Modernisasi Alutsista, Armada Kapal Patroli TNI AL Akan Diperkuat Meriam Seahawk LW30M A1

Guna menjamin tingkat kesiapan tempur, modernisasi alutsista menjadi sesuatu yang tak dapat ditawar, terlebih tantangan dalam operasi penugasan yang kian kompleks dan menuntut sistem persenjataan yang mumpuni untuk armada kapal perang TNI AL. Selai nmengoptimalkan Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) pada frigat dan korvet, kelompok kapal patroli juga mendapat revitalisasi sistem persenjataan.

Sebagai realisasi, bertempat di Markas Besar TNI AL Cilangkap, Jakarta Timur, pada 15 Oktober 2020, telah dilaksanakan penandatanganan kontrak dari pihak TNI AL dan PT. BTI Indo Tekno untuk pengadaan lima unit meriam baru Seahawk MSI-DS LW30M A1 kaliber 30mm, yang nantinya akan dipasang di bagian haluan kapal patroli kelas PC-40.

PT. BTI Indo Tekno adalah Authorized Partner dari MSI Defence (MSI-DS), pabrikan alutista Inggris yang merupakan pemasok Royal Navy sejak tahun 90-an. MSI-DS dipercaya oleh lebih dari 40 angkatan laut di berbagai negara dengan sekitar 300 sistem persenjataan Seahawk aktif terpasang di armada kapal perang di seluruh dunia.

Penandatanganan kontrak antara PT. BTI Indo Tekno dengan TNI AL sekaligus menghantarkan MSI-DS untuk pertama kalinya mendapatkan kontrak di Indonesia secara independen. Sebelumnya di lingkungan TNI AL, MSI-DS adalah bukan nama baru, karena 6 unit sistem senjata di korvet Bung Tomo Class, yaitu meriam penangkis serangan udara (PSU) DS 30B REMSIG adalah produksi MSI-DS yang sudah terintegrasi sebelumnya.

Kepada Indomiliter.com, Peter Tjahjono selaku Direktur PT. BTI Indo Tekno menyebutkan bahwa dalam kontraknya termasuk perkerjaan modifikasi kapal, instalasi, integrasi, uji coba dan serah terima, serta after sales service dan jaminan ketersediaan suku cadang hingga masa pakai berakhir. Ia juga menambahkan bahwa sesuai kesepakatan, meriam akan dikirimkan secara bertahap ke Indonesia. “Tiga unit akan dipasang pada tahun 2021 dan sisanya dua unit akan dipasang pada tahun 2022,” ujarnya.

Seahawk LW30M A1 terpasang pada haluan TTS QUINAM (CG 26) – kapal patroli penjaga pantai Trinidad dan Tobago

Adapun PT. BTI Indo Tekno yang berkantor pusat di Surabaya adalah kontraktor alutsista dengan spesialisasi di bidang MRO, platform kapal angkatan laut, sistem persenjataan, dan sistem navigasi. PT. BTI Indo Tekno juga memegang lebih dari 10 agen pabrikan alutsista terkemuka di dunia dan berkomitmen untuk meningkatkan kapabilitas tempur jajaran kapal perang TNI AL kedepannya.

Sekilas tentang meriam Seahawk LW30M A1, senjata ini dikenal handal dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi dan yang paling ringan di kelasnya. Selain dapat diintegrasikan dengan CMS (Combat Management System) dan mode pengoperasian manual, senjata ini juga dapat dioperasikan secara remote, serta dibekali dengan beragam sensor canggih dalam satu paket, diantaranya kamera bersensifitas tinggi yang dapat menangkap gambar dengan kondisi pencahayaan rendah, thermal imager, dan laser range finder.

Komponen utama pada Seahawk LW30M A1 adalah laras ATK Mk44 Bushmaster II kaliber 30×173 mm. Dilengkapi dengan gyro stabilization, meriam ini dapat mengkompensasi dan menjamin akurasi tembakan di kondisi laut yang bergelombang. Seahawk LW30M A1 sendiri mengusung desain meriam dengan dual feed system yang dilengkapi dengan dua kotak magazine, dimana masing-masing berisi 100 munisi dengan total 240 munisi termasuk 40 terpasang di chute.

Dari sisi performa, meriam Seahawk LW30M A1 punya kecepatan tembak (rapid mode) 200 proyektil per menit dengan jarak tembak efektif maksimum mencapai 4,5 kilometer. Selain menjadi senjata utama pada kelas kapal patroli, pihak MSI-DS menyebut meriam ini ideal sebagai senjata lapis kedua di kelas kapal frigat dan korvet. (Indomiliter)

26 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *