KRI Torani 860 – Terpilih Sebagai Kapal Perang Terbaik di Armada TNI AL

KRI Torani 860, salah satu Unsur KRI Lantamal XII di bawah pembinaan Satuan Kapal Patroli (Satrol) Lantamal XII Pontianak,terpilih sebagai Kapal/KRI Teladan Peringkat Pertama TNI AL TA.2018 dalam puncak upacara Hari Armada yang berlangsung di dermaga sunda kompleks Satuan Koarmada I Pondok Dayung Jakarta Utara, Rabu (5/12/2018).

Baca juga: KRI Albakora 867 Meluncur, Langsung Diperkuat Kanon Marlin WS

Selain KRI Torani – 860 unsur Satrol Lantamal XII Pontianak, terpilih sebagai KRI Teladan peringkat pertama TNI AL TA 2018, peringkat kedua yakni KRI Banda Aceh 593 dari Kolinlamil, peringkat ke tiga KRI Diponegoro 365 dari Koarmada II, pemberian penghargaan tersebut di serahkan oleh Pangkoarmada I Laksamana Muda TNI Yudo Margono, S.E., M.M., pada peringatan Upacara Hari Armada TA.2018 di Pondok Dayung Jakarta.

KRI Torani 860 merupakan jenis kapal patroli cepat dengan ukuran panjang 45,5 meter, lebar 7,9 meter dan tinggi 15 meter, kapal di buat digalangan PT Karimun Anugrah Sejati Batam pada tahun 2015 dan di terimakan Angkatan Laut pada 30 maret 2017.

Dikutip dari siaran pers Dinas Penerangan Lantamal XII, KRI Torani 860 yang dikomandani Mayor Laut (P) Agus Daryono, disebutkan telah mengarungi laut sejauh 319.085.5 mil, memiliki 35 ABK Kapal, selain memiliki beberapa peralatan pendukung seperti navigasi radar, daya ekosonder, panel lampu navigasi, kapal ini juga dilengkapi persenjataan berupa meriam otomatis kaliber 30 mm jenis Marlin WS di haluan, serta meriam kaliber 12,7 mm.

Kelebihan dari kapal ini adalah meriam kaliber 30 mm yang dapat beroperasi secara otomatis yang dilengkapi kamera jarak jauh, sensor siang dan malam serta berbagai kecanggiahan lainnya.

Dalam penentuan penilaian terpilihnya kapal perang/KRI terbaik meliputi 3 (tiga) Aspek yang menjadi fokus penilaian, yakni aspek operasional, aspek material dan aspek personel. Aspek operasional meliputi bagaimana proses penghentian pemeriksaan dan, efisiensi operasi serta jam layar.

Kemudian aspek material menyangkut kesiapan teknis KRI dalam menjalankan operasi, sedangkan aspek personel berkaitan dengan kesiapan keterampilan serta profesionalisme prajurit dalam menjalankan tugas kedinasan dan pengawakan KRI juga penilaian kebersihan maupun kerapihan KRI dalam pemeliharaan serta perawatan KRI. (HANS)

3 Comments