Militer Korea Selatan Uji Rantis Lapis Baja KMPV Blue Shark 4×4

Militer Korea Selatan diwartakan sedang melakukan validasi atau uji sertifikasi pada rantis lapis baja produksi dalam negeri, KMPV Blue Shark. Bagi industri pertahanan di Negeri Ginseng, memproduksi rantis lapis baja di segmen four wheel drive (4×4) tentu bukan hal asing lagi, bahkan telah berjaya di pasar ekspor. Sebut saja rantis Barracuda dan DAPC yang saat ini dioperasikan oleh Korps Brimob Polri.

Baca juga: Barracuda 4×4  Rantis Lapis Baja Buatan Korea Selatan Titisan Jerman

Dikutip dari knews.uk (11/8/2021), selain diuji untuk kebutuhan militer Korea Selatan, pihak produsen, yaitu Kovico yang bermarkas di Gwangju, juga mencanangkan Blue Shark untuk pasar ekspor. Jika dilihat dari tampilan, rasanya tak ada yang terlalu speasial dari Blue Shark, lantaran hampir setiap negara, termasuk Indonesia sudah mampu memproduksi rantis lapis baja sejenis ini. Meski begitu, rintisan produksi Korea Selatan menarik untuk dicermati.

Kovico dalam keterangannya menyebut, KMPV Blue Shark dirancang untuk kebutuhan kepolisian dan penegak hukum lainnya. Dari dimensi, Blue Shark punya panjang 6 meter dan tinggi 2,3 meter. Bobot kotor rantis lapis baja ini mencapai 12 ton dan sanggup membawa 10 personel dan tiga orang awak. Blue Shark dengan desain monocoque dipersiapkan untuk dapat dengan mudah dipasangi berbagai kit untuk kebutuhan misi khusus.

Dari aspek perlindungan, Blue Shark mengadopsi level proteksi hingga STANAG 4569 Level 2 dan proteksi untuk menahan efek ledakan ranjau dengan STANAG 4569 Level 2a/2b. Secara teori, bodi rantis ini sanggup menahan terjangan proyektil kaliber sedang 7,62 mm. Sementara untuk perlindungan pada efek ledakan, bagian kompartemen penumpang dapat menahan efek ledakan 6kg TNT.

Fitur yang ditawarkan mencakup pada bagian dalam kendaraan dilengkapi dengan sistem pengawasan omnidirectional, kamera pencitraan termal, suspensi independen, ban run-flat yang dapat menempuh jarak tertentu bahkan jika terjadi kebocoran, sistem kunci pintu yang saling mengunci dan kubah otomatis untuk pengoperasian remote control weapon system (RCWS).

Baca juga: DAPC 4×4 – Dari Korea Selatan, Inilah Rantis Lapis Baja Andalan Korps Brimob

Saat ini unit KMPV Blue Shark tengah dalam pengujuan di Defense Science Research Institute (ADD) guna mendapatkan sertifikasi kelayakan. Untuk uji perlindungan dari efek ledakan ranjau, Kovico disebut menggunakan jasa IABG, perusahaan analisis dan pengujian yang berlokasi di Munich, Jerman. (Bayu Pamungkas)

3 Comments