Lindungi Lanal Tartus di Suriah, AL Rusia Kerahkan Mamalia untuk Tangkal Sabotase

Selain pangkalan udara (lanud) Khmeimin, instalasi penting bagi militer Rusia di Suriah adalah pangkalan angkatan laut (lanal) Tartus. Dioperasikan langsung oleh Armada Laut Hitam AL Rusia, lanal Tartus punya peran penting bagi Rusia dalam penyaluran logistik ke palagan di Timur Tengah. Dibangun sejak era Uni Soviet pada tahun 1971, Lanal Tartus selalu padat dengan hilir mudik kapal perang Rusia, termasuk belum lama kapal selam Kilo Class terdeteksi berada di Tartus. Karena punya peran vital bagi eksistensi Rusia dan rezim Bashar al-Assad, maka keberadaan lanal ini sangat rawan pada upaya sabotase.

Baca juga: Rusia Kirim Robot Tank Uran-9 ke Suriah, Inilah Hasilnya!

Seperti pada Juni 2019, lima pipa bawah laut rusak akibat serangan sabotase, dimana penyelam meletakkan bahan peledak di pipa di lepas pantai kota Banias yang berjarak sekitar 25 mil di utara Lanal Tartus. Di masa lalu, ada laporan kapal patroli AL Suriah dirusak dengan bahan peledak di kawasan lanal tersebut. Tentu saja AL Rusia tidak tinggal diam, ada aksi sabotase, maka direspon dengan upaya anti (kontra) sabotase. HI Sutton, penulis dan analis pertahanan di Forbes.com, mengungkapkan bahwa AL Rusia telah mengerahkan mamalia untuk melindungi asetnya di Tartus.

Meski laporan yang disampaikan tidak update, namun ada fakta bahwa pada periode September-Desember 2018, sejumlah hewan mamalia dari jenis anjing laut telah digunakan untuk operasi anti penyelam (anti diver). Anjing laut yang dilatih dianggap efektif untuk melindungi saluran pipa bawah laut di dekat pelabuhan yang telah ditargetkan oleh penyelam dari pasukan oposisi.

Berdasarkan analisis Google Earth Imagery, sekelompok mamalia laut hadir pada 30 September 2018, dan bertambah lagi pada 8 November 2018 di Tartus. Namun, kemudian mereka tidak terlihat lagi pada 4 Februari 2019. Mamalia laut di Tartus, disebut-sebut berasal dari satuan khusus yang berpangkalan di Kazachya Bukhta, dekat Sevastopol, Krimea. Unit di Kazachya Bukhta adalah tempat mamalia laut utama Angkatan Laut Rusia dilatih dan dipersiapkan selama era Perang Dingin. Selain menggunakan anjing laut, mamalia yang diandalkan oleh unit ini adalah lumba-lumba.

Penggunaan mamalia untuk melindungi fasilitas Rusia di Tartus, tak berlangsung lama. Ada sumber yang menyebut misi mereka kemungkinan spesifik, bahkan ada yang menyebut penyebaran mamalia di Suriah untuk kepentingan eksperimental semata. Punya peran sangat vital bagi Rusia, Lanal Tartus saat ini dilindungi oleh berbagai satuan anti sabotase. Salah satu yang diketahui adalah unit pasukan khusus anti penyelam yang dilengkapi senapan serbu bawah air APS-5 dan pistol bawah air SPP-1.

Baca juga: Nerpa Anti Diver – Drone Anti Penyusupan Pasukan Katak

Tidak itu saja, Lanal Tartus juga didukung dua kapal anti sabotase Pr.21980 Grachonok Class, empat kapal serbu cepat dan berbagai kapal kecil untuk meronda kawasan pelabuhan. Kapal-kapal perang Rusia pada umumnya dilengkapi multi-barrel anti-diver grenade launchers. Lebih canggih lagi, AL Rusia juga punya drone anti penyusupan pasukan katak, yaitu Nerpa Anti Diver. (Gilang Perdana)

6 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *