Shahed Drone SeriesKlik di Atas

Masa Depan Angkatan Udara Portugal: Antara Tawaran Basis Produksi Saab Gripen dan Desakan F-35 dari AS

Angkatan Udara Portugal (FAP) tengah bersiap memasuki babak baru dalam sejarah kedirgantaraannya. Rencana penggantian armada jet tempur F-16 Fighting Falcon yang telah uzur memicu persaingan sengit antara dua raksasa industri pertahanan dunia: Saab dari Swedia dan Lockheed Martin dari Amerika Serikat.

Baca juga: Borong 12 Unit A-29N Super Tucano, Portugal Gelontorkan 200 Juta Euro

Namun, yang menarik perhatian dunia bukan sekadar soal teknologi, melainkan tawaran kompensasi industri yang bisa mengubah Portugal menjadi pusat dirgantara baru di Eropa. Saab, produsen jet tempur Gripen, dilaporkan telah mengajukan proposal yang sangat agresif kepada pemerintah Portugal.

Tidak tanggung-tanggung, Saab menyatakan kesiapannya untuk membangun basis produksi atau setidaknya lini perakitan akhir (Final Assembly Line) jet tempur Gripen E/F di wilayah Portugal. Tawaran ini bukan sekadar janji di atas kertas; Saab berupaya memikat Lisbon dengan konsep kemandirian pertahanan dan transfer teknologi total yang jarang diberikan oleh produsen asal Amerika Serikat.

Langkah ini dipandang sebagai strategi cerdik Saab untuk mengamankan pijakan di pasar Eropa Barat. Dengan membangun basis produksi lokal, Portugal tidak hanya akan mendapatkan jet tempur generasi terbaru, tetapi juga menciptakan lapangan kerja berteknologi tinggi, memperkuat basis industri dirgantara domestik, dan berpotensi menjadi hub pemeliharaan untuk negara pengguna Gripen lainnya di masa depan.

Badai Hantam Pangkalan Udara Monte Real: Belasan Jet Tempur F-16 Portugal Rusak Parah

Optimisme Saab dalam menawarkan lini produksi di Portugal bukan tanpa alasan. Mereka membawa bukti nyata kesuksesan transfer teknologi di Brasil melalui program Gripen NG. Di sana, Saab bekerja sama dengan Embraer membangun pusat desain dan pengembangan (GDDN) serta lini produksi di Gavião Peixoto.

Melalui skema ini, para insinyur Brasil terlibat langsung dalam pengembangan sistem pesawat, yang memberikan kedaulatan penuh bagi Brasil untuk memodifikasi dan merawat pesawat mereka tanpa bergantung sepenuhnya pada Swedia. Pengalaman sukses di Amerika Latin inilah yang kini dijadikan “kartu as” oleh Saab untuk meyakinkan Portugal bahwa mereka sanggup mereplikasi model serupa di tanah Eropa.

Saab dan Embraer Buka Jalur Produksi Jet Tempur Gripen E di Sao Paulo – Brasil

Namun, langkah Saab tidak akan mudah. Di sisi lain, Amerika Serikat terus memberikan desakan diplomatik dan militer yang kuat agar Portugal memilih jet tempur stealth F-35 Lightning II. Sebagai anggota inti NATO, Portugal didorong untuk bergabung dalam “klub F-35” guna menjaga interoperabilitas yang sempurna dengan sekutu-sekutu utamanya.

Washington berargumen bahwa dalam medan perang masa depan, kemampuan siluman (stealth) dan integrasi data tingkat lanjut milik F-35 adalah syarat mutlak yang tidak bisa ditawar. Bagi Portugal, memilih F-35 berarti mengamankan posisi mereka dalam aliansi pertahanan Barat yang paling modern. Namun, hambatan terbesarnya adalah harga yang fantastis dan aturan operasional yang sangat ketat dari AS, yang seringkali membatasi kedaulatan negara pembeli dalam mengakses kode sumber atau melakukan perbaikan mandiri.

Khawatir Atas Kebijakan Donald Trump, Portugal Singkirkan Opsi Pembelian Jet Tempur F-35 Lightning II

Kini, Lisbon berada di tengah dilema besar. Memilih F-35 berarti mendapatkan pesawat paling canggih di dunia dengan risiko biaya tinggi dan ketergantungan pada AS. Di sisi lain, memilih Gripen berarti mendapatkan jet tempur yang mumpuni dengan bonus basis industri raksasa dan kemandirian teknologi yang dijanjikan Saab. Sebagai catatan, mesin Gripen menggunakan produk buatan AS.

Keputusan akhir Portugal nantinya akan menjadi pesan kuat bagi industri pertahanan Eropa: apakah mereka akan tetap setia pada standar Amerika demi solidaritas NATO, atau berani mengambil langkah mandiri untuk membangun kedaulatan industri dalam negeri melalui kemitraan strategis dengan Swedia. (Bayu Pamungkas)

Kembali Ke Rencana Awal, KSAU Portugal Tegaskan F-35A adalah Satu-satunya Pilihan Pengganti F-16