Media Ukraina: Drone Kamikaze Lancet Gunakan Mesin Buatan Ceko dan Mikroprosesor Buatan AS

Penggunaan komponen asal AS dan Barat pada drone tempur (UCAV) Mohajer-6 buatan Iran, telah membuka mata dunia, bahwa sanksi dan embargo bukan perkara mudah untuk diterapkan, pasalnya banyak celah yang bisa dimanfaatkan pada jalur pengiriman barang atau komponen di pasar internasional.

Baca juga: Sejak Awal Perang, Rusia Tingkatkan Hingga 50 Kali Lipat Produksi Drone Kamikaze Lancet

Setelah Mohajer-6 yang diketahui menggunakan mesin Swiss Rotax 912iS dari Bombardier Recreational Products (BRP), Kanada. Kini ada kabar yang dipublikasi situs Ukrainska Pravda – pravda.com.ua. Portal Ukraina ini merilis informasi yang menarik untuk dicermati, yakni komponen asal negara mana saja yang digunakan pada drone kamikaze Rusia Lancet series? Apakah akan ditemui komponen asal non Rusia?

Diproduksi oleh Zala Aero (Kalashnikov Group), Lancet tak pelak menjadi salah satu senjata yang meraih sukses dalam serangan berpresisi Rusia ke target kendaraan tempur dan instalasi militer Ukraina. Kemampuan Lancet adalah ancaman serius bagi pasukan Ukraina, mengingat drone ini yang tidak terdeteksi oleh radar konvensional dan motor listriknya yang tidak mengeluarkan suara keras. Sementara hulu ledak yang dibawa, membuat Lancet mampu melumpuhkan ranpur sekeleas Main Battle Tank (MBT).

Klaim dari pihak Ukraina menyebut selama 18 bulan perang, Rusia setidaknya sudah menggunakan 850 unit Lancet dalam berbagai varian. Dan dari hasil ‘unboxing’ pada drone Lancet yang berhasil dijatuhkan, maka diketahui bahwa Lancet menggunakan mesin buatan Ceko dan perangkat elektronik buatan AS.

Drone kamikaze Lancet diisi dengan barang elektronik canggih yang tidak diproduksi di Rusia. Namun, pihak Barat mempunyai masalah untuk ‘mencapai’ pabrik drone tersebut. “Alirannya cukup besar untuk memastikan bahwa Rusia dapat mempertahankan tingkat produksi drone yang ada dan memperluasnya berkali-kali lipat,” ujar Pravda.

Komponen Lancet yang terungkap adalah mesin, yang disebut menggunakan AXI 5330/18 buatan perusahaan Ceko, Model Motors.

Model Motors dari Ceko selama ini memproduksi mesin listrik untuk pesawat olahraga, helikopter, dan kapal. Selain mesin buatan Barat, Lancet juga berisi barang elektronik dari Cina, Taiwan, Amerika Serikat, Swiss, dan Korea Selatan. Mikroprosesor Xilinx buatan perusahaan AS, AMD, menyediakan pemrosesan gambar, sementara modul Nvidia memastikan akuisisi target. Sistem navigasinya didasarkan pada sistem GLONASS Rusia, tetapi microchip diapsok dari perusahaan Swiss U-blox, yang diperlukan untuk menjalin komunikasi dengan satelit.

Salah satu komponen penting dalam memproduksi drone adalah printed circuit boards, yang memerlukan material seperti photoresist dan fiberglass, serta peralatan terkait dan bahan habis pakai. Meski mendapat sanksi, Rusia tetap mendapatkan semua komponen tersebut dari berbagai negara Barat dan Asia.

Masih dari sumber yang sama, dikatakan drone ini dilengkapi dengan banyak perangkat elektronik sipil. Ini termasuk chip termurah yang digunakan pada mainan anak-anak atau baterai vape Samsung. Barang-barang sipil tampaknya tidak perlu dipikirkan lagi, karena Anda tidak bisa mengendalikannya. Namun, bagaimana barang-barang penggunaan ganda dan komponen-komponen yang terkena sanksi bisa sampai ke Rusia?

Baca juga: “Tidak ada Keterlibatan Distributor” – Investigasi Bombardier Tentang Mesin Rotax di Drone Tempur Iran

Model Motors mencatat bahwa mesinnya tidak ada dalam daftar barang penggunaan ganda. Ekspor mereka tidak diatur seperti peredaran komponen senjata. Namun, mesin produksi Model Motors telah dikenai sanksi Uni Eropa sejak Desember 2022. Layanan khusus Ukraina melaporkan bahwa perusahaan Rusia Legion Komplekt, mengimpor mesin untuk Lancet bahkan setelah pembatasan diberlakukan, meskipun dengan harga tiga kali lipat lebih tinggi. (Gilang Perdana) 

2 Comments