Leonardo AW609 Mendarat Perdana di Kapal Induk Italia ITS Cavour, Saingan Tak Langsung Osprey

Selain kabar tibanya kapal Induk Italia ITS Cavour (Carrier Strike Group) di Singapura, rupanya ada momen penting yang terjadi sebelumnya pada kapal induk terbaru Negeri Pizza tersebut. Yakni untuk pertama kalinya pesawat twin-engined tiltrotor VTOL (Vertical Take-off and Landing) Leonardo AW609 sukses melakun uji kampanye pendaratan dan lepas landas di atas kapal perang. Hal ini menegaskan bahwa  Bell Boeing MV-22 Osprey bakal mempunyai kompetitor tak langsung di pasar.

Baca juga: Kapal Induk Italia ITS Cavour (Carrier Strike Group) Berisi Jet Tempur Stealth F-35B Tiba di Singapura

Leonardo AW609 menetapkan tonggak kemampuan setelah uji coba di kapal pertamanya yang sukses dengan dukungan Angkatan Laut Italia. Dari tanggal 3-12 April 2024, prototipe AW609 AC4, yang sepenuhnya mewakili konfigurasi produksi akhir, melakukan uji coba demonstrasi penerbangan dari fasilitas Leonardo yang berbasis di Cascina Costa (Samarate) ke Pangkalan Angkatan Laut Maristaer Grottaglie, Italia.

AW609 dengan pilot uji dan insinyur uji penerbangan dari Leonardo (didukung oleh personel Angkatan Laut Italia untuk memulai operasi) lepas landas dari pangkalan Maristaer Grottaglie ke kapal induk ITS Cavour yang berada di 20 nautical mile dari garis pantai.

Selama demonstrasi, AW609 memberikan kesempatan unik untuk lebih memperkuat kesadaran akan keunggulan tiltrotor Leonardo di lingkungan maritim khusus. Leonardo dalam siaran pers (26/6/2024), mengklaim ini menjadi buktik bagaimana tiltrotor pertama di dunia yang mendapatkan sertifikasi sipil memenuhi standar operasional dan keselamatan yang ketat.

Bagian integral dari fase demonstrasi adalah kampanye pengujian awal yang dikembangkan dan dilaksanakan dalam lingkungan sintetik penuh yang memanfaatkan simulator pengembangan/rekayasa AW609. Prosedur pendaratan dan lepas landas dek dilakukan di lebih dari 15 kondisi berbeda (termasuk kondisi angin), yang mencakup pendekatan lurus ke dalam dan menyamping, pendaratan vertikal, lepas landas vertikal, dan keluar lateral.

Uji coba demonstrasi tersebut merupakan langkah terbaru yang diambil berdasarkan kegiatan yang dilakukan oleh kelompok kerja gabungan yang dibentuk pada tahun 2022 termasuk Leonardo, Angkatan Laut Italia, Angkatan Darat Italia, dan Guardia di Finanza (Polisi Bea Cukai Italia). Kelompok kerja ini dimaksudkan untuk mengevaluasi potensi teknologi tiltrotor sebagai kemampuan pelengkap terhadap aset yang sudah digunakan di antara layanan pemerintah.

Dilengkapi kabin bertekanan dan performa pada ketinggian tinggi. Penilaian yang dilakukan oleh kelompok kerja akan membantu menentukan manfaat transportasi logistik (lepas landas/pendaratan vertikal, jarak jauh, koneksi point-to-point yang cepat dengan pelayaran di atas cuaca) dan, di masa depan, maritim pengawasan (lepas landas/mendarat vertikal, perpindahan cepat ke area patroli dan cakupan area yang lebih luas).

Setelah kampanye uji coba kapal pertama, Leonardo akan memulai evaluasi dan analisis rinci terhadap data yang dikumpulkan. Hal ini memungkinkan uji coba lanjutan untuk menyempurnakan pendekatan serta mendorong peningkatan platform lebih lanjut untuk beroperasi di lingkungan angkatan laut.

AW609 unggul dalam menyediakan transportasi cepat titik-ke-titik dalam jarak jauh, memungkinkan akses tepat waktu ke lokasi terpencil, membawa hingga sembilan penumpang dalam kenyamanan kabin bertekanan dan dirancang untuk mengubah berbagai misi, termasuk layanan publik. dan peran pemerintah. Pengembangan program hingga saat ini telah mencatat lebih dari 1.900 jam terbang di Italia dan Amerika Serikat.

Prototipe Leonardo AW609 yang dalam status final certification testing terbang perdana pada 7 Maret 2003. Dari spesifikasi, AW609 ditenagai 2 × Pratt & Whitney Canada PT6C-67A turboshaft engines, kecepatan maksimumnya 509 km per jam dan jarak jelajah 1.389 km. Berat maksimum saat tinggal landas 7.620 kg dan berat kosong 4.765 kg. Leonardo AW609 dapart terbang dengan endurance tiga jam dan terbang sampai ketinggian maksimum 7.620 meter. (Gilang Perdana)

Amerika Serikat Resmi Tawari Indonesia Delapan Unit MV-22 Osprey Senilai US$2 Miliar, Mungkinkah Diambil?

One Comment