Ngeri! Rusia Sulap ‘Dumb Bomb’ Seberat 1,5 Ton Jadi Bom Berpemandu di Perang Ukraina

Pada artikel kami terdahulu telah diulas bahwa Rusia telah menggunakan bom udara konvensional, atau bom bodoh (dumb bomb) yang dilengkapi dengan modul UMPK (Unifitsirovannyi Modul Planirovaniya Korrektsii) – modul peluncuran dan koreksi terpadu, yang menjadikan bom bodoh meningkat kodratnya menjadi bom udara berpemandu. Yang salah satunya sudah digunakan pada bom FAB (Fugasnaya Aviatsionnaya Bomba)-250

Baca juga: Rusia Sulap ‘Dumb Bomb’ FAB-250 Jadi Bom Berpemandu di Perang Ukraina

Bila FAB-250 adalah bom udara seberat 250 kg, maka Rusia kini mengembangkan pemasangan modul UMPK pada varian bom FAB yang jauh lebih besar. Seperti belum lama beredar di media sosial, Rusia memamerkan FAB-1500 (berat 1.500 kg) yang dilengkapi dengan modul kontrol UMPK selama demonstrasi di kompleks industri pertahanan Tactical Missile Armament corporation di wilayah Moskow. Seperti dilaporkan Militarnyi, delegasi yang dipimpin Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, melakukan inspeksi pada bom udara berpemandu FAB-1500-M54.

Bom udara ini dilengkapi dengan modul UMPK baru yang dirancang khusus untuk itu, yang berperan meningkatkan jangkauan penerbangan dan presisi yang dipandu oleh satelit. Modul UMPK-1500 yang ditampilkan dalam foto berbeda dari model sebelumnya yang dirancang untuk bom FAB-250/500.

FAB-1500-54

Modul UMPK-1500 memiliki sayap yang lebih besar dan permukaan kendali baru untuk memastikan jangkauan penerbangan yang lebih luas untuk mengimbangi bobotnya. Selain itu, bom ini telah dilengkapi dengan fairing aerodinamis di atas kepala berbentuk bulat untuk meningkatkan performa aerodinamisnya.

FAB-1500-54 adalah unguided high-explosive aerial bomb yang berasal dari model bom tahun 1954. Berat total bom ini 1.550 kg, dengan 675 kg di antaranya merupakan bahan peledak Tonyl. Peran bom ini adalah untuk menargetkan fasilitas industri, area perkotaan, pelabuhan, dan target umum lainnya ketika dijatuhkan dari ketinggian hingga 16.000 meter dengan kecepatan hingga 1.200 km per jam.

Hingga saat ini, informasi spesifik mengenai jangkauan terbang bom dan parameter peluncurannya masih belum dipublikasikan. Namun, pembom tempur garis depan Rusia seperti Su-34 dan Su-24 kemungkinan besar akan menjadi wahana peluncur yang mampu membawa satu bom udara di tiang bawah badan pesawat.

Rusia memulai pekerjaan mengadaptasi modul kontrol penerbangan (UMPK) untuk bom seberat 1.500 kg pada awal tahun 2023. Pada awal September 2023, ada laporan tentang upaya pertama untuk menggunakannya dalam medan perang.

Dalam beberapa laporan, bom udara Rusia yang dilengkapi dengan modul UMPK memiliki riwayat masalah teknis dan kegagalan, yang sebelumnya telah mengakibatkan insiden, termasuk insiden di mana bom secara tidak sengaja dijatuhkan di kota Belgorod di Rusia. (Gilang Perdana)

GBU-12 LGBs: Bom Pintar NATO Berpemandu Laser, Sukses Diluncurkan dari Sukhoi Su-30MKM Malaysia