran Sinyal Lawan

Ada yang khas pada pameran Alutsista TNI AD yang berlangsung awal Oktober 2012 lalu di Lapangan Monas, Jakarta. Selain deretan alat tempur yang ditampilkan, ada satu stand yang cukup menarik untuk diketahui lebih dalam, yakni Batalyon Perhubungan TNI AD. Inilah unit militer dalam lingkungan TNI AD yang jumlahnya memang hanya satu, ya memang TNI AD hanya punya satu Batalyon Perhubungan.  (more…)

Vektor G12 20mm : Penangkis Serangan Udara KRI Clurit 641

KRI Clurit 641

Di lini kanon kaliber 20 mm yang digadang TNI AL sebagai senjata penangkis serangan udara, ada nama yang relatif baru melengkapi sista (sistem senjata) pada armada kapal perang. Adalah Vektor G12 buatan Denel, manufaktur senjata asal Afrika Selatan. Vektor G12 diketahui menjadi senjata penangkis serangan udara pada 4 korvet kelas SIGMA buatan Belanda, dimana pada tiap-tiap kapal terdapat 2 pucuk Vektor G12 yang ditempatkan pada posisi samping. (more…)

Oerlikon 30 mm Twin Cannon : Andalan Armada Satrol TNI AL

Oerlikon 30mm di KDB Pejuang, kini menjadi KRI Badau 643

Bulan April 2011 lalu, Satuan Kapal Patroli (Satrol) TNI AL mendapat penambahan armada kapal baru, yakni 2 unit kapal dari AL Kerajaan Brunei yang langsung dihibahkan ke TNI AL. Dua kapal tersebut adalah KRI Salawaku 642 (eks KDB Waspada) dan KRI Badau 643 (eks KDB Pejuang). Penambahan 2 kapal perang ini seolah menjadi ‘angin’ segar bagi armada patroli TNI AL Armada Timur. Maklum saja, KRI Badau kodratnya adalah Guide Missile Patrol Craft, atau di lingkungan TNI AL disebut sebagai KCR (Kapal Cepat Rudal). (more…)

AK-725: Meriam Laras Ganda Kaliber 57mm Korvet Parchim TNI AL

Meski usia korvet Parchim milik TNI AL tak muda lagi, tapi untuk kelengkapan senjatanya masih tergolong mematikan, baik untuk peran anti kapal selam dan peran anti serangan udara. Bicara tentang elemen penangkis serangan udara, selain ada kanon reaksi cepat AK-230 dan rudal mistral Simbad, masih ada lagi sosok sangar yang berada di sisi buritan, tak lain adalah meriam laras ganda AK-725 kaliber 57 mm. (more…)

Bofors 375mm: Peluncur Roket Anti Kapal Selam Frigat Kelas Fatahillah TNI AL

Bofors 375mm pada KRI Fatahillah 361

Selain RBU-6000 yang merupakan sista (sistem senjata) peluncur roket anti kapal selam buatan Rusia, TNI AL dalam gelar operasinya juga mengdalkan sista Bofors 375mm, peluncur roket anti kapal selam buatan Bofors (kini Saab Underwater Systems) dari Swedia. Adopsi Bofors 375mm oleh TNI AL bahkan sudah lebih dulu ketimbang RBU-6000. Pasalnya Bofors 375mm menjadi alutsista yang melekat pada frigat kelas Fatahillah, yang terdiri dari KRI Faatahillah (361), KRI Malahayati (362) dan KRI Nala (363). (more…)

RBU-6000: Peluncur Roket Anti Kapal Selam Korvet Parchim TNI AL

Meski saat ini kekuatan armada kapal selam TNI AL terbatas, karena secara faktual kini hanya ada 2 kapal selam Type 209 buatan Jerman, tapi disisi lain perlu disyukuri bahwa TNI AL masih cukup mumpuni untuk menggelar sista (sistem senjata) anti kapal selam. Keberadaan sista anti kapal selam mutlak bagi TNI AL sebagai pengawal wilayah lautan RI yang begitu luas, dimana banyak alur laut yang ideal menjadi perlintasan kapal selam negara lain di sepanjang gugusan kepulauan Nusantara. (more…)

Ini Dia! Sisa Peninggalan KRI Irian

Bentuk kubah meriam 152mm yang asli pada KRI Irian

Ada rasa bangga sekaligus sedih bila mendengar tentang KRI Irian, kapal penjelajah kelas Sverdlov buatan Uni Soviet yang pernah membuat Angkatan Laut RI begitu berjaya di masa lalu. Bangga karena hanya Indonesia, satu-satunya negara di Asia Tenggara yang pernah mencicipi punya kapal penjelajah. Bahkan berkat kedigdayaan KRI Irian, Belanda jadi tunduk untuk menyerahkan Irian Barat. (more…)