Latest

Pensiunkan M113, Singapura Siap Operasikan Next Generation AFV

M113 saat ini masih gencar digunakan untuk bertarung melawan militan pro ISIS di Filipina Selatan, sementara bagi Indonesia, M113 adalah sosok yang baru dikenal sejak dua tahun lalu, dan kini menjadi alutsista Batalyon Infanteri (Yonif) Mekanis TNI AD. Tapi lain hal dengan Singapura, negara makmur ini justu sudah berniat memensiunkan M113, yang dalam versi Singapura disebut ULTRA M113. Mungkin kedengaran ‘sombong,’ tapi menurut Singapura, M113 yang sudah digunakan sejak dekade 70-an sudah layak untuk purna tugas. Dan sebagai gantinya, Kementerian Pertahanan Singapura sejak tahun 2006 sudah menggodok rancangan ranpur keluaran baru, dan tentunya produksi nasional yang lebih kuat dan canggih. (more…)

GBU-12 LGBs: Bom Pintar NATO Berpemandu Laser, Sukses Diluncurkan dari Sukhoi Su-30MKM Malaysia

Nama senjata yang satu ini jelas bukan barang baru, pasalnya sosok bom pintar (smart bomb) yang diberi label Guided Bomb Unit (GBU)-12 Paveway II LGBs (Laser Guided Bombs) sudah malang melintang debutnya sejak era Perang Vietnam (1968). Diracik oleh Texas Instrument (sekarang – Raytheon), keluarga Paveway LGBs menjadi varian bom pintar yang paling laris dipasaran, terkhusus pada varian GBU-12 LGBs yang mencomot platform dumb bomb paling populer di lini kesenjataan NATO, yakni MK82. Begitu masif digunakan di banyak palagan pertempuran, menjadikan nama GBU-12 terasa ‘biasa-biasa’ saja, tapi jadi tak biasa seperti yang dilakukan AU Malaysia baru-baru ini. (more…)

HMAS Sirius: Kapal Tanker Militer Terbesar di Kawasan Pasifik

Masih lekat dalam ingatan tentang operasi pembebasan sandera MV Sinar Kudus di Teluk Aden tahun 2011, saat itu Satuan Tugas (Satgas) Duta Samudera I yang terdiri dari dua frigat Van Speijk Class, KRI Abdul Halim Perdanakusuma 355 dan KRI Yos Sudarso 353 diperintahkan menuju lokasi penyanderaan. Berangkat dari Tanjung Priok pada 23 Maret 2011, bila ditarik garis lurus jarak yang bakal ditempuh kedua frigat TNI AL mencapai 6.500 km dari Indonesia, sementara jarak jelajah frigat Van Speijk adalah 4.000 km. Dari perhitungan diatas kertas, maka kedua kapal perang era 60-an ini memerlukan bekal ulang dan pengisian bahan bakar lanjutan sebelum tiba di TKP. (more…)

Jepang Rilis Konsep Multipurpose Trimaran, Ingatkan Kita Pada Sosok KRI Klewang 625

Pasca terbakarnya KRI Klewang 625 pada Oktober 2012, debut kapal perang trimaran besutan PT Lundin Industry Invest (North Sea Boats) menjadi tak menentu. Sempat ada kabar di Agustus 2014, bahwa TNI AL akan memesan empat unit KCR (Kapal Cepat Rudal) Klewang Class. Namun seiring berjalannya waktu dan pergantian pucuk pimpinan TNI AL, kabar tentang Klewang Class seolah meredup dan terlupakan. Sementara nun jauh di utara, di tahun yang sama Jepang rupanya sedang merancang kapal patroli berdesain trimaran (tiga lunas), yang sekilas punya kemiripan dengan Klewang Class.

(more…)

Close Up! Konfigurasi Awak Ranpur MBT Leopard 2Ri TNI AD

Sebagai Main Battle Tank (MBT), Leopard 2Ri tak perlu disangsikan lagi kecanggihan dan keperkasaannya. Alutsista andalan Kavaleri TNI AD ini malah didapuk sebagai tank tempur utama tercanggih di Asia Tenggara saat ini. Namun dibalik kecanggihannya, ada empat pengawak tank yang menjadi penentu keberhasilan Leopard 2Ri dalam menuntaskan misi yang diembannya. Bersama dengan host Baby “Lara Croft” Margaretha, Indomiliter.com kali ini mengajak pembaca untuk mengenal lebih dekat peran dan fungsi empat awak tank Leopard 2Ri yang ada di Batalyon Kavaleri 1/Tank Kostrad. (more…)

Canberra Class: Kapal Induk Amfibi Terbesar di Belahan Asia Selatan

Selain berstatus sebagai sekutu Amerika Serikat, antara Singapura dan Australia disatukan pada satu pilihan, yakni sama-sama pernah memproyeksikan pengadaan pesawat tempur stealth STOVL (Short Take Off and Vertical Landing) F-35B. Singapura menyatakan menunda pembelian F-35B, sementara Australia akhirnya malah membatalkan rencana pembelian F-35B. Namun ditinjau dari rencana penempatan, seandainya F-35B jadi diakuisisi maka akan menjadi elemen tempur pada kapal induk helikopter atau LHD (Landing Helicopter Dock). Dalam terminologi lain, LHD kerap disebut juga sebagai kapal induk amfibi, lantaran kapal induk ini dapat melancarkan serangan amfibi dengan menerjunkan pasukan dan meluncurkan ranpur amfibi.

(more…)

Wooden Armor: Murah Meriah, Balok Kayu Jadi Pelindung Ekstra Pada Ranpur

Ada dua hal yang jadi momok menakutkan bagi awak ranpur kavaleri Filipina dalam berperang melawan militan pro ISIS di Marawi, karena yang diterjunkan adalah ranpur (kendaraan tempur) golongan light armored vehicle, maka terkena hantaman senjata anti tank seperti RPG dan melindas ranjau bisa berujung maut. Pun jika tak hancur, akibat sengatan ranjau panser seperti V-150 Commando bakal dibuat tak berkuktik lantaran ban rusak atau terlepas. Lebih menakutkan lagi bila yang menyosor adalah RPG (Rocket Propelled Grenade), penetrasi proyektil bisa dipastikan bisa menembus body lapis baja pada panser V-150/V-300 dan tank APC M113. (more…)

Boeing CH-47F: Pilihan Indonesia, Inilah Varian Tercanggih Keluarga Chinook

Beli empat, delapan atau sepuluh unit kini tengah menjadi pertimbangan Pemerintah Indonesia untuk mengakuisisi helikopter angkut berat CH-47 Chinook. Dan seperti diutarakan petinggi Boeing, Yeong-Tae Pak, Boeing Regional Director for Southeast Asia, disebut bahwa yang diinginkan Indonesia adalah varian CH-47F, yang tak lain varian terbaru dan termutakhir dari keluarga Chinook. (more…)

[Polling] CH-47 Chinook: Helikopter Angkut Berat Paling Ideal Untuk TNI AD

Dalam polling ke-18 yang digelar Indomiliter.com pada periode 3 Mei – 3 Juni 2017, suara mayoritas netizen telah mendapuk CH-47 Chinook sebagai helikopter angkut berat yang paling cocok digunakan oleh Puspenerbad TNI AD. Chinook produksi Boeing Rotorcraft Systems dipilih oleh 1.555 responden (54,91%), mengungguli rivalnya dari Rusia, Mil Mi-26 buatan Rostvertol yang dipilih 1.277 responden (45,09%). Lewat nama besarnya yang telah mendunia di beragam palagan, menjadikan helikopter twin engine ini dipilih sebagian besar responden untuk mendukung misi mobil udara , berguna saat operasi tempur dan mampu berperan banyak untuk misi SAR dan tanggap bencana. (more…)