MBDA Kembangkan Land Cruise Missile (LCM) – Rudal Jelajah Jarak Jauh yang Diluncurkan dari Darat

Bukan perkara sulit bagi negara-negara Eropa Barat yang hampir semuanya adalah anggota NATO, untuk mendapatkan rudal jelajah jarak jauh yang diluncurkan dari darat (Ground Launched Long Range Cruisse Missile). Asal ada fulus, rudal seperti Tomahawk Land Attack Missile (TLAM) dapat dibeli dengan restu dari Washington.

Baca juga: AS Boyong Typhon Weapon System dengan Rudal Tomahawk ke Pulau Luzon (Filipina), Giliran Cina Ketar-ketir

Namun, dinamika peperangan yang kian memanas di Ukraina, telah mendorong manufaktur alutsista Eropa untuk merancang sendiri rudal jelajah jarak jauh dengan karakter seperti Tomahawk TLDM. Di ajang pameran pertahanan Eurosatory 2024 yang dihelat di Paris, Perancis (17 – 21 Juni 2024), Konglomerat rudal Eropa, MBDA, terjun ke pasar perburuan rudal jelajah yang diluncurkan dari darat dengan label “Land Cruise Missile (LCM)”.

LCM didasarkan pada MBDA Naval Cruise Missile (NCM), yang sebagian berevolusi dari komponen rudal jelajah SCALP-EG (Storm Shadow) yang diluncurkan dari udara yang telah digunakan dalam perang Ukraina. NCM secara signifikan lebih besar dari SCALP-EG dengan desain fuselage yang berbeda dan jangkauan yang jauh lebih luas.

Sementara pengenalan LCM muncul seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan kemampuan serangan jarak jauh berbasis darat yang bersifat mobile dan modular. Dalam pengungkapan yang terbatas, MBDA dalam siaran pers menyebut beberapa rincian tentang LCM, seperti menawarkan “presisi metrik pada jarak yang sangat jauh,” meskipun pada rilis tersebut menyebutkan tentang jangkauan, ukuran, muatan atau sistem pemandu dari LCM.

Namun, rudal yang menjadi basisnya (NCM) memiliki panjang sekitar 21 kaki (6,4 meter) dengan booster yang dapat dijatuhkan. Untuk bobot, LCM berbobot 1,4 ton dengan hulu ledak seberat 500 kilogram, dan dapat terbang dengan kecepatan sekitar 800 km per jam. “LCM dapat mencapai target pada jarak sekitar 1.000 kilometer,” kata Presiden MBDA Antoine Bouvier dalam wawancara diu tahun 2010, seperti dikutip The War Zone.

Naval Cruise Missile (NCM)

 

NCM memiliki paket panduan sistem navigasi inersia (INS) berbantuan GPS, yang memungkinkannya terbang pada ketinggian sangat rendah dan menyesuaikan arah. Selama fase serangan terakhir, pencari inframerah yang telah diprogram kemudian mengenali target dan menguncinya. NCM saat ini digunakan pada fregat FREMM class Angkatan Laut Perancis.

MBDA mengatakan bahwa LCM memiliki high survivability ketika menembus sistem pertahanan udara lawan, hal tersebut dikarenakan berkurangnya penampang radar dan kemampuan mengikuti medan; dan tingkat kehancuran yang tinggi terhadap target. LCM juga akan memungkinkan synchronized time-on-target (STOT) yang sangat akurat, seperti ditunjukkan Angkatan Laut Prancis pada bulan April selama uji coba peluncuran NCM secara bersamaan dari kapal frigat multi-misi Aquitaine dan kapal selam serang bertenaga nuklir Suffren class. (Bayu Pamungkas)

Taiwan Gelar Rudal Jelajah Jarak Jauh Supersonik Ching Tien (Yun Feng), Mampu Menjangkau Beijing!

One Comment