Layu Sebelum Mengudara, Proyek Drone Kombatan MALE Elang Hitam Telah Dihentikan

Seolah mengamini kabar yang beredar sejak beberapa bulan lalu, kini telah ada konfirmasi bahwa proyek drone kombatan (UCAV) MALE (Medium Altitude Long Endurance) Elang Hitam resmi dihentikan. Ketua Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko mengkonfirmasi bahwa sumber daya dari proyek tersebut, akan dialihkan ke inisiatif sipil.
Dikutip dari Janes.com (15/9/2022), konfirmasinya tersebut menguatkan kabar yang yang telah beredar sejak pertengahan 2022, menunjukkan bahwa Elang Hitam ‘berisiko’ dilanjutkan sebagai proyek militer. Dengan pembatalan program UCAV Elang Hitan, maka secara langsung menangguhkan ambisi nasional untuk mengembangkan drone MALE buatan dalam negeri dengan kemampuan militer, yang notabene telah terdaftar sebagai salah satu ‘proyek strategis’ Presiden Joko Widodo.
Konsorsium swasta-publik Indonesia, untuk mengembangkan program Elang Hitam, pertama kali didirikan pada tahun 2017. Konsorsium tersebut terdiri dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan), TNI AU, PT Dirgantara Indonesia (PTDI), PT Len Industri, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).
Prototipe perdana Elang Hitam disebut PM1. Fungsi PM1 ditekankan sebagai technology demonstrator. Target PM1 ditekankan pada adaptasi sistem ke airframe dan uji terbang dengan menggunakan teknologi autopilot pada tahun 2020. PM1 mengusung kaki roda tetap dan menggunakan mesin 4 stroke turbo charge. Drone PM1 menggunakan material dari bahan komposit serat karbon dan glass.
Kilas balik, roll out prototipe drone MALE Elang Hitam diluncurkan secara meriah pada 30 Desember 2019 di hanggar PT Dirgantara Indonesia. Secara roadmap, prototipe drone MALE dijadwalkan terbang perdana pada tahun 2020 dan diproyeksikan tuntas mendapatkan sertifikasi produk militer pada tahun 2023. Dan untuk menuju ke tahapan tersebut, PT DI tidak hanya membuat satu unit prototipe, melainkan akan dibuat hingga lima unit prototipe Elang Hitam, termasuk prototipe yang nantinya menggunakan roda pendarat model lipat.
[the_ad id=”77299″]
Dari spesifikasi, drone kombatan MALE Elang Hitam punya panjang 8,65 meter, lebar bentang sayap 16 meter dan tinggi 2,6 meter. Bobot maksimum saat tinggal landas mencapai 1.300 kg, sementara kapasitas payload 300 kg. Dengan kapasitas bahan bakar 420 liter, Elang Hitam dapat terbang selama 30 jam, sementara radius kendali Line of Sight sampai 250 km.
Sejauh ini, kebutuhan drone kombatan MALE untuk TNI telah dipenuhi oleh CH-4 Rainbow buatan China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC), termasuk drone kombatan ini dipersenjatai rudal udara ke permukaan AR-2, yang punya kemampuan setara AGM-144 Hellfire. (Gilang Perdana)



Tekanan luar kah?para negara adidaya produsen male?smoga tni lebih bs berfikir rasional drpd badan riset itu
Tekanan dari negara2 sekutu pada program2 pemberdayaan industri dan riset alutsista dlm negeri. Ingat PT DI yg hrs di tutup sbg syarat pinjaman IMF era suharto
Terus terang ini yg tidak saya suka dgn bangsa ini.banyak proyek strategis berhenti ditengah jalan
It’s OK… Indonesia udah right on track!
Emang di masa depan kedirgantaraan militer dunia akan didominasi oleh Drone (UAV), sehingga Elang Hitam kali ini dijadikan Civil Drone aja dulu, selang beberapa tahun kemudian pasti udah siap jadi Military Drone !!
Sudah ketebak dari awal, sejak kondisi keuangan negara sedang susah satu persatu proyek dibatalkan. Daripada buat Kereta cepat JKT-Bandung mending dananya utk lanjutkan project Drone Elang Hitam, Rudal Nasional, tambah Tank Harimau, Tambah KCR 60, tambah CN 235 MPA, Produksi masal N219 berbagai varian… Entah apa yg dipikiran pemegang kuasa….BBM naik tinggi project batal lagi ..org pintar tarik Subsidi negara tertinggal lagi …
Drone Ini rencananya yg buat mengawasi laut itu ya ?
Tidak di katakan secara jelas “beresiko sebagai proyek militer” , hanya sebatas prototipe, sangat di sayangkan padahal sumber pembiayaan salah satu nya dari uang rakyat alias pajak
Kok miris ya dengernya, drone UCAV elang hitam, mirip sama kasus pesawat terbang komersil N250 Gatotkaca hanya sebatas mimpi prototipe 😭😭😭
kemandirian kena tabok lg nih, sy yakin elang lebih baik dari produk impor manapun, bikin sendiri lebih nyaman, kemampuan bisa dirahasiakan, harga jelas lebih murah, entah ide siapa yg hambat project ini …….. sudah pinter malah dibikin bodoh !!!
Negara sejuta prototype
Sebelumnya proyek strategis negara pesawat RB 180 putra habibie batal/gagal diganti proyek drone ini, sekarang batal lagi. Oalah.Ada apa? Antusias warga yg cinta keberhasilan negara sangat besar
Udah jelas indhan indonesia memang nda punya kepakaran
Ngerakit aja mesti disuapin
Jujur saya pernah begitu berharap tentang proyek elang hitam, faktanya…ya udah
Rusia saja yg sudah bisa bikin drone stealth masih beli drone kamikaze buatan iran ratusan unit,indonesia baru operasikan drone combat 6 unit dan 6 drone intai ud merasa cukup. Kan ga ada yg berani invasi militer ke kita..cuma di invasi ekonomi ga sadar juga.
Positive Thinking saja dulu……. asal proyek Male masih jalan gpp lah…apalagi masuk melalui Sipil dulu lebih enak…. jadi ngga kelihatan sebagai negara militeristik….., jika perang terjadi…tinggal di sulap tambahin hellfire sudah jadi kombatan……
Dejavu ga sih, Nasib MALE sama kaya N250 dlu, cuman beda skenario ngejatohinnya aja
Udah ketebak endingnya
R80 dikeluarin dr proyek trategis demi elang hitam alasannua enggak bisa kelar tahin 2024, sekarang epang hitamnya di hentikan. Alasannya pasti sama karena tidak bisa dijadikan modal kampanye 2024 utk calon penerusnya. Kelola negara kok goblok banget ya. Kalo enggak sanggup ya mundur. Masih banyak org2 Indonesia yg berkualitas. Kalo masalah anggaran ya naikkan lagi harga BBM subsidinya. Kan udah jelas itu dan tidak bisa dibantah kalo BBM subsidi dinaikkan karena gap fiskal yg sudah sangat mepet. Tapi IKN dan kereta cepat jakarta bandung jalan terus
Atau kalo dibalik…..jika proyek ini tidak direevaluasi, berapa % TKDN nya dan dg nilai TKDN tersebut gimana bisa bersaing di pasaran global/regional, apalagi kalo berkompetisi dg pabrikan yg sudah establish 🤷🏻
Tujuannya BRIN baik kok…..supaya tidak terulang lagi terjerumus ke proyek serupa yg diklaim sbg 100% karya anak bangsa, dg melibatkan pihak tertentu, padahal nyatanya…..ya gini deh 👇
Semoga bukan karena Lek Sam. Biasanya gitu sih.
Kasihan yg baru baca berita udah naek darah…..tar masuk IGD malah berabe 🙊
@admin, mbok coba ditampilkan alasan BRIN mengalihkan tatget proyek ini (bukan membatalkan lho) biar para netizen nggak gagal paham 🤷🏻
Nanti kalo sudah ditampilkan alasan pengalihan target proyek ini tapi masih tetap gagal paham…..yaaaaah, resikonya silahkan ditanggung sendiri 😀
Dahhh……tampal sticker aja
Karena cuma segitu kemampuannya, kok
Mau mimpi bikin pespur segala
Kalaupun jadi, 😷😷
Jd males kalo ada info soal Alustista dlm ngri. Kebanyakan program² goib yg ujung²nya jd lahan korupsi.
Enakan belanja lah…. Tau sendiri kan kenapa …
Mau buat rudal jelajah akhirnya dirubah jadi drone target…
Mau buat pesawat jet dihentikan
Mau buat drone kombatan dihentikan demi ‘keamanan’
Cintailah ploduk ploduk dalam negli….
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Semenjak dilebur jadi BRIN maka proyek drone bkn jd prioritas utama program unggulan nasional..BRIN ingin merubah spesifikasi drone Kombatan Elang hitam menjadi drone sipil dengan alasan drone Kombatan Elang hitam marketnya sedikit dan kurang ekonomis..sedih dengarnya lalu bagaimana dengan kerja keras teman2 dari ITB, BPPT, PT Len dll yg tergabung dalam Konsorsium pembuatan drone Elang hitam ini..kalau akhirnya hanya sebatas prototipe saja..miris
Selama mindset dengan bambu runcing saja Kita bisa mengusir penjajah, jangan harap pertahanan Kita bisa maju
Kalau pemerintah tidak mau mengembangkan, ayo swasta kembangkan, ini pasar drone kedepannya sangat menjanjikan, terutama bagi negara yang budget nya tipis. Pemerintah terlalu bertele tele dan selamanya akan begini kalau mengharap pemerintah. Mana ada pengembangan senjata strategis di negeri ini akibat dikuasai kepentingan asing. Jujur saya marah mengetahui kabar ini.
Sumpah mendidih darah gue baca berita ini.. Duit terbuang percuma hanya untuk membuat sebuah pajangan, kalo kaya gitu mah tukang kayu samping rumah juga bisa buat.
Terlebih ada embel” Drone MALE sudah terpenuhi oleh drone china, apakah harus Bangga (?), jujur secara pribadi absolutely “Not” Gak ada kebanggaan sama sekali, mau sampe kapan Negara kita hanya jadi Negara konsumen terus woi (?). Ayoklah wahai para pemangku kebijakan, coba tiru tuh Negara Iran mereka investasi secara habis”an di bidang rekayasa teknologi dan ada hasilnya, bahkan mereka bangga dengan produk sendiri, karena mereka tau mereka tidak bisa bergantung dengan Negara lain selamanya.
Masak negara terbesar ke4 dunia gak bisa berdaulat sih, gandeng tu univ2 yang kejuruan teknologi untuk membuat apapun yang kurang dari teknologi. Jangan suruh mahasiswa hanya bisa buat alat aneh” (Hanya mengikuti trend) tapi ndak ada kontribusinya sama sekali untuk negeri.
Salam