Seputar DSEI 2019Klik di Atas

Norinco SH15 155mm 6×6: Self Propelled Howitzer Produksi Cina dengan Standar Munisi NATO, Siap Ekspor!

Alutsista jenis apa pun rasanya hampir semua dapat ditiru oleh Cina, terlebih bila produk yang dimaksud punya nilai jual untuk pasar ekspor. Seperti pada segmen self propelled howitzer alias howitzer swagerak dengan platform truk 6×6, bila selama ini Nexter dengan CAESAR (CAmion Equipé d’un Système d’ARtillerie) menjadi pemimpin di pasar kaliber 155/52 mm, maka segmen tersebut rupanya sudah dilirik untuk dimasuki oleh Negeri Tirai Bambu.

Baca juga: TNI AD Tambah Satu Batalyon Armed CAESAR Self Propelled Howitzer

Seperti diketahui, CAESAR self propelled howitzer yang dipasang pada truk 6×6 telah digunakan secara luas oleh Perancis, Indonesia, Lebanon, Arab Saudi, Thailand, dan dengan tipe meriam yang sama, rencananya Denmark yang mengorder CEASAR 8×8. Jika ditaksir, order yang diraih Nexter sudah mencapai 200 unit lebih. Indonesia sendiri, saat ini sudah menggunakan 37 pucuk self propelled howirzer CAESAR, yang ditempatkan sebagai kekuatan pemukul pada artileri Kostrad. Bahkan pada Februari 2017, Indonesia menambah pesanan 18 pucuk CAESAR.

Kualitas alutsista ditambah dengan predikat battle proven dalam Perang Afghanistan, Perang Irak, sampai konflik perbatasan Thailand – Kamboja, menjadi kekuatan marketing tersendiri pada alutsista asal Perancis ini. Persisnya Cina di ajang Airshow China 2018 di Zhuhai untuk pertama kalinya memperlihatkan sosok self propelled howitzer produksi dalam negerinya yang disebut SH15.

Perancang dan produksi SH15 ditangani langsung oleh North Industries Group Corporation Limited (Norinco). Saat diperkenalkan memang Norinco menyebut SH15 dirancang sesuai standar munisi howitzer NATO, yaitu di 155/52 mm. Dengan adopsi standar munisi NATO, maka SH15 mempunyai jenis dan kaliber munisi yang sama dengan CAESAR yang digunakan TNI AD.

Secara desain dan tampilan tentu ada kemiripan antara CAESAR dan SH15, hanya saja SH15 tak menggunakan platform truk asal Eropa, melainkan mencomot truk Shaanxi 6×6. Kabin pada truk sudah dilengkapi lapis baja. Sebagai basis meriam, yang digunakan Norinco yaitu AH-2 155 mm / L52.

Tempat munisi.

Sistem reload munisi mengusung mekanisme semi otomatis. Seperti halnya pada CAESAR, saat SH15 melakukan penembakan, maka dua large spades diturunkan untuk stabilisasi penembakan dan menahan efek tolak balik. Dari aspek kinerja, SH15 dapat melontarkan proyektil standar sampai jarak maksimum 20 km. Sementara bila menggunakan proyektil dengan bantuan roket (rocket-assisted projectile), maka jarak tembak bisa mencapai 53 km.

Untuk urusan munisi, Norinco memang punya perhatian khusus di kaliber howitzer satu ini, berusaha lebih unggul dari Nexter, kemudian dirilis proyektil dengan pemandu laser GP155, proyektil dengan pemandu satelit GP155B, dan proyektil untuk meledak di atas sasaran GP155G.  Laras howitzer dapat digerakan secara horizontal ke kiri dan ke kanan dengan jarak 25 derajat. Sedangkan sudut elevasi laras maksium sampai 67,5 derajat. Dengan jumlah 5 awak yang terlatih, dalam satu menit pucuk howitzer ini dapat menembakan 4 – 6 proyektil.

Baca juga: Nexter Perkenalkan “Katana,” Munisi Howitzer 155mm dengan Sistem Pemandu

Dari aspek daya gerak, truk Shaanxi 6×6 dengan bobot maksimum 22 ton disokong mesin diesel dengan kekuatan 400 hp. Dalam sekali jalan, sistem senjata ini dapat membawa 23 munisi. Dan seperti dikutip dari situs janes.com (6/3/2019), dikabarkan SH15 mulai dipersiapkan Norinco untuk pasar ekspor. Sejauh ini, SH15 telah digunakan oleh mitra Cina di Asia Selatan, yaitu Pakistan. (Gilang Perdana)

11 Comments