Main Battle Tank (MBT) Rusia Punya “Volnorez” – Sistem Jammer Anti Drone Kamikaze FPV

Main Battle Tank (MBT) Rusia dan Ukraina punya kesamaan dalam perang yang hampir berjalan dua tahun ini, yakni sama-sama ‘kenyang’ menghadapi serangan drone kamikaze (loitering munition). Menyadari bahwa perang mungkin akan masih berlanjut cukup lama, ada kabar bahwa MBT Rusia belum lama ini telah dilengkapi dengan sistem peperangan elektronik anti drone (counter-drone electronic warfare system) jenis baru.

Baca juga: Lawan Serangan Drone Kamikaze FPV, Rusia Luncurkan “Triton” – Sistem Jammer untuk Main Battle Tank

Yang dimaksud adalah Volnorez, yang menurut defence-blog.com (27/11/2023), telah dikonfirmasi penggunaannya pada beberapa MBT Rusia. Volnorez dirancang untuk melawan drone kamikaze yang akan menyerang MBT Rusia. Sistem Volnorez membentuk perisai pelindung di sekeliling tank. Di bawah sistem jammer, drone kamikaze FPV (First Person View) menjadi tidak mampu menerima perintah atau mengirimkan data ke operatornya.

Menurut sumber-sumber Rusia, sistem tersebut beroperasi dalam rentang frekuensi 900 hingga 2000 MHz dan mengganggu sinyal dari drone pada jarak sekitar 600 meter. Rentang frekuensi ini selaras dengan frekuensi operasional sebagian besar drone yang saat ini digunakan. Sistem Volnorez mengganggu komunikasi drone dengan stasiun kendalinya, menyebabkan drone keluar jalur dan kehilangan kontak.

Kemampuan ini secara signifikan membentengi MBT terhadap gangguan drone. Sistem EW (Electronic Warfare) yang dipasang pada MBT memastikan cakupan 360 derajat penuh, memberikan perlindungan komprehensif.

Selain itu, sistem ini dapat dikendalikan dari jarak jauh, menambah lapisan fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi untuk secara efektif melawan berbagai ancaman drone.

Volnorez radio jamming station pertama kali dipamerkan ke publik pada Agustus 2023 di Army 2023. Sistem ini didemonstrasikan pada berbagai kendaraan lapis baja, termasuk tank, untuk menggambarkan adaptasinya terhadap skenario medan perang modern.

Baca juga: Dihantam Drone Lancet, MBT Leopard 2A4 dengan Lapisan Proteksi ‘Brick’ ERA Kontakt-1 ‘Gosong’

Sebagai catatan, serangan drone kamikaze FPV buatan sendiri yang digunakan oleh kedua belah pihak umumnya jatuh ke tanah ketika sinyalnya hilang, sehingga tidak dapat dioperasikan. Namun, drone sipil yang lebih canggih seperti DJI Mavic 3 menunjukkan kemampuan untuk tetap mengudara dan mungkin mengubah arahnya dalam keadaan seperti itu. (Gilang Perdana)

One Comment